Suzuki Ecstar Siap Hadapi MotoGP 2017

Minggu (29/1) kemarin, tim Suzuki Ecstar menyatakan kesiapannya untuk menghadapi musim balap MotoGP 2017. Hal ini dibuktikan dengan telah dipersiapkannya motor balap, Suzuki GSX-RR 1000 yang siap ditungganggi oleh pebalap baru mereka Andrea Iannone dan Alex Rins.

Suzuki Ecstar sempat merasakan masa gemilang di bawah besutan pebalap Maverick Vinales. 2016 lalu Vinales berhasil menjuarai MotoGP Inggris di Silverstone. Ini merupakan prestasi perdana yan diraih sejak “tidur” dari 2007 silam. Vinales, pebalap Spanyol juga berhasil mengantongi podium di tiga  balapan MotoGP lainnya yakni Prancis, Jepang, dan Australia.

Andrea Iannone (kiri) dan Alex Rins (kanan).

Andrea Iannone (kiri) dan Alex Rins (kanan).

Tugas berat menanti di musim MotoGP 2017 ini. Davide Brivio, Manajer Tim, dalam terjemahannya mengatakan, “ini adalah tahun ketiga bagi Tim Suzuki Ecstar di MotoGP. Setelah dua musim sebelumnya dipenuhi dengan usaha dan kerja keras, kini merupakan tahun untuk mencapai salah satu tim terbaik dunia.”

Andrea Iannone (kiri) dan Alex Rins (kanan) berpose di atas motor Suzuki GSX-RR 1000.

Andrea Iannone (kiri) dan Alex Rins (kanan) berpose di atas motor Suzuki GSX-RR 1000.

Iannone sendiri akan berduet dengan Alex Rins, yang baru saja naik kelas dari Moto2. Tahun ini menjadi musim kelima bagi pebalap yang sebelumnya membela pabrikan Ducati selama empat musim. Sementara Alex Rins menyatakan dalam rilis yang diterima Redaksi, pebalap baru MotoGP ini berusaha untuk tidak membuang peluang bersama Tim Suzuki Ecstar. Dan ia berjanji akan membuktikan kebolehannya.

Motor Suzuki GSX-RR 1000 MotoGP milik Tim Suzuki Ecstar.

Motor Suzuki GSX-RR 1000 MotoGP milik Tim Suzuki Ecstar.

Tak hanya pebalap yang dipersiapkan oleh Tim Suzuki Ecstar, tapi juga besutannya. Dua motor Suzuki GSX-RR 1000 telah dipersipkan dengan livery baru. Soal wujud fisik tak ada perbedaan mencolok dari motor yang digunakan Maverick Vinales dan Aleix Espargaro, di musim balap tahun lalu. Dari beberapa gambar yang dirilis nampak ada perbedaan berupa penambahan lines striping warna kuning di beberapa bagian. [nus/TA.com]

Sisi Bahagia di Tengah Dramatis MotoGP Austria

Sisi Bahagia di Tengah Dramatis MotoGP Austria

Berkibarnya ‘red flag‘ di Austrian Grand Prix menandai sisi dramatis seri balap MotoGP musim ini. Dengan insiden dan aksi berintensitas tinggi yang mendominasi jalannya balapan, namun memberikan akhir bahagia bagi Joan Mir yang berhasil menguasai posisi kedua dengan luar biasa. Kemenangan tersebut menjadi podium pertamanya di MotoGP, sekaligus yang pertama bagi Tim Suzuki Ecstar MotoGP di musim ini.

Sejak awal, kedua pebalap dan seluruh tim kru Suzuki Ecstar MotoGP siap memasuki balapan 28 putaran di Austria GP (15-16 Agustus 2020) dengan penuh percaya diri. Joan Mir semakin matang saat memasuki sesi pemanasan, dan Alex Rins memantapkan posisi yang baik sepanjang sesi meski ia lebih banyak beristirahat akibat cidera bahu yang masih dirasakannya.

Kedua pebalap membuat awal yang baik selepas garis start, yaitu mengamankan posisi kelima dan keenam ketika memasuki tikungan pertama. Joan Mir dengan cepat maju menempati posisi keempat, sebelum sempat ke posisi ketiga. Dia memegang kendali dan mengamankan posisi dengan baik ketika terjadi kecelakaan mengerikan yang menyebabkan bendera merah dikibarkan, tanda balapan dihentikan sementara.

Beruntung tidak ada pebalap yang terluka fatal, balapan kembali dimulai dengan jumlah 20 putaran. Sekali lagi, kedua pebalap Team Suzuki Ecstar MotoGP membuat aksi start yang bagus dan mantab memimpin jalannya balapan. Alex Rins berhasil menempati posisi ketiga secara meyakinkan dan berjuang untuk menciptakan catatan waktu terbaiknya, dengan rekan satu tim yang berada tepat dibelakangnya. Pada putaran ke-11, Alex Rins mengambil alih posisi kedua dan sempat memimpin, namun kecelakaan yang tidak menguntungkan menyebabkan dirinya tidak dapat melanjutkan lomba. Nasib baik masih pada Alex Rins, karena dia masih baik-baik saja dan tidak ada kerusakan pada bahunya.

Langkah Joan Mir yang berusaha mengamankan posisi terbaiknya di podium MotoGP, berujung dengan aksi spektakuler yang dilakukannya saat melakukan aksi menyalip di tikungan terakhir menjelang garis finish, sehingga ia berhasil menyelesaikan balapan dan mengamankan poin di posisi kedua.

Dalam kepuasan dan kebahagiaannya memperoleh debut podium di kelas MotoGP, Joan Mir berkomentar, “ini adalah hari yang luar biasa. Saya tahu ketika beberapa balapan yang lalu saya memiliki kecepatan yang baik untuk bisa naik podium, tetapi berbagai hal terjadi sebagai penghalang. Saya mendapatkan kemenangan karir pertama saya di sirkuit ini saat masih berkarir di Moto3, dan bagi saya hasil hari ini juga seperti kemenangan! Saya sangat senang berada di urutan kedua. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua anggota tim yang ada di sini dan bekerja keras untuk memberikan saya motor terbaik, dan juga untuk kru yang ada di rumah dan membantu saya. Kami telah melalui saat-saat buruk bersama dan hasil luar biasa ini untuk mereka semua.”

Perolehan podium di posisi kedua sekaligus memberikan tambahan poin kepada Joan Mir, sehingga kini ia memiliki 31 poin untuk musim MotoGP 2020. Sedangkan Alex Rins, dalam kondisi yang belum benar-benar pulih masih memiliki 19 poin. [nus/TA.com]

Oli Baru untuk Mobil Suzuki

Oli Baru untuk Mobil Suzuki

Kabar gembira bagi pemilik dan pengguna mobil Suzuki yang sering bingung memilih pelumas yang tepat untuk mobil Suzuki Anda. PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) baru saja mengeluarkan produk barunya berupa pelumas dan chemical bagi para pecinta otomotif di Tanah Air dengan nama ECSTAR. ECSTAR merupakan pelumas resmi mobil Suzuki yang didesain untuk memberikan performa terbaik saat berkendara, sesuai dengan slogannya yaitu The Ultimate Performance. Peluncuran ECSTAR dengan spesifikasi SAE 0W–20 SN ini dilakukan di Kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta pada Selasa (4/2).

Menurut Ignatius Ratrianto, Spare part Dept. Head PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) sebagai produsen ECSTAR, “ECSTAR diformulasikan secara khusus untuk memberikan kinerja terbaik pada mesin agar mampu mengurangi gesekan, membersihkan mesin, serta mempertahankan stabilitas temperatur mesin sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal sekaligus melindungi mesin,” ujarnya.

ECSTAR 0W–20 SN merupakan oli mesin yang memiliki spesifikasi API Service “SN”. Spesifikasi tersebut merupakan standar kualitas oli tertinggi yang diakui oleh API (American Petroleum Standard) saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa ECSTAR sudah berstandar internasional. Secara ekonomis, ECSTAR 0W–20 SN sangat kompetitif. Dibanderol dengan harga Rp. 95.000 perliter, konsumen sudah dapat menikmati keuntungan menggunakan pelumas bertaraf internasional dengan kualitas tertinggi dan telah tersertifikasi SNI.

ECSTAR sendiri telah dikembangkan sejak tahun 1980 di Jepang. Dengan visi menciptakan pelumas dengan performa terbaik di pasar domestik Jepang pada saat itu, pelumas ini lahir dengan nama “ECSTAR” yang berarti “STAR” (bintang) yang menuntun menuju performa yang “ECSTATIC” (menyenangkan).

Oli mobil ECSTAR, untuk mobil Suzuki.

Selain ECSTAR 0W-20 SN, pada kesempatan yang sama PT. SIS juga meluncurkan ECSTAR 5W-30 SN/GF-5 sebagai pilihan pelumas berkualitas lainnya, serta tiga tipe pelumas transmisi dengan seri ECSTAR ATF AW-1, ECSTAR ATF 3317, dan Gear Oil MT 75W-80 GL-4. Selain itu, untuk mendukung pemeliharaan kendaraan, tersedia pula produk chemical ECSTAR Brake Fluid DOT3 dan Long life Coolant 50/50 Pre Mixed.

“ECSTAR berkembang di sirkuit balap MotoGP bersama tim Suzuki dan telah dikenal secara global. Saat ini kami meluncurkan ECSTAR untuk para pengguna mobil di Indonesia. Kehadiran ECSTAR diharapkan dapat memberikan The Ultimate Performance bagi seluruh konsumen otomotif dan tentunya menjadi bukti nyata komitmen Suzuki untuk terus memberikan produk dan layanan terbaik di Indonesia,” tutup Seiji Itayama, President Director PT SIM/SIS. [nus/TA.com]

Kejutan Overtaking Alex Rins Jelang Finish MotoGP Silverstone

Kejutan Overtaking Alex Rins Jelang Finish MotoGP Silverstone

Penggemar setia balap MotoGP, dibuat terkejut oleh “permainan” Alex Rins jelang finish gelaran MotoGP seri Silverstone GP Inggris. Pebalap Team Suzuki Ecstar MotoGP tersebut berhasil meraih podium pertama berkat aksinya jelang garis finish.

Permainan Alex Rins diawali dengan posisi start yang kurang beruntung. Namun aksinya di atas motor Suzuki GSX-RR kian memanas, strategi dan konsistensinya tergolong cukup baik hingga sepertiga akhir balapan.

Foto : Istimewa.

Detik akhir balapan, Alex Rins berhasil membuat para penggemar MotoGP tercengang dengan aksinya melakukan overtaking dramatis. Hal ini dinilai sangat berani dan jarang terjadi dalam sejarah gelaran MotoGP.

Foto : Istimewa.

Alex Rins masuk podium pertama saat bendera finish dikibarkan. Dengan demikian Alex Rins memperoleh catatan waktu 40’12.799 dan total poinnya kini menempati urutan ke-3 secara keseluruhan MotoGP musim 2019 ini.

Foto : Istimewa.

“Hari ini luar biasa. Saya menang di Austin, mengalahkan Valentino. Dan sekarang saya menang di sini, mengalahkan Marc. Orang-orang ini sangat cepat dan merupakan ‘legenda’ di MotoGP. Saya tahu akan sulit untuk mengalahkan Marc hari ini, tetapi saya benar-benar ingin mencoba, dan itu luar biasa untuk melakukannya. Dalam beberapa sektor ia lebih cepat daripada saya, tetapi saya bisa menebusnya di beberapa sektor lain. Tetapi menjelang akhir perlombaan saya merasa saya memiliki kecepatan yang lebih baik daripada dia, dan saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus mengejar dan mengambil kesempatan, saya melihat peluang dan saya mewujudkannya. Terima kasih banyak untuk semua orang di tim!,” demikian ungkapan Alex Rins dalam terjemahan. [nus/TA.com]

Suzuki Berjaya di Aragon MotoGP Spanyol

Suzuki berjaya di ajang balap bergengsi kelas dunia, Aragon MotoGP Spanyol. Dengan kuda besi besutannya, Suzuki GSX-RR, Andrea Ianone berhasil naik podium ketiga. Kejayaan Suzuki juga bertambah dengan naiknya Alex Rins di posisi keempat.

Aksi balapan Andrea Iannone sudah bersinar sejak putaran awal, Iannone terus berhasil menempatkan Suzuki GSX-RR tunggangannya di rombongan terdepan mendekat pada dua pebalap lainnya yang memimpin balapan. Sesekali Iannone sempat memimpin untuk sepersekian detik di lima lap terakhir. Alex Rins juga sempat menempati posisi ketiga untuk beberapa lap sampai akhirnya Andrea Iannone mengambil alih posisi Alex Rins, rekan satu timnya di Suzuki Ecstar.

Aksi balap Iannone.

Perhelatan MotoGP di Aragon berlangsung seru dan banyak aksi overtake yang dilakukan oleh Andrea Iannone dan Alex Rins, hingga podium tiga dan empat akhirnya berhasil diraih oleh mereka berdua. Ini adalah hasil akhir pekan yang positif bagi Team Suzuki Ecstar secara keseluruhan, karena kedua pebalap menunjukkan kecepatan yang luar biasa di Sirkuit Aragon GP.

Ketika perlombaan berlangsung, cuaca di sekitar sirkuit cukup terik, serta suhu udara dan suhu lintasan yang sangat tinggi. Pemilihan ban yang tepat sangat penting untuk balapan sebanyak 23 lap ini serta strategi yang akurat dalam menentukan pilihan ban yang pas dan sesuai dengan kondisi cuaca selama practice, qualifying maupun saat race berlangsung. Andrea Iannone dan Alex Rins harus dapat memilih jenis ban yang tepat. Andrea Iannone start pada posisi grid ke-5 sementara Alex Rins grid ke-9, keduanya langsung melesat di grup depan dengan posisi ke-3 dan ke-4.

Iannone dan tim.

Andrea Iannone, melalaui siaran rilis Suzuki, pemilik nomor punggung 29 tersebut sempat berkomentar yang diartikan demikian, “saya pikir kami telah melakukan kinerja yang sangat baik. Saya memulai dengan baik tetapi Lorenzo mengalami kecelakaan yang tidak menguntungkan dan itu memalukan untuk dilihat, selalu buruk untuk melihat kecelakaan di depan Anda. Tapi bagaimanapun juga saya sangat senang dengan balapan saya, saya berjuang dan mencoba semaksimal mungkin di akhir balapan, karena di lap awal saya ingin menghemat ban, jadi saya mencoba mengatur throttle dan gaya berkendara saya karena saya tahu akan sangat penting untuk memiliki grip ban di lap terakhir. Saya pikir strategi saya bekerja sangat baik dan tim dan saya telah bekerja keras bersama. Kami kalah di straight tetapi kami sangat senang untuk kembali ke podium setelah beberapa balapan yang cukup mengecewakan.” [nus/TA.com]