Penyebaran Covid-19 yang melanda Indonesia, mengharuskan sejumlah Kepala Daerah menetapkan kebijkan untuk mencegah bahkan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus. Seperti Jakarta mengharuskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau akrab kita kenal PSBB.

PSBB bertujuan mencegah terjadinya perkumpulan orang dengan skala besar, yang pada akhirnya ini menjadi langkah atau upaya Pemerintah DKI untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Peraturan tersebut juga diikuti oleh beberapa wilayah lainnya yang dekat Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Reparasi velg.

Peraturan tersebut banyak berpengaruh bagi sejumlah sektor bisnis. Namun upaya ini tak membuat para pengusaha dari segala sektor mati ide. Banyak langkah kreatif yang dibuat oleh sejumlah pengusaha. Tak terkecuali Tomi Gunawan, selaku builder dan pemilik bengkel Tomi Airbrush.

“Untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan setia kami. Ada sejumlah layanan yang kami tawarkan ke pelanggan terkait dengan PSBB yang ditetapkan pemerintah,” ujar Tomi. Lebih lanjut Tomi mengatakan, layanan yang ditawarkan dan digarap serius sejauh ini terlihat dari reparasi sepeda, baik itu reparasi rangka, velg, hingga modifikasi sepeda. Tomi menyediakan konsultasi gratis bagi Anda penghobi sepeda yang tetap ingin memperbaiki ataupun memodifikasi sepeda miliknya, dengan menghubungi nomor 0815 86 700 800.

Reparasi rangka.

Disamping layanan konsultasi, Tomi Airbrush juga membuka booking online melalui nomor tersebut di atas untuk reparasi sepeda, rangka ataupun velg. Anda tak perlu mengantar sepeda ataupun komponennya yang akan direparasi, cukup antar melalui kurir atau ojek online setelah ada perjanjian mengenai hari dan jam pengiriman. Di bengkel, Tomi menyiapkan bagian admin yang akan menerima kiriman Anda dan melaporkannya pada Anda jika barang sudah diterima.

So guys, Tomi Airbrush mengupayakan berbagai kemudahan bagi Anda! Segera manfaatkan layanan tersebut. Karena bengkel tetap buka dengan tetap mengindahkan peraturan dan himbauan pemerintah untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19. [nus/TA.com]