Jeffrey Polnaja Dapat Penghargaan ROI Karena Touring

Jeffrey Polnaja Dapat Penghargaan ROI Karena Touring

Rekor Otomotif Indonesia (ROI) baru saja menganugerahkan penghargaan tertingginya kepada Jeffrey Polnaja atas semangat dan kegigihannya memperkenalkan nama Indonesia kepada dunia melalui kegiatan touring seorang diri yang kerap dilakukannya sejak muda. Pria kelahiran Bandung tahun 1962 tersebut memulai petualangannya dari Aviantara Aero Club sebuah klub terbang layang dan berhasil meraih terbang solo menggunakan pesawat laying tandem maupun single seater buatan Schweizer Aircraft, Amerika.

Di tahun yang sama, 1978, Jeffrey muda juga sudah memulai petualangan touring jarak jauhnya dengan kendaraan roda dua melintasi pulau Jawa hingga Bali. Kiprahnya sebagai petualang alias biker sudah tak diragukan lagi. Seringkali Jeffrey melakukan perjalanan touring panjang seorang diri.

ROI mengapresiasi kegiatan touring yang dilakukan Jeffrey Polnaja dalam upaya memperkenalkan Indonesia kepada dunia, Hingga pada akhir-akhir ini, Jeffrey baru saja menyelesaikan agenda touring-nya melahap lima benua, yakni Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Ia berhasil kembali dengan selamat ke Indonesia setelah menempuh perjalanan seorang diri menggunakan motor BMW R 1150 GS Adventure tahun produksi 2005 & 2003 selama 7 tahun, melintasi 97 negara dengan jarak 420.000 Kilometer.

Jeffrey Polnaja, saat berada di Afghanistan.

Kiprahnya tersebut mendapat tanggapan positif, khususnya dari Kementerian Luar Negeri, dalam upaya mempromosikan Indonesia. “Tujuan utama yang saya emban memperkenalkan Indonesia di dunia, dengan cara yang unik dan tidak lazim”, tukas Jeffrey.

Lebih lanjut Jeffrey mengatakan, “bersosialisasi dan berkomunikasi dengan banyak warga masyarakat di dunia dengan latar berlakang berbeda-beda jelas menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Bahkan saat melintasi negara yang sedang dilanda konflik, banyak pelajaran yang bisa dipetik.”

Jeffrey Polnaja, berpose di daerah St. Basilica, Moskow.

Atas keberhasilannya tersebut, ROI sebagai salah satu wadah yang mengapresiasi insan, kreatifitas, usaha, dan semua hasil karya berkaitan dengan bidang otomotif yang tentunya dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan dunia otomotif Tanah Air ke arah yang lebih maju, dengan bangga mempersembahkan penghargaan tertinggi kepada Jeffrey Polnaja, kategori “Penjelajah Motor Indonesia dengan Jarak Tempuh Terjauh 420.000 Kilometer”.

“ROI sangat menghargai upaya Jeffrey Polnaja, melalui cara yang unik, yaitu touring seorang diri dan berhasil mencapai jarak terjauh lintas 4 benua dan 97 negara di dunia,” ujar Tomi Gunawan, Founder ROI.

Di tahun ini, Jeffrey kembali bertualang dengan mengemban misi Equatoride Stiching The World, ride for peace. Jeffrey akan riding zig-zag menggunakan Honda CRF1000 DCT Africa Twin L2 ke negara-negara yang dilintasi garis ekuator. Targetnya sebanyak 20 negara dalam waktu 2 tahun.

Melihat semangat Jeffrey yang tinggi mengemban misi memperkenalkan Indonesia ke negara-negara di dunia tersebut. Tomi juga berharap, “semoga ke depan dapat tercipta generasi-generasi millennial yang mampu memiliki kiprah memperkenalkan Indonesia kepada dunia dengan cara-cara unik lainnya di bidang-bidang otomotif.” [nus/TA.com]

Baru Muncul AMMDes Langsung Sabet Penghargaan Tertinggi ROI

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) merupakan sebuah kendaraan dalam negeri yang diproduksi oleh PT. Kiat Mahesa Wintor Indonesia (PT KMWI), dan PT. Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) sebagai distributornya. Diluncurkan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu, AMMDes langsung menyedot perhatian publik.

Kali ini, kehadirannya di Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 juga turut menyedot perhatian pengunjung. Sejumlah pejabat penting yang menghadiri pun ikut melirik tampilan kendaraan angkut pedesaan multifungsi tersebut. Mulai dari Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet, juga mampir di area pamer AMMDes dalam ajang IMX 2018, di hari perdana. Tak kalah menariknya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, juga mendorong pihak produsen dan distributor untuk ikut berpartisipasi dalam IMX 2018.

Edisi spesial Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMdes), hasil modifikasi Tomi Airbrush.

Sejatinya, AMMDes merupakan kendaraan multifungsi yang diperuntukan bagi alat angkut di wilayah pedesaan. Kendaraan tersebut bisa membantu sektor perkebunan atau pertanian. Dalam proses penjualannya AMMDes tidak dilengkapi dengan TNKB karena tidak disarankan beroperasi di jalan raya.

Modifikasi eksterior menjadi landasan kuat agar tampilan kendaraan lebih maskulin.

Berangkat dari ide kreatif dan “out of the box” tersebut, Tomi Gunawan, selaku Founder ROI, sangat mengapresiasi kehadiran AMMDes di Indonesia. Bentuk apresiasi tersebut diwujudkan oleh Tomi setelah berdiskusi dengan Tim ROI, maka keluarlah penghargaan tertinggi ROI atas AMMDes.

Modifikasi eksterior bertema batik.

Penghargaan ROI atas AMMDes diterima langsung oleh Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, pada Minggu (18/11) di area pamer AMMDes, IMX 2018, Balai Kartini, Jakarta. AMMDes berhak menyandang rekor dengan kategori “Alat Mekanis Multiguna Pedesaan Pertama Buatan Indonesia”.

Menurut penjelasan Tomi, hal tersebut sebagai bentuk rasa bangga dan apresiasi ROI terhadap produk otomotif inovatif karya anak Bangsa. “Kami sangat menghargai dan mengapresiasi semua produk kreatif dan inovatif karya dalam negeri. Kami melihat AMMDes merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat pedesaan guna membantu sektor pertanian dan perkebunan.”

Di ajang IMX 2018 tampang AMMDes yang dihadirkan sudah melewati proses modifikasi yang dilakukan oleh bengkel modifikasi Tomi Airbrush, yang bermarkas di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat. Sehingga tampilannya terlihat lebih maskulin dan kokoh. [nus/TA.com]

FK3O Dapat Penghargaan Tertinggi ROI di IMX 2018

Gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 yang digagas oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), di Balai Kartini (17-18/11) menjadi salah satu momen berharga pula bagi Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif (FK3O). Pasalnya di hari pertama penyelenggaraan IMX 2018, Sabtu (17/11), FK3O berhasil memecahkan penghargaan tertinggi dari Rekor Otomotif Indonesia (ROI).

FK3O berhasil mengumpulkan sebanyak 62 komunitas dengan total anggota mencapai lebih dari 300 orang untuk gathering bersama di IMX 2018. Maka dengan itu, Tomi Gunawan, Founder ROI menyatakan FK3O berhak memboyong award ROI dengan kategori “Kenduri Komunitas Mobil Terbesar di Indonesia dengan 60 Komunitas”.

Booth ROI di IMX 2018.

“Proses seleksi dan penilaian semakin ketat, Tim kami benar-benar mendata dan mensurvei kehadiran dari pada para member klub dan komunitas yang bersinergi dengan FK3O dalam rangka pemecahan rekor tersebut,” demikian disampaikan Tomi Gunawan, Founder ROI, di booth ROI saat gelaran hari perdana IMX 2018.

Hal tersebut membuat pihak FK3O merasa tertantang, diakui oleh Gerry Immanuel, selaku Gubernur FK3O, hal ini bisa terwujud berkat kekompakan dan solidaritas yang tinggi diantara para klub dan komunitas yang tergabung dalam FK3O.

Sambutan Tomi Gunawan, Founder ROI di IMX 2018.

Ia pun berkeyakinan, proses penilaian dan seleksi memang diperlukan demi mewujudkan ROI menjadi barometer pengharagaan bidang otomotif berskalan Nasional. “ROI bisa menjadi barometer otomotif Nasional dan kami merasa ROI karena sangat selektif dalam penentuan dan penilaian pada saat event pemecahan rekor dilangsungkan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Gerry juga menuturkan sejumlah harapan baik terhadap ROI, “semoga ROI semakin sukses dan berkembang sehingga banyak mencetak prestasi-prestasi di dunia otomotif.”

Gerry Immanuel, Gubernur FK3O di IMX 2018 (tengah).

Sehubungan dengan pencapaian prestasi baru bagi FK3O di penghujung tahun ini menjadi acuan bagi FK3O untuk mempertahankan sejumlah prestasi yang pernah diraih sebelumnya. Dan penghargaan tertinggi ROI ini menjadi semangat baru bagi kawan-kawan pengurus, anggota klub dan komunitas yang terdaftar di FK3O untuk berupaya mencetak rekor-rekor baru lainnya di bidang otomotif. [nus/TA.com]

ROI Siap Dukung IMX 2018

Ajang pameran modifikasi pertama yang diselenggarakan oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), bertajuk Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 sudah mulai ramai dibicarakan. Belum lama ini, tepatnya di Jakarta NMAA baru saja menggelar jumpa pers pada Rabu (12/9) kemarin.

Bertekad untuk memajukan industri modifikasi dan aftermarket di Indonesia, NMAA tidak hanya menghadirkan mobil-mobil modifikasi dalam pameran tersebut. Tetapi Andre Mulyadi, selaku Founder NMAA dan penggagas IMX menyatakan bahwa IMX 2018 memiliki sebuah desain baru dalam penyelenggaran ajang pameran modifikasi di Indonesia.

Andre Mulyadi, Founder NMAA dan penggagas IMX 2018.

“IMX membawa platform baru pameran modifikasi di Indonesia. Kami mengajak seluruh stakeholder ikut serta, tak hanya melibatkan modifikator, namun juga merkmerk aftermarket dalam dan luar negeri, Agen Pemegang Merk mobil, komunitas, juga melibatkan praktisi dari Amerika Serikat dan Jepang. Tidak hanya dari sisi otomotif saja, tapi di IMX nanti akan ada kolaborasi lintas industri,” jelas Andre.

Rekor Otomotif Indonesia (ROI) yang merupakan satu-satunya lembaga bergengsi yang diakui oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku atau insan otomotif yang membukukan setiap rekor kreativitas dan karya yang berkenaan dengan dunia otomotif Indonesia, menyatakan siap mendukung gelaran tersebut. ROI juga menganggap IMX 2018 sebagai salah satu bentuk upaya yang nyata dalam memajukan industri otomotif khususnya modifikasi di Tanah Air.

Jumpa Pers IMX 2018.

Dukungan ROI sudah terlihat sejak pra event IMX 2018. Dengan datangnya Tomi Gunawan, selaku Founder ROI dalam jumpa Pers IMX 2018 beberapa hari lalu. ROI direncanakan menempati salah satu booth di ajang tersebut. Ada sejumlah kegiatan menarik ROI dalam ajang IMX 2018.

Menurut Tomi, “IMX 2018 adalah satu acara bergengsi dan terbesar pertama di Indonesia yang menyajikan komposisi hiburan dan bisnis menjanjikan di bidang industri modifikasi, sehingga sudah selayaknya ROI hadir dan senantiasa mendukung aktivitas anak Bangsa yang berkonsentrasi memajukan industri otomotif di Indonesia,” ujarnya.

Selain partisipasi dalam kegiatan tersebut, ROI juga telah merencanakan penganugerahan penghargaan tertinggi dalam event yang akan berlangsung pada 17-18 November mendatang di Balai Kartini, Jakarta ini.

Keramaian saat jumpa pers IMX 2018 di Jakarta.

Lebih lanjut Tomi berkata, “mengenai kategori yang akan diberikan dalam kegiatan IMX 2018 nanti, kami masih belum bisa sampaikan, pasalnya masih ada sejumlah penilaian yang belum dapat kami lakukan pra event,” bebernya.

Selama IMX 2018 berjalan, tidak menutup kemungkinan pula ROI mengeluarkan penghargaan bergengsi lainnya untuk para peserta dan insan otomotif yang terlibat di dalamnya. “Jadi pastikan Anda tak tertinggal memantau dan menjadi saksi lahirnya para insan otomotif baru yang tercatat dalam buku rekor bergengsi ROI,” tutup Tomi. [nus/TA.com]

Kegigihan David Tjiptobiantoro Buahkan Penghargaan Tertinggi Dari ROI

Kiprah dan prestasi David Tjiptobiantoro di balap ketahanan kelas Internasional memang layak diacungi jempol. Berkat keuletannya, David Tjiptobiantoro berhasil mengantongi sejumlah prestasi membanggakan dan layak diperhitungkan di dunia otomotif Tanah Air. Ferrari Challenge Asia Pasific menjadi langkah mulus awal karir David dunia balap ketahanan, tahun 2012 silam, dengan tim Ferrari Jakarta, yang didukung penuh dari Dealership Ferrari Jakarta.

Ferrari 488 GT3, mobil besutan David Tjiptobiantoro.

Sejumlaha catatan prestasi berhasil diraih David di ajang balap yang mengasah kemampuan, ketahanan fisik serta mental ini. Satu tahun setelah memulai debutnya, David berhasil mencatat Juara II kelas Copa Shell (Kelas B) Asia Pacific. Kemudian di 2014, ia kembali meraih prestasi baik dengan mengantongi trophy Juara Umum Kelas Copa Shell (Kelas B) Asia Pacific. Dan tiga tahun lalu, tepatnya 2015, David Juara III Kelas Trofeo Pirelli (Kelas A) Asia Pacific.

Crowd di area paddock tim Ferrari Jakarta, David Tjiptobiantoro.

Tahun ini David kembali berlaga membawa bendera Indonesia dalam ajang balap 24 hours Blanc Paint GT Series di SPA Belgium, akhir pekan kemarin (26-29/7). Berkat kepiawaiannya menggeber Ferrari 488 GT3 model Grand Turismo, David menembus posisi lima besar, di Kelas Am. Ajang 24 hours Blanc Paint GT Series itu sendiri mempertandingkan tiga kelas yakni Pro, Pro Am, dan Am.

Atas prestasi yang membanggakan dan konsistensinya terhadap balap kelas dunia tersebut, Rekor Otomotif Indonesia (ROI) mengapresiasikan penghargaan tertingginya kepada David. Ia berhak menyandang rekor baru ROI dengan kategori “Pembalap Pertama Indonesia di Ajang Balap 24 Jam”.

Ferrari 488 GT3.

David mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan ROI kepada dirinya. Ia berharap ROI bisa terus memperhatikan untuk memacu dan mendorong pembalap-pembalap Indonesia lainnya yang telah memperjuangkan nama Indonesia di ajang balap Internasional lainnya, melalui penghargaan-penghargaan bergengsi yang diberikannya.

“Dengan adanya apresiasi yang diberikan oleh Rekor Otomotif Indonesia ini, semoga momentum-momentum yang terjadi di dunia balap dapat lebih tereksplor lagi. Dan memacu para pembalap Internasional lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya kepada Tim ROI.

Prestasi yang berhasil diperoleh David, membuat ia yakin dan terus semangat untuk memacu prestasi di ajang balap Internasional lainnya. “Saya memiliki rencana jangka panjang di dunia balap, untuk terus mengikuti kompetisi balap Sprint maupun Endurance di Kelas Internasional,” ungkapnya dengan penuh semangat. [nus/TA.com]