Gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, selama dua hari digelar meraup sukses. Segala dukungan dan pujian datang dari berbagai pihak, diantaranya ada dari Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa Pemerintah sangat mengapresiasi terselenggaranya IMX 2018 ini. Ia yakin IMX akan menjadi pintu gerbang industri modifikasi dan aftermarket untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan luar negeri.

“Ini kreativitas industri otomotif yang luar biasa, pertama kali diselenggarakan di Indonesia, Pemerintah mendukung. Kami berharap Indonesia Modification Expo bisa menjadi acara tahunan,” katanya saat mengunjungi hari kedua IMX 2018, Minggu (18/11).

Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto.

Keberhasilan lain yang patut diacungi jempol, kehadiran IMX 2018 untuk kali pertama ini berhasil menyatukan dan merangkul semua potensi modifikasi dan aftermarket untuk memiliki expo sendiri. Membuka babak baru dunia tuning Tanah Air menuju industri besar.

Project Director IMX 2018 Andre Mulyadi mengatakan, “Amerika Serikat, dan Jepang juga yang negara besar lainnya punya expo modifikasi sendiri. Dan kini Indonesia pun pertama kalinya memiliki, IMX 2018 yang telah sukses diselenggarakan. Terima kasih banyak atas dukungan dari semua pihak karena turut menyukseskan terselenggaranya IMX 2018.”

Project Director IMX 2018, Andre Mulyadi menemani Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto saat berkunjung ke IMX 2018, Minggu (18/11).

Kesuksesan secara finansial pun mengiringi langkah perdana IMX 2018. Fantastis, selama dua hari digelar, berdasarkan data dari masing-masing booth peserta yang ikut berpartisipasi, total transaksi di IMX 2018 mencapai Rp. 3 milyar.

Body kit set buatan lokal, KARMA by Kiki Anugraha yang melakukan world premiere di IMX 2018 meraup penjualan via pemesanan online sebanyak 7 set yang datang dari beberapa negara. Harga satu set body kit yang terdiri dari bumper depan-belakang, splitter, fender depan, over fender, side skirt, diffuser, dan ducktail dibanderol 3.000 dolar Amerika. Belum termasuk exhaust system yang dijual terpisah seharga 856 dolar Amerika.

Toyota 86 “KARMA” dengan bodikit lokal kolaborasi desainer dari Amerika Serikat.

Selain itu dari jajaran mobil modifikasi NMAA TOP 50 ada beberapa yang ditawar kolektor. Misalnya seperti Toyota Sprinter Trueno AE86 yang ditawar kolektor Rp 1,7 miliar, atau nilai penawaran terhadap sebuah mobil klasik yang mencapai 400 ribu dolar Amerika.

IMX 2018 juga menobatkan mobil Mazda RX-7 FD2S 2002 dengan modifikasi berbalut tuner RE Amemiya asal Jepang sebagai The Ultimate NMAA TOP 50. Mobil ini dipilih juri yang terdiri dari Big Bike dan Ryan “Rywire” Basseri modifikator dari Amerika Serikat, Yoshioka Shinta dari Osaka Automesse, serta perwakilan komite NMAA karena dinilai memiliki kualitas modifikasi paripurna dan langka.

“Kami senang dengan raihan positif dari penyelenggaraan perdana IMX. Pengunjungnya ramai, transaksi yang terjadi juga diluar perkiraan, dan paling penting banyak juga dukungan positif dari para pelaku modifikasi Indonesia yang berminat akan ikut berpartisipasi pada IMX selanjutnya. Kami yakin dengan platform yang dibawa IMX ini, modifikasi Tanah Air bakal menjelma menjadi industri yang besar,” kata Andre.

Crowd IMX 2018.

Maka Indonesia Modification Expo 2019 akan dibuat lebih menarik, besar, seru, serta dibawa dengan gaung yang lebih luas lagi. Dukungan semua pihak, baik Pemerintah, pelaku industri aftermarket, bengkel, komunitas, dan pecinta modifikasi tentu sangat diharapkan untuk menyukseskan IMX berikutnya. See you at IMX 2019! [nus/TA.com]