Berbicara kendaraan berbasis listrik dewasa ini memang semakin ramai. Dalam beberapa tahun terakhir industri otomotif memang sudah mengarah pada perkembangan kendaraan berbasis tenaga listirk. Tak tertinggal dengan Indonesia, banyak prinsipal kendaraan berbasis listrik juga menyasar pasar Indonesia. Dari catatan yang kami rangkum, setidaknya ada lima motor listrik yang banyak dijumpai di Indonesia, terutama Ibukota Jakarta.

Beberapa motor listrik tersebut seperti Gesits yang dibanderol sekira Rp. 24, 9 jutaan, BF Goodrich-CG Rp. 19,8 juta, New Viar Q1 diharga Rp. 18,9 juta, selanjutnya ada Selis E-Max Rp. 15,5 jutaan, dan yang termurah ada ECGO 2 dengan harga Rp. 8,5 juta.

Nah, dengan maraknya kehadiran sepeda motor listrik tersebut, mendorong builder sekaligus pemilik bengkel Tomi Airbrush, Tomi Gunawan untuk berinovasi membuat karya motor listrik.

Proses pembuatan dimulai dari nol, diawali dengan pembuatan rangka. Dasar dari rangka tengahnya dibuat dengan mengandalkan besi hollow berukuran 5×10, dan paduan plat berukuran 2 mm untuk mendukung rangka custom-nya. Plat tersebut ditumpuk dua atau di dobel supaya lebih kuat. Spesifikasi tersebut terutama untuk menguatkan rangka pada sambungan swing arm dan beberapa titik rangka lainnya yang dirasa perlu.

“Kami memadukan rangka hollow dengan paduan plat yang didobel atau tumpuk dua agar lebih kuat, terutama pada bagian sambungan swing arm dan beberapa bagian lainnya. Kemudian rangka tersebut tersambung dengan suspensi upside down custom punya Kawasaki KLX,” beber Tomi.

Suspensi depan menggunakan kepunyaan Kawasaki KLX, agar bagian kaki-kaki depan dapat terpasang sempurna, maka Tomi perlu melakukan custom dengan proses bubut untuk segitiga dan komstirnya, disesuaikan dengan dimensi suspensi Kawasaki KLX tersebut.

Motor listrik concept ini juga direncanakan bakal mengadopsi velg dengan lingkar diameter ring 26.

Paling mendasar dari motor listrik custom karya Tomi Airbrush ini adalah soal mesin. Untuk menggerakkan motor listrik tersebut, Tomi mengandalkan mesin elektrik Brushless DC motor (BLDC) 1000 Watt. Mesin tersebut dapat di upgrade hingga 60 Volt, dengan kapasitas tersebut, motor listrik ini nantinya dapat di “geber” 60 hingga 80 km/jam.

“Pilihan baterai 60 Volt untuk mengangkat putaran motor agar terasa lebih ringan,” ungkap Tomi.

Lebih jauh Tomi menjelaskan komposisi mesin listrik tersebut dapat menempuh perjalanan hingga 30 Kilometer. Tomi juga masih akan melakukan riset mengenai hal ini, sehingga ada kemungkinan motor listrik custom garapaannya akan diganti kapasitas baterainya agar dapat menempuh perjalanan lebih jauh lagi.

Tomi menargetkan mulai dari proses riset, pengerjaan, hingga motor ini dirilis membutuhkan waktu sekira empat bulan. Penasaran dengan hasil akhirnya? Tenang saja, kami pasti akan laporkan kembali perkembangannya. [nus/TA.com]