Lampu Daytime Running Light (DRL) menjadi salah satu ciri khas desain bagi banyak mobil, tak terkecuali juga pada Honda HR-V.
Dengan adanya DRL, tampilan mobil jadi lebih modern, selain itu fungsi utama DRL membuat keberadaan kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain pada siang hari.
Sama kasusnya dengan DRL mobil-mobil lain, DRL pada Honda HR-V juga memiliki usia pakai. Artinya ada masa di mana performanya akan menurun bahkan mati total. Bila Anda menemukan kondisi ini pada Honda HR-V Anda jangan langsung menghakimi kerusakan ada pada bohlam, sebab DRL Honda HR-V sudah mengadopsi lampu berbasis LED.

Bagaimana Cara Menganalisa Kerusakan DRL Honda HR-V?
Untuk meenganalisa atau mengidentifikasi lampu DRL Honda HR-V, tidak cukup hanya melihat apakah lampu masih menyala atau tidak. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, secara sederhana sebelum Anda ke bengkel :
1. Bandingkan Warna Cahaya Kanan dan Kiri
Ini merupakan pemeriksaan paling sederhana. Parkirkan Honda HR-V di tempat yang cukup terang, kemudian nyalakan DRL. Perhatikan warna dan intensitas cahaya pada kedua sisi. Jika keduanya sama-sama putih dan terang, kemungkinan kondisi normal.
Namun jika salah satu sisi terlihat :
- lebih kuning,
- lebih redup,
- berkedip,
- ada bagian LED yang mati atau tidak menyala sama sekali, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atau simpelnya, Anda bisa hubungi Tomy Gunawan, CEO Yoong Motor Jakarta di nomor 0815 86 700 800, +62 812 9051 665 atau 0811 821 5959.
2. Periksa Kondisi Mika Lampu
Anda juga wajib periksa permukaan luar rumah lampu dari berbagai sudut.
Apabila Anda menemukan tanda-tanda seperti :
- mika menguning,
- permukaan buram,
- retak halus,
- embun di bagian dalam atau terdapat bekas air.
Embun atau air yang terlihat di dalam rumah lampu juga tidak boleh diabaikan. Masuknya kelembapan dapat mengganggu komponen kelistrikan dan mempercepat kerusakan.
3. Periksa Soket dan Kabel
Ini langkah yang perlu dilakukan jika DRL tiba-tiba mati atau bekerja tidak normal, pemeriksaan berikutnya dapat diarahkan ke soket, konektor, dan kabel. Konektor yang longgar, kotor, atau mengalami korosi bisa menyebabkan aliran listrik tidak sempurna.
Namun untuk pemeriksaan kelistrikan secara menyeluruh, sebaiknya menggunakan alat ukur dan dilakukan teknisi yang memahami sistem kelistrikan Honda. Anda bisa datang ke bengkel Yoong Motor Jakarta yang juga satu atap manajemen dengan Tomi Airbrush untuk lebih memastikan tentang hal ini.
4. Periksa Tegangan dan Sistem Kelistrikan
Jika hasil pemeriksaan fisik tidak menemukan masalah, Anda dapat melanjutkan dengan pemeriksaan sistem kelistrikan.
Tujuannya untuk memastikan masalah bukan berasal dari suplai listrik menuju lampu. Dan pastikan Anda didampingi oleh orang yang benar-benar memahami kelistrikan mobil atau kendaraan.
5. Lakukan Scan Jika Diperlukan
Pada kendaraan modern, sistem pencahayaan tidak berdiri sendiri. Pemeriksaan juga dapat dilakukan menggunakan scanner. Hasil scan kemudian perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan fisik. Jangan sampai hanya mengandalkan kode error tanpa memeriksa kondisi lampu secara langsung.

Apakah DRL Honda HR-V Bisa Diservis?
Pengalaman Tomy menggeluti dunia modifikasi dan repair lampu mobil, ada banyak pertanyaan seperti ini. “Banyak yang datang pada kami atau bertanya melalui layanan telepon konsultasi, yang bertujuan memastikan apakah DRL mobil miliknya dapat diperbaiki?,” tegas Tomy.
Dipastikan oleh Tomy, “Jawabannya bergantung pada jenis kerusakan dan konstruksi lampu yang digunakan pada tahun serta varian mobilnya termasuk dalam case ini, Honda HR-V.”
Prinsipnya Tomy tetap terbuka untuk pelanggannya yang ingin memeriksakan kerusakan lampu DRL di bengkelnya. Setelah itu, ia akan membeberkan analisa dari hasil pemeriksaannya.

Penyebab Lampu DRL Honda HR-V Redup Sebelah
Tomy juga menegaskan, tidak semua lampu DRL akan bermasalah serentak, artinya kanan dan kiri mengalami penurunan performa di waktu yang sama, meskipun usia pemakaian dan spesifikasinya sama.
Ada beberapa alasan yang berhubungan dengan hal tersebut, diantaranya :
- Beban panas tiap lampu bisa berbeda. LED sangat sensitif terhadap temperatur. Meskipun lampu kanan dan kiri memiliki desain yang sama, kondisi pendinginan di balik masing-masing rumah lampu bisa berbeda.
- Usia LED tidak selalu berakhir bersamaan. DRL memang menyala hampir setiap kali mobil digunakan. Tetapi komponen LED tidak selalu mengalami penurunan performa dengan kecepatan yang identik. Misalnya, DRL kanan mulai mengalami degradasi setelah bertahun-tahun sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan, sementara DRL kiri masih terlihat putih terang. Jadi, lampu yang berbeda warna tidak otomatis berarti salah satu pernah diganti.
- Jalur kelistrikan kanan dan kiri bisa mengalami masalah berbeda. DRL kanan dan kiri memiliki rangkaian kelistrikan masing-masing. Jika terdapat masalah pada konektor, kabel, soket, atau modul pengendali, gangguan bisa terjadi hanya pada satu sisi.
- Faktor lingkungan juga berpengaruh. Ini berkaitan dengan kebiasaan pemilik memarkirkan mobilnya. Misalnya mobil sering parkir di tempat yang membuat salah satu sisi lebih sering terkena sinar matahari langsung. Dalam jangka panjang, paparan UV dan panas dapat mempercepat perubahan kondisi material lampu.
- Benturan atau getaran bisa memengaruhi salah satu sisi. Lampu kanan dan kiri tidak selalu mendapatkan kondisi jalan yang identik. Benturan ringan, getaran, atau bekas perbaikan bodi di salah satu sisi juga bisa berpengaruh terhadap konektor maupun rumah lampu. [nus/TA.com]




