Halalbihalal Virtual Komunitas dan Klub Mobil Nasional

Halalbihalal Virtual Komunitas dan Klub Mobil Nasional

Forum Community Indonesia sukses menggaet sekira 100 komunitas dan klub mobil dalam gelaran “Halal Bi Halal Komunitas Nasional”. Acara tersebut berlangsung secara digital pada, Sabtu (6/6) kemarin. Ini diambil dalam rangka menyiasati momentum Lebaran 2020 yang jatuh di masa pandemi Covid-19, di mana setiap orang harus mematuhi protokol kesehatan untuk tetap #dirumahaja.

Kegiatan ini digagas oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan juga pengurus Indonesia Community yang saat ini sudah menaungi ratusan komunitas dan klub mobil secara Nasional. Selain menjadi ajang silaturahmi digital komunitas dan klub mobil paling besar yang dihadiri ratusan orang, acara “Halal bi Halal Komunitas Nasional” sekaligus menjadi salah satu ajang Road to Event Tokopedia Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 yang akan dihelat 10-11 Oktober mendatang.

Screenshoot para peserta Halalbihalal daring.

“Silaturahmi offline antar komunitas dan klub mobil yang biasanya kami lakukan, saat ini harus dijalankan secara daring karena situasi yang belum pulih sepenuhnya. Cara ini kami ambil karena pandemi yang sedang berlangsung tidak akan membatasi kita semua untuk bersua dalam keindahan Halalbihalal sehingga kekompakan tetap terjaga,” kata Garry Immanuel selaku founder Indonesia Community.

Meski diadakan secara daring, namun tak mengurangi keseruan silaturahmi. Tak hanya sekadar tatap muka, kegiatan ini juga diisi dengan banyak informasi soal tips and trik berkendara, modifikasi, sampai kesehatan yang dibawakan beberapa orang speakers yang kompeten di bidangnya. Diantaranya Andre Mulyadi selaku penggagas NMAA dan Project Director IMX, Aldhy Rais yang menjabat Community Manager HSR Wheels, Yunus Suprihanto dari Marketing Pioneer Indonesia, Marco Chendra distributor cat Raptor di Indonesia, Devi owner produk chemical Automaster, serta dr. Dinto Purwandanu dari Omni Hospital.

“Kami melibatkan beberapa merek aftermarket dalam kegiatan silaturahmi komunitas terbesar di Indonesia ini dan memberikan fasilitas digital ini kepada para komunitas di Indonesia, karena memang adanya kebutuhan komunitas dan klub untuk saling bersua dan mengisi waktu luang dengan produktif. Tidak hanya membagikan tips and trik seputar modifikasi, kami juga memberikan edukasi protokol kesehatan di masa new normal ini,” sambut Andre Mulyadi.

Selain banyak informasi yang berguna, ajang Halalbihalal online ini juga membagikan banyak doorprize yang didukung oleh merek-merek aftermarket yang ambil bagian di dalamnya dan juga dari merek snack Soyjoy. Sehingga diharapkan selain silaturahmi antar anggota komunitas terjaga dan mendapat ilmu-ilmu baru, peserta yang beruntung juga berhak mendapat hadiah yang bisa digunakan untuk mobil kesayangannya. [nus/TA.com]

Pajero Sport Family Resmikan Chapter Borneo

Pajero Sport Family (PSF) melebarkan sayapnya. Belum lama pada awal Oktober 2018, PSF baru saja meresmikan chapter terbarunya di Kalimantan, yakni PSF Chapter Borneo. Peresmian chapter baru tersebut diawali dengan sejumlah rangkaian acara, diantaranya ada city tour keliling kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam ajang peresmian chapter baru tersebut, PSF Chapter Borneo sekaligus mengumumkan Ketua PSF Chapter Borneo yaitu Dewa Budhy. Seluruh anggota PSF berharap PSF Chapter Borneo mampu memberikan kontribusi dan senantiasa mendukung kegiatan PSF Nusantara, serta terlebih mampu bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kalimantan dalam memajukan budaya lokal. PSF Chapter Borneo juga wajib berperan aktif dalam mengembangkan potensi pariwisata Kalimantan.

Foto : Istimewa

Budhi Cahyono, selaku Ketua Umum, mengatakan, “peresmian PSF Chapter Borneo adalah salah satu hadiah terindah dalam rangkaian HUTPSF#7. Karena ini menunjukan eksistensi PSF yang berada di Pulau Kalimantan dan bisa menjadikan PSF wadah pecinta mobil Pajero untuk mengembangkan diri berorganisasi bagi pecinta dan pemilik mobil Pajero di Pulau Kalimantan pada khususnya.”

Lebih lanjut, Budhi mengatakan cikal bakal berdirinya PSF Chapter Borneo tidak lepas dari kegiatan touring akhir tahun (TAT PSF 2016) yang lalu. Beliau menyampaikan bahwa saat itu PSF menggelar touring dengan judul Touring 3 Negara mulai dari Pontianak, Malaysia dan Brunei. [nus/TA.com]

Munas Penentuan Ketua Umum TEVCI yang Baru

Bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73, 17 hingga 18 Agustus lalu, komunitas otomotif Toyota Etios Valco Club Indonesia (TEVCI) mengelar Musyawarah Nasional (Munas) di kawasan Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Adapun pertemuan tersebut bertujuan untuk memilih Ketua Umum (Ketum) TEVCI yang baru periode 2018-2020. Proses pemilihan diawali dengan pembentukan panitia pemilihan yang terdiri dari tim formatur, tim pelaksana, dan tim Teknis. Panitia tersebut bertugas melakukan penyaringan nama-nama calon ketua melalui sistem voting elektronik (e-voting) bagi yang tidak bisa hadir di Munas dan pencoblosan bagi yang hadir, lalu dilanjutkan dengan kegiatan verifikasi terhadap para bakal calon ketua umum yang sesuai dengan kriteria.

Hasil voting menunjuk pada nama Ugih Sugianto (Ugie #84), terpilih menjabat Ketum yang baru, menggantikan Ogu Nasution (Ogu #181). Dalam kesempatan tersebut Ugie menyatakan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan padanya. “Semoga kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya, dapat saya jalankan dan semoga membawa TEVCI menjadi semakin bersinar, menjadi klub yang besar, dan lebih bermanfaat bagi semua anggota dan Masyarakat ke depannya,” ungkap Ugie.

Sementara itu, pantia penyelenggara Munas TEVCI 2018 tersebut juga mengatakan, “ucapan terima kasih untuk seluruh Chapter yang hadir yang mendukung langsung acara Munas ini dan tak lupa yang tidak hadir juga terima kasih atas semua kontribusinya sehingga acara Munas ini berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Arfin #165 selaku member Semarang yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Munas 2018.

Poin lain dalam kegiatan Munas TEVCI 2018 tersebut yakni berupa hiburan, games, pembagian door prize disisipkan untuk memeriahkan Munas ini. [nus/TA.com]

Komunitas MAXI Yamaha Padati Candi Borobudur

Ada yang tak biasa dari pemandangan akhir pekan lalu (14/7) di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ribuan pengendara MAXI Yamaha memadati salah satu kawasan wisata bersejarah di Jawa Tengah tersebut.

Hadirnya para pengendara yang tergabung dalm komunitas MAXI Yamaha di Candi Borobudur guna memenuhi ‘hajatan’ Final MAXI Yamaha Day sekaligus menyambut kehadiran keluarga baru MAXI Yamaha yang baru saja diluncurkan pabrikan berlogo “Garpu Tala” pada April 2018 lalu.

Salah satu pertunjukkan tari di MAXI Yamaha Day.

Yup, keluarga baru tersbut yakni Yamaha Lexi. Dan kumpulnya para pengguna Yamaha TMAX, Yamaha XMAX, Yamaha NMAX dan Yamaha Aerox tersebut untuk bersama-sama menjadi saksi dari deklarasi komunitas Yamaha Lexi di Jawa Tengah. Dalam acara tersebut juga digelar seremomi penyerahan hasil lelang apparel bertanda tangan asli pebalap Yamaha, Valentino Rossi, sebagai bentuk donasi ke anak-anak panti asuhan.

Pengujung dan peserta memadati venue Final MAXI Yamaha Day di Candi Borobudur.

Menurut keterangan dari pihak PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg (YIMM), puncak acara MAXI Yamaha Day ini sengaja digelar di kawasan Candi Borobudur, karena merupakan salah satu bangunan bersejarah kebangaan bangsa Indonesia. Hal ini diibaratkan dengan hadirnya MAXI Yamaha yang diharapkan bisa menjadi kebangaan bagi setiap pengendaranya.

Sutarya, Direktur Sales PT. YIMM, saat mengalungkan bunga kepada Rider MAXI Tour de Indonesia

“Final MAXI Yamaha Day kami selenggarakan di salah satu destinasi wisata dunia yaitu Borobudur yang merupakan salah satu tempat bersejarah serta jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sama seperti MAXI Yamaha yang juga menjadi kebanggaan bagi para pengendaranya. Kami mengapresiasi para konsumen yang telah mempercayakan MAXI Yamaha sebagai pilihan berkendara,” jelas Sutarya, Direktur Sales PT. YIMM. [nus/TA.com]

Kiprah Yamaha V-ixion Club Indonesia Selama 11 Tahun

Komunitas pengguna Yamaha V-ixion, Yamaha V-ixion Club Indonesia (YVCI) merayakan hari jadinya yang ke-11. Seiring dengan perjalanan lahirnya Yamaha V-ixion di Indonesia, komunitas yang sudah memiliki 347 chapter di Indonesia ini merayakan pesta ulang tahunnya bersamaan dengan penyelenggaraan Yamaha Sunday Race Seri-3, di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, Minggu (8/7) kemarin.

“Alhamdullilah YVCI memasuki usia ke-11. Sampai dengan saat ini kami masih tetap eksis dan bahkan akan terus berkembang. Kami berkomitmen untuk bisa berkontribusi terhadap lingkungan sekitar kami. Baik sosial maupun lingkungan hidup,” jelas Marlon Ancha, panggilan akrab Hamsa Rimangga, Presiden YVCI.

Yamaha New V-Ixion Advance Striking Black

Aktivitas YVCI sendiri bukan sekadar jalan-jalan. Berbagai aktivitas sosial sering dilakukan oleh YVCI seluruh Indonesia. Seperti menjadi mitra Kepolisian mempelopori keselamatan berkendara, menggalakkan aksi peduli lingkungan (Go Green), kunjungan ke panti sosial, serta membantu mensosialisasikan program-program dari BNN, Dinas Sosial, PMI dan lembaga Pemerintahan lainnya.

Sama halnya dengan yang dilakukan YVCI chapter Jayapura. Rusli yang kerap disapa Ucil, anggota chapter Jayapura menjelaskan bahwa anggota di Jayapura sering melakukan aktivitas sosial keagamaan. Pada saat Natal mereka melakukan bakti sosial ke panti asuhan Nasrani dan saat Idul Fitri ke panti asuhan yang dikelola lembaga Islam. Aksi ini dilakukan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Papua.

Hendry Pierre, YVCI Jambi yang Siap Melakukan Perjalanan Touring Jambi-Sabang.

Untuk merasakan ketangguhan motor Yamaha V-ixion, YVCI kerap kali melakukan touring keliling Nusantara. Seperti yang dilakukan Henry Pierre, anggota YVCI c hapter Jambi yang berusia 51 tahun. Dia pernah melakukan perjalanan dengan Yamaha V-ixion dari Jambi menuju Flores, Nusa Tenggara Timur.

“Perjalanan ke Flores menggunakan Yamaha V-ixion sangat nyaman. Selanjutnya saya akan melakukan perjalanan ke titik 0 Km di Sabang. Belum lengkap rasanya kalau orang Sumatera belum ke Sabang tapi malah sudah ke Flores. Ha..ha..ha,” ungkap Henry Pierre sambil berkelakar. [nus/TA.com]