Ini Dia Produk-produk yang Akan Tampil di IMX 2022

Ini Dia Produk-produk yang Akan Tampil di IMX 2022

Pasca gelaran Road to IMX 2022 perdana di Bandung, 5 Februari silam, para pelaku industri otomotif dan aftermarket yang terlibat dalam gelaran Road to Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2022 ‘The Indonesian Kalcer’ hingga puncak nanti di Jakarta pada 1-2 Oktober 2022 mendatang, mulai memastikan kehadirannya dan turut mendukung rangkaian kegiatan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2022.

Dua pendukung utama ada Suzuki Indonesia dan Belkote Paints. Kedua brand otomotif besar tersebut dipastikan mendukung seluruh gelaran IMX “The Indonesian Kalcer” 2022 ini.

“Nantinya, ATPM Suzuki dan produk cat asal Indonesia, Belkote Paints ini akan turut mewarnai terselenggaranya gelaran pameran otomotif dengan suguhan inovasi baru dan menarik. Kami (IMX) mengucapkan terima kasih atas ketersediaannya menjadi co-sponsor IMX dengan tujuan turut menunjang kreatifitas dan semangat muda, serta tentunya suksesnya gelaran IMX 2022,” ujar Andre Mulyadi selaku IMX Project Director.

Ditambahlan oleh Andre lebih lanjut, selain dua brand tersebut dalam gelaran IMX “The Indonesian Kalcer” 2022 ini juga bakal diramaikan oleh merek-merek otomotif lainnya, seperti sticker Maxdecal, produk car care asal Filipina: Microtex, Car cover kebanggan Indonesia Bitelblack, sederet part modifikasi dari Speed Z, perawatan mesin dari STP, hingga perawatan eksterior dan tampilan dari Zerone Japan dan Turtlewax Indonesia.

Ada juga Spesialis modifikasi lampu dan restorasi kaca mobil Yoong Motor Group telah mengkonfirmasi hadir beserta dengan perusahaan lampu: Saber, Osram dan Hyperion. Begitu pula kehadiran merek aftermarket Autovision juga akan hadir dengan beragam lini produk terbaru dengan imbuhan teknologi terkini.

Melengkapi part modifikasi di sektor in car audio, merek kenamaan seperti Pioneer akan berkolaborasi dengan merek streetwear Rawtype Riot. Diikuti produk modifikasi audio mobil Venom Audio hingga produk peredam interior Z3RO Solutions.

“Para tenant dan brand partner IMX 2022 akan menyuguhkan produk terbaik untuk para car enthusiast meliputi kendaraan terbaru, produk modifikasi, serta berbagai produk lifestyle khas anak muda akan dihadirkan tahun ini. Dengan konfirmasi sederet brand terbaik diatas, tentunya akan segera hadir untuk mendukung IMX, program digital khas IMX 2022 dan tentunya mobil IMX Supergiveaway yang tidak kalah spektakuler dibanding tahun sebelumnya, IMX senantiasa menjadi medium perilisan berbagai produk otomotif dan lifestyle terbaik di Indonesia,” terang Andre.

Gelaran ke-5 IMX tahun ini, lanjut Andre digelar berbeda dengan memadukan unsur 70 persen otomotif dan 30 persen gaya hidup. Kedua unsur tersebut saat ini tak bisa dipisahkan dari lingkup anak muda Indonesia. “Kami berharap dengan tema yang diusung “The Indonesian Kalcer”, ciri khas industri otomotif Indonesia khususnya industri modifikasinya semakin dikenal di skala Mancanegara,” Jelas Andre.

Karena itu, sebagai konsistensi IMX membangkitkan industri aftermarket dan pemulihan pasca pandemi, IMX juga akan menghadirkan beberapa produk lifestyle yang telah mengkonfirmasi untuk turut hadir di gelaran bertajuk “The Indonesian Kalcer”. Mulai dari Automotive Fashion Brand Petrolist, kolaborasi Doue Watch x Orient, Raw Type Riot, Komunitas Die Cast (IDE) hingga para pecinta sneaker yang tergabung dalam Indo Sneaker Team. [nus/TA.com]

Joan Mir dan Alex Rins Pakai Matic Suzuki di Mandalika

Joan Mir dan Alex Rins Pakai Matic Suzuki di Mandalika

Gelaran balap MotoGP di Lombok, Indonesia, 2022 ini menyedot perhatian para penggila otomotif. Bukan saja dari kegiatan sesi pramusim itu sendiri, yang berlangsung 11 sampai 14 Februari 2022 ini, tapi juga di balik layar para pebalapnya di saat menunggu di area paddock dan lainnya.

Seperti contohnya beberapa pebalap ternyata juga mahir mengendarai matic pasar Indonesia, seperti Joan Mir dan Alex Rins yang mengandalkan Suzuki NEX II dan Suzuki NEX Crossover, digunakan untuk mendukung mobilitasnya selama di area paddock Mandalika.

PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) sengaja menyiapkan 5 unit sepeda motor yang terdiri dari 2 unit Suzuki NEX II dan 3 unit Suzuki NEX Crossover untuk digunakan selama mereka melaksanakan tes pramusim pekan ini dan balapan, Maret mendatang. Alasan pemilihan kedua matic tersebut karena kebutuhan para pebalap dan tim akan kendaraan yang kompak, ringan dan lincah bermanuver untuk memudahkan segala aktifitas selama berada di dalam area sirkuit.

Suzuki NEX II dan Suzuki NEX Crossover yang akan mereka gunakan memiliki penampilan design livery khusus dengan mengkolaborasikan warna khas Team Suzuki Ecstar MotoGP dengan motif batik, sehingga terlihat impresif sekaligus menonjolkan kebanggaan terhadap salah satu karya seni dan budaya khas Indonesia tersebut.

“Kami sangat senang akhirnya Joan Mir, Alex Rins dan seluruh anggota Team Suzuki Ecstar MotoGP datang ke Lombok untuk melakukan tes pramusim, menjajal sirkuit Mandalika, serta mempersiapkan balapan sebaik mungkin untuk meraih kemenangan di musim MotoGP 2022. Tentunya kami menyambut semangat mereka dengan memberikan dukungan, seperti menyediakan 5 unit sepeda motor yaitu Suzuki NEX II dan Suzuki NEX Crossover untuk keperluan mereka di dalam paddock sirkuit. Kami memahami kebutuhan mereka terhadap sepeda motor yang lincah, maka dari itu Suzuki NEX II dan Suzuki NEX Crossover sanggup memenuhinya,” terang Teuku Agha, Sales & Marketing 2W Department Head PT SIS.

Suzuki NEX II dan Suzuki NEX Crossover merupakan sepeda motor skuter bertransmisi otomatis yang dibekali oleh mesin 115cc Fuel Injection dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance) yang memberikan keseimbangan performa serta efisiensi terbaik untuk penggunaan sehari-hari. Dimensi yang kompak dan bobot yang ringan dirancang untuk kelincahan pengendara dalam beraktifitas. Fitur Easy Start System yang dimiliki juga menambah kemudahan serta kepraktisan pada setiap saat akan digunakan. [nus/TA.com]

Mobil Keluarga 7-Penumpang Suzuki Turun Harga

Mobil Keluarga 7-Penumpang Suzuki Turun Harga

Langkah Pemerintah untuk menggairahkan industri otomotif Tanah Air, banyak disambut sejumlah prinsipal otomotif yang bermain disektor mesin kubikasi 1.500 CC ke bawah. PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) merupakan salah satu prinsipal yang memiliki produk masuk dalam kategori kebijakan Pemerintah mengenai insentif pajak pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 0% untuk kendaraan bermotor yang tertulis dalam Kepmenperin No. 169 Tahun 2021.

Kebijakan tersebut menuliskan bahwa pajak mobil yang memiliki kubikasi mesin 1.500 cc ke bawah dan diproduksi di dalam negeri dengan kandungan lokal minimal 70% akan ditanggung oleh Pemerintah. Sesuai dengan kebijakan tersebut, mulai 1 Maret 2021 harga mobil Suzuki All New Ertiga dan Suzuki XL7 mengalami penurunan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah untuk memberikan insentif bagi dunia otomotif. Langkah ini penting agar dapat mendongkrak kinerja industri otomotif sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia dan Suzuki cukup optimistis kebijakan ini akan berdampak baik di tengah situasi yang sulit sekarang ini,” terang Sukma Dewi, Asst. to Sales 4W Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales.

Penurunan harga Suzuki All New Ertiga dan Suzuki XL7 bervariasi mulai dari Rp. 11 juta hingga Rp. 14 juta tergantung tipe yang dipilih. Penurunan harga tersebut belum termasuk tambahan diskon atau program penjualan lainnya dari diler Suzuki.

Daftar penurunan harga Suzuki All New Ertiga :

All New Ertiga GA (MT) harga lama Rp. 210.500.000 turun jadi Rp. 199.400.000
All New Ertiga GL (MT) harga lama Rp. 230.000.000 turun jadi Rp. 218.200.000
All New Ertiga GL (AT) harga lama Rp. 240.500.000 turun jadi Rp. 228.000.000
All New Ertiga GX (MT) harga lama Rp. 244.000.000 turun jadi Rp. 231.500.000
All New Ertiga GX (AT) harga lama Rp. 254.500.000 turun jadi Rp. 241.350.000
All New Ertiga Suzuki Sport (MT) harga lama Rp. 255.500.000 turun jadi Rp. 242.850.000
All New Ertiga Suzuki Sport (AT) harga lama Rp266.000.000 turun jadi Rp. 252.650.000

Tak hanya Suzuki All New Ertiga saja yang mengalami penurunan harga, saudaranya yakni Suzuki XL7 juga mengalami penurunan harga pasca berlakunya kebijakan Pemerintah per 1 Maret lalu :

XL7 Zeta (MT) harga lama Rp. 236.500.000 turun jadi Rp. 224.050.000
XL7 Zeta (AT) harga lama Rp. 247.000.000 turun jadi Rp. 233.700.000
XL7 Beta (MT) harga lama Rp. 253.000.000 turun jadi Rp. 239.400.000
XL7 Beta (AT) harga lama Rp. 263.500.000 turun jadi Rp. 249.200.000
XL7 Alpha (MT) harga lama Rp. 263.000.000 turun jadi Rp. 249.400.000
XL7 Alpha (AT) harga lama Rp. 273.500.000 turun jadi Rp. 259.200.000

Sukma Dewi menambahkan, Suzuki berharap adanya kebijakan ini dapat membawa dampak positif bagi Suzuki maupun industri otomotif di Indonesia. “Kami berharap kebijakan ini dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan angka penjualan mobil, karena saat ini, industri otomotif sedang membutuhkan stimulus yang dapat meningkatkan penjualan dalam negeri setelah sempat lesu akibat dampak Pandemi Covid-19,” tutupnya. [nus/TA.com]

Sisi Bahagia di Tengah Dramatis MotoGP Austria

Sisi Bahagia di Tengah Dramatis MotoGP Austria

Berkibarnya ‘red flag‘ di Austrian Grand Prix menandai sisi dramatis seri balap MotoGP musim ini. Dengan insiden dan aksi berintensitas tinggi yang mendominasi jalannya balapan, namun memberikan akhir bahagia bagi Joan Mir yang berhasil menguasai posisi kedua dengan luar biasa. Kemenangan tersebut menjadi podium pertamanya di MotoGP, sekaligus yang pertama bagi Tim Suzuki Ecstar MotoGP di musim ini.

Sejak awal, kedua pebalap dan seluruh tim kru Suzuki Ecstar MotoGP siap memasuki balapan 28 putaran di Austria GP (15-16 Agustus 2020) dengan penuh percaya diri. Joan Mir semakin matang saat memasuki sesi pemanasan, dan Alex Rins memantapkan posisi yang baik sepanjang sesi meski ia lebih banyak beristirahat akibat cidera bahu yang masih dirasakannya.

Kedua pebalap membuat awal yang baik selepas garis start, yaitu mengamankan posisi kelima dan keenam ketika memasuki tikungan pertama. Joan Mir dengan cepat maju menempati posisi keempat, sebelum sempat ke posisi ketiga. Dia memegang kendali dan mengamankan posisi dengan baik ketika terjadi kecelakaan mengerikan yang menyebabkan bendera merah dikibarkan, tanda balapan dihentikan sementara.

Beruntung tidak ada pebalap yang terluka fatal, balapan kembali dimulai dengan jumlah 20 putaran. Sekali lagi, kedua pebalap Team Suzuki Ecstar MotoGP membuat aksi start yang bagus dan mantab memimpin jalannya balapan. Alex Rins berhasil menempati posisi ketiga secara meyakinkan dan berjuang untuk menciptakan catatan waktu terbaiknya, dengan rekan satu tim yang berada tepat dibelakangnya. Pada putaran ke-11, Alex Rins mengambil alih posisi kedua dan sempat memimpin, namun kecelakaan yang tidak menguntungkan menyebabkan dirinya tidak dapat melanjutkan lomba. Nasib baik masih pada Alex Rins, karena dia masih baik-baik saja dan tidak ada kerusakan pada bahunya.

Langkah Joan Mir yang berusaha mengamankan posisi terbaiknya di podium MotoGP, berujung dengan aksi spektakuler yang dilakukannya saat melakukan aksi menyalip di tikungan terakhir menjelang garis finish, sehingga ia berhasil menyelesaikan balapan dan mengamankan poin di posisi kedua.

Dalam kepuasan dan kebahagiaannya memperoleh debut podium di kelas MotoGP, Joan Mir berkomentar, “ini adalah hari yang luar biasa. Saya tahu ketika beberapa balapan yang lalu saya memiliki kecepatan yang baik untuk bisa naik podium, tetapi berbagai hal terjadi sebagai penghalang. Saya mendapatkan kemenangan karir pertama saya di sirkuit ini saat masih berkarir di Moto3, dan bagi saya hasil hari ini juga seperti kemenangan! Saya sangat senang berada di urutan kedua. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua anggota tim yang ada di sini dan bekerja keras untuk memberikan saya motor terbaik, dan juga untuk kru yang ada di rumah dan membantu saya. Kami telah melalui saat-saat buruk bersama dan hasil luar biasa ini untuk mereka semua.”

Perolehan podium di posisi kedua sekaligus memberikan tambahan poin kepada Joan Mir, sehingga kini ia memiliki 31 poin untuk musim MotoGP 2020. Sedangkan Alex Rins, dalam kondisi yang belum benar-benar pulih masih memiliki 19 poin. [nus/TA.com]

SUV Dominasi Produk Ekspor Suzuki

SUV Dominasi Produk Ekspor Suzuki

Suzuki terus melakukan ekspor di tengah terpaan pandemi Covid-19. Produk-produk yang diekspor berlanjut hingga semester dua tahun ini. Pada Juli 2020, PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) berhasil mengirimkan / ekspor produk dengan total 5.030 unit mobil, ini dalam bentuk utuh (Completely Built Up) maupun terurai (Completely Knock Down). Angka ini lebih tinggi 329% dibanding bulan sebelumnya.

Menurut Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control PT. SIM, “volume ekspor bulan Juli meningkat signifikan jika dibanding Juni. Model-model yang berkontribusi besar terhadap peningkatan tersebut di antaranya adalah Suzuki XL7 dan Suzuki All New Ertiga. Suzuki XL7 sendiri di bulan Juli ini menjadi model yang paling banyak dikapalkan.”

Seperti disampaikan Aris Yuliyantoro, peningkatan ekspor di bulan Juli didominasi oleh Suzuki XL7 dan Suzuki All New Ertiga. SUV terbaru Suzuki, Suzuki XL7, menyumbang sebanyak 2.694 unit atau setara dengan 54% terhadap total volume ekspor Suzuki. Kemudian disusul oleh primadona lain dari Suzuki, Suzuki All New Ertiga, yang terjual sebanyak 1.871 unit atau 37%. Produk lain seperti Suzuki New Carry dan Suzuki APV juga berkontribusi dalam kegiatan ekspor Suzuki. Sehingga secara total produk CBU yang diekspor menyentuh angka 4.322 unit dan CKD 708 unit.

Produk-produk tersebut banyak diekspor ke berbagai negara Asia maupun Amerika Latin, seperti Vietnam, Filipina, dan Mexico yang menjadi tiga negara pengimpor terbesar di samping Thailand, Taiwan, dan Myanmar. Hal ini memperlihatkan bahwa pasar otomotif dan ekonomi di negara lain juga berangsur pulih, sehingga membangun optimisme Suzuki Indonesia untuk terus mengembangkan pasar ekspor melalui produk lokal berkualitas global.

“Suzuki saat ini memang tengah memfokuskan diri pada produk-produk lokal, baik untuk pasar domestik maupun pasar mancanegara, seperti di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Oseania. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pemulihan berbagai industri pendukung, sehingga dapat membantu pemerintah dalam memulihkan perekonomian saat ini,” tutup Aris. [nus/TA.com]