Modz Battle Season Kedua Menuju IMX 2021

Modz Battle Season Kedua Menuju IMX 2021

Rangkain event menuju Indonesia Modification Expo (IMX) 2021, Modz Battle antara Garasi Drift dan Pengepul Mobil sudah masuk episode kedua. Tayangan yang digelar di channel Youtube pada Sabtu (23/4) ini mampu mendulang jutaan penonton dan menjadi tontonan otomotif viral di Youtube.

Episode final atau ke-9 sebenarnya merupakan episode “kejutan”, dari 8 episode yang sebelumnya diumumkan ke khalayak. Selain terdapat dua tantangan akhir dari Modz Challenge, dalam episode final sekaligus diumumkan pemenang Modz Battle season 1. Dari total 7 challenge yang diberikan, Garasi Drift unggul dengan raihan 605 poin sementara Pengepul Mobil harus puas dengan 585 poin.

“Program Modz Battle season 1 telah selesai, dan kami NMAA serta IMX sebagai fasilitator merasa kegiatan ini melebihi harapan awal sebagai tontonan yang menghibur, ternyata juga banyak sekali memberikan edukasi. Tak hanya untuk para penonton, tetapi juga kedua tim yang terlibat di dalamnya. Maka menjadi tantangan tersendiri untuk Modz Battle season 2 yang akan segera dimulai, harus lebih menarik, edukatif, dan kekinian,” bilang Andre Mulyadi, selaku Modz Battle Executive Producer sekaligus IMX Project Director.

Modz Battle season 1 ini tidak hanya berfokus kepada kemenangan masing-masing tim, namun juga edukasi modifikasi yang dilakukan kedua tim. Selain memperkenalkan berbagai produk aftermarket dalam setiap episodenya tiap tim juga selalu memberikan tips dan trik modifikasi yang dilakukan ke mobilnya masing-masing. Sehingga diharapkan penonton dapat terinspirasi untuk memodifikasi mobilnya dengan cara yang benar.

“Ini pengalaman pertama kita membuat konten challenge dengan car enthusiast lainnya. Benar-benar tanpa setingan makanya tensinya cukup tinggi. Tapi pada akhirnya, kita yang terlibat di program ini menjadi seperti keluarga. Selain itu, tantangan ini juga menantang kita berusaha membangun mobil modifikasi dengan waktu sebulan, padahal biasanya kita bangun mobil bisa 1 tahunan,” bilang Dipo yang juga diaminkan Ziko dari Garasi Drift.

“Dalam menjalankan program Modz Battle ini terasa sekali kebersamaannya. Garasi Drift pun saya rasa adalah lawan yang tangguh dan tinggi sportivitasnya. Momen yang paling tidak kami lupakan adalah ketika Garasi Drift meminjamnya mobilnya untuk menjalani challenge terakhir – Hot Lap, karena mobil kami terkendala teknis,” bilang Jacki dan juga Reagent dari Pengepul Mobil.

Teaser program Modz Battle season 2 sendiri sudah dibocorkan di akhir episode final ini. Mengambil momentum penayangan franchise film Fast & Furiuos 9 yang bakal dilansir Juni 2021 mendatang, tema Modz Battle season 2 juga akan mengarah ke sana. Selain itu, terdapat 1 tim tambahan yang nantinya bakal membuat season kedua berjalan lebih seru. Selain tentunya penggunaan mobil-mobil modifikasi yang lebih langka, keren, dan tentunya ikonik. [nus/TA.com]

IMX 2021 Penuh Terobosan

IMX 2021 Penuh Terobosan

Beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19 yang masih belum mereda, Indonesia Modification Expo (IMX) 2021 kembali digelar secara virtual. Pelaksanaan puncak akan dilangsungkan pada 2 Oktober 2021, diawali dengan rangkaian Road to IMX Series, tayang secara virtual di beberapa kota, mulai Bali pada 27 Maret, Makassar, 5 Juni, dan Pekanbaru pada 31 Juli 2021.

“Kami menyadari bahwa pandemi tampaknya belum akan benar-benar hilang saat ini, berbekal pengalaman penyelenggaraan IMX 2020 Virtual tahun lalu, kami akan yang paling pertama melalukan terobosan, mempertahankan tren yang baik, serta menambah beberapa bagian yang dirasa kurang, oleh karena itu dengan berbagai pertimbangan kami segera memutuskan penyelenggaraan IMX 2021 dilakukan dengan konsep All Virtual. IMX 2021 bakal dikemas penuh terobosan dengan lebih menarik dan tentunya menyajikan Giveaway dan Supergiveaway di setiap kota,” kata Andre Mulyadi selaku IMX Project Director.

Tahun ini, IMX mengusung tema “LIMITLESS” yang merepresentasikan bahwa dunia industri otomotif khususnya modifikasi tak bisa dibatasi hanya karena pandemi, selalu bergerak secara kreatif dalam berkarya. Selain itu penyelenggaraan secara online, membuat kegiatan IMX 2021 dapat dinikmati penonton seantero dunia untuk menunjukkan gaung positif perkembangan industri modifikasi Tanah Air. Sebuah hal yang sebelumnya tak mungkin dilakukan pada kegiatan offline.

Secara khusus key visual #IMX2021 dibuat bertema futuristis, dengan konsep mobil ikonik masa depan yang terinspirasi dari film sci-fi dengan tambahan detail yang mencirikan Indonesia. Key visual ini dibuat oleh Musa Tjahjono, Head of Designer West Coast Customs berdarah Indonesia.

IMX 2021 juga akan menyajikan keseruan yang tak terbatas dengan segmen program yang dirancang sedemikian rupa. Tahun ini, IMX pada gelaran puncak, 2 Oktober nanti akan kembali menampilkan 50 mobil modifikasi pilihan dalam NMAA Top 50 “Carwalk”, hasil kurasi dari para kurator Dunia, di mana parade mobil modifikasi yang akan memanjakan mata ini dapat diakses secara 360 oleh audience.

Selain itu setiap suguhan acara pun akan disajikan dengan konsep dengan “VIRTUAL STAGE” sebagai main attraction, yang dapat dibeli tiketnya beberapa bulan sebelum acara dimulai. Tidak hanya acara puncak IMX yang juga bisa dilihat secara streaming, akan tetapi gelaran Road to IMX di beberapa kota nanti pun dapat disaksikan dengan membeli tiket yang tersedia.

Tentu saja, program “IMX DIGITAL MARKET” yang menyajikan produk-produk aftermarket serta modifikasi, dengan harga yang kompetitif akan menjadi andalan utama pada puncak IMX yang digelar 2 Oktober nanti. Termasuk hadirnya produk-produk modifikasi terbaru dalam “EXCLUSIVE RELEASE” yang layak untuk selalu ditunggu. Sementara itu, Giveaway dan Supergiveaway yang akan diberikan kepada pengunjung pun bakal semakin spektakuler!

Sampai bertemu secara virtual di Indonesia Modification Expo 2021 Limitless! [nus/TA.com]

Menghitung Hari Menuju Virtual Event IMX 2020

Menghitung Hari Menuju Virtual Event IMX 2020

Tak terasa, gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 tinggal menghitung hari. Banyak program acara menarik yang akan disajikan, selain itu ada juda peluncuran produk atau jasa eksklusif, pengalaman berbelanja otomotif online, serta yang tak kalah menarik ada puluhan Giveaway dan Supergiveaway. Semua sajian tersebut akan disajikan pada Sabtu (10/10) nanti.

Menyiasati situasi pandemi Covid-19 dan menyeimbangkan dengan kebutuhan penjualan produk dan jasa aftermarket, IMX 2020 akan digelar secara virtual yang dapat disaksikan dari mana saja hanya dengan satu klik.

“Karena digarap secara virtual, IMX 2020 akan menyajikan konten dan visual acara menarik yang akan dilangsungkan hanya dalam durasi 4 jam, yaitu pada pukul 13:00-17:00 WIB. Selain disuguhkan dengan munculnya produk-produk aftermarket terbaru, jasa modifikasi, kemunculan mobil-mobil modifikasi terbaik di Indonesia, serta Giveaway dan Supergiveaway, para pengunjung/penonton juga bisa menyaksikan tata panggung, digital imaging, sampai multimedia show spektakuler,” ujar Andre Mulyadi selaku IMX Project Director.

Untuk konsep virtual IMX 2020 ini, panitia menyiapkan lebih banyak tiket yang bisa dibeli secara daring (online) melalui www.imx2020.net hingga tanggal 9 Oktober nanti. Setiap orang yang telah memiliki tiket online #IMX2020 secara otomatis akan mendapatkan tautan/link unik yang bisa dipakai untuk menonton penyelenggaraan IMX 2020 dari mana saja melalui gawai (gadget) yang dimiliki.

“Kehadiran Kementerian Perindustrian pada IMX 2020, merupakan bentuk dukungan Pemerintah dalam pengembangan Industri Modifikasi di Tanah Air. Industri modifikasi merupakan bagian dari industri kendaraan bermotor memiliki potensi menjadi pemain di pasar global karena mampu meningkatkan kreativitas, inovasi dan nilai tambah serta memacu berkembangnya pelaku usaha komponen kendaraan yang berbasis sumber daya lokal, terutama yang berskala industri kecil menengah,” ucap Putu Juli Ardika selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pendalaman, Penguatan dan Penyebaran Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Ada banyak Giveaway dan Supergiveaway yang akan diundi selama IMX 2020 yang akan disajikan dalam empat jam secara virtual, ini dia daftarnya. [nus/TA.com]

DnZ Wheels Produk Lokal Siap Mendunia

DnZ Wheels Produk Lokal Siap Mendunia

Gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) dan National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) memiliki peran dalam kemajuan industri aftermarket di Indonesia. Pasca KARMA Bodykit dan produk lampu Yoong Motor Group, di tahun ini IMX 2020 akan mendorong DnZ Wheels by Garasi Drift, yang merupakan velg aftermarket lokal siap bersaing dengan kualitas produk global.

“Kami berkomitmen untuk terus merangsang dan mendorong hadirnya produk-produk aftermarket dalam negeri di setiap penyelenggaraan IMX. Hal ini berangkat dari keyakinan bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar dalam modifikasi, dan sudah seharusnya memiliki produk-produk aftermarket sendiri yang berjaya di dalam maupun diminati pasar luar negeri,” sambut Andre Mulyadi, Project Director Indonesia Modification Expo.

DnZ Wheels varian Type One rencananya akan diluncurkan sekaligus memulai penjualan bersamaan dengan penyelenggaraan IMX2020 mendatang, dan merupakan bagian dari program Exclusive Release IMX. Artinya untuk penjualan gelombang pertama velg tersebut dilakukan melalui IMX Digital Market pada platform Shopee Indonesia.

“Konsep DnZ Wheels arahnya seperti velg racing Jepang one piece yang sporty sesuai favorit kita. Velg-velg tersebut biasanya dibuat dengan desain yang tidak neko-neko tetapi karakternya kuat. Sehingga desainnya bisa cocok dimasukkan ke mobil apa saja,” ujar Ziko Harnadi dari Garasi Drift.

Mahalnya harga velg racing asal Jepang yang ada di Indonesia, memacu sebuah terobosan baru bagi DnZ Wheels untuk menghadirkan produk velg lokal dengan harga terjangkau namun berkualitas. Harga yang ditawarkan untuk DnZ Wheels dikisaran Rp. 5,8 juta untuk empat roda. Dilihat dari desain pun, DnZ Wheels tergolong menarik dan tak tertinggal zaman. DnZ Wheels Type One mengusung desain racing dengan model jari-jari palang 10, dan terlihat tetap celong alias center bore posisinya lebih ke dalam dibanding bibir velg.

Desain velg dengan model celong tersebut membangun unsur kekar dan memiiki pambagian bobot seimbang, selain itu juga bisa diterapkan offset / et yang umum untuk beragam mobil. Sejauh ini DnZ Wheels menyediakan diameter lingkaran 16 inci dan lebar 7 inci, PCD (pitch circle diameter) / lubang bautnya untuk mobi-mobil dengan spesifikasi 4/100 dengan et 38 dan finishing favorit berwarna Magnesium Gold. Ukuran tersebut dipilih karena terbilang sesuai untuk banyak mobil penumpang di dalam negeri, seperti Suzuki Ignis, Honda Brio, Toyota Yaris, Nissan March, Datsun GO+, Mazda2, Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Jazz, dan lain sebagainya.

Garasi Drift mempercayakan kepada PAKO Group yang merupakan salah satu produsen velg Tanah Air yang beroperasi sejak 1974 untuk pembuatan DnZ Wheels Type One. Pabrik ini memiliki spesialisasi membuat velg mobil-mobil baru seperti Lexus untuk market Jepang, bahkan OZ Racing disebut pernah membuat lini produknya di pabrik ini.

DnZ Wheels dibuat dengan metode low pressure casting yang kuat. Apalagi velg tersebut sudah mendapat standar kualitas seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) dan JWL (Japan Light Alloy Wheel) yang merupakan sertifikasi keselamatan untuk mobil penumpang di Jepang. Material, cara pemrosesan, hingga uji kelaikanya sama persis seperti yang pembuatan velg bawaan Lexus yang juga diproduksi PAKO Group.

PAKO GROUP menghasilkan velg cetak DnZ Wheels mentah setiap 60 detik. Sebelum bisa digunakan, velg mentah ini harus melalui beberapa tahapan seperti misalnya melubangi PCD dan pentil, proses x-ray untuk melihat struktur dalam velg, pemanasan, pengecatan, serta pemotongan di mesin CNC untuk mendapatkan model tertentu.

“DnZ Wheels Type One sudah lulus tes fisik seperti impact test, drum test, dan MLT. Selain itu per velg mampu mencapai maximum load 560 kg, sehingga kalau dikali 4 buah, mampu menopang mobil berbobot 2 ton lebih. Hal ini sesuai dengan spesifikasi standar keselamatan, ketahanan dan kualitas. Kami mau bilang ini velg luar biasa, jadi selamat untuk industri aftermarket Indonesia,” kata Marketing Departement Head Pako Group, Yeremia Dwi, sambil menyebut rancangan desain DnZ Wheels mengutamakan safety, engineering, serta styling. [nus/TA.com]

Di Tengah Dampak Covid-19 Industri Modifikasi dan Aftermarket Tetap Bertahan

Di Tengah Dampak Covid-19 Industri Modifikasi dan Aftermarket Tetap Bertahan

Situasi baru di tengah pandemi Covid-19 menghadapkan kita semua terhadap perubahan gaya hidup baru. Dan situasi ini pun juga berdampak pada dunia usaha, tak terkecuali bisnis otomotif, khususnya industri modifikasi dan produk-produk aftermarket.

Peran National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) Indonesia Modification Expo (IMX) untuk #jagaotomotifindonesia dibuktikan dalam situasi saat ini. NMAA melalui event berskala Nasionalnya, terus mendorong industri otomotif dan aftermarket terus bergeliat dengan mendukung upaya-upaya promosi dan penjualan kreatif di tengah pandemi. Termasuk persiapan dalam mengadakan event expo dan lifestyle terbesar, Tokopedia IMX 2020 pada 10-11 Oktober mendatang.

“Di tengah situasi saat ini kami mencoba mendorong pelaku-pelaku usaha dalam industri modifikasi dan aftermarket agar tetap berjalan, dan kami yakin modifikator dapat bertahan dengan berbagai strategi kreatif mereka, karena kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari para modifikator,” sebut Andre Mulyadi selaku NMAA Founder sekaligus IMX Project Director.

Peran NMAA dan IMX dalam hal ini adalah mempertemukan pasar yang potensial untuk produk aftermarket atau jasa modifikasi yang dibutuhkan dengan menggandeng salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Tokopedia.

Toko velg legendaris Permaisuri Ban adalah yang sudah sejak lama berjualan melalui Tokopedia dan mendapat predikat Official Store. Di mana pada kondisi saat ini, Permaisuri Ban semakin menggencarkan cara berjualan mereka melalui Tokopedia karena dinilai sangat efektif untuk menjangkau calon konsumen di luar kota maupun untuk yang saat ini lebih memilih belanja dari rumah.

“Kondisi saat ini membuat Permaisuri memiliki protokol kesehatan khusus di toko. Selain itu tentunya kami menggenjot penjualan melalui marketplace. Konsumen tingal duduk manis di rumah karena semua sales di Permaisuri Ban sudah paham benar kebutuhan konsumen akan seperti apa, dan bisa menjadi konsultan yang tepat untuk memilih velg dan ban apa yang sesuai kemauan konsumen,” bilang Wibowo Santosa pemilik Permaisuri Ban.

Sementara itu produk aftermarket perawatan kendaraan Turtle Wax yang digawangi PT. Laris Chandra memajukan konsep “do it yourself” untuk hampir semua produk yang dijualnya. Konsumen bisa langsung memakai produk perawatan kendaraan profesional yang bisa langsung digunakan ke mobilnya di rumah dengan sangat mudah, sehingga sangat berguna di masa-masa pandemi seperti sekarang ini.

“Turtle Wax merupakan merek ternama dari Amerika Serikat yang konsisten memberikan perhatian khusus pada perawatan mobil sejak 1953. Saat ini telah menjual produknya ke lebih dari 90 negara di dunia, termasuk di Indonesia. Dengan lebih dari 30 varian produk perawatan mobil yang diluncurkan di Indonesia, membuat Turtle Wax bisa menjadi pilihan produk perawatan eksterior dan interior mobil untuk konsumen yang saat ini masih membatasi kegiatan di luar rumah,” jelas Stanley Tjhie, selaku Business Director PT. Laris Chandra.

Dari dua contoh di atas, membuktikan bahwa industri dan aftermarket Tanah Air bisa bertahan di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Secara historis industri modifikasi dan aftermarket Indonesia telah banyak menghadapi berbagai kesulitan yang mempengaruhi kegiatan bisnis. Akan tetapi sebagai sebuah industri yang unik, dengan banyak pelaku bisnis dan user yang sebagian besar adalah pehobi otomotif, pada akhirnya bersama-sama menemukan cara untuk pulih dari kondisi-kondisi tersebut.

“Kami yakin bahwa dengan banyaknya pelaku usaha modifikasi dan aftermarket yang mendorong cara-cara penjualan secara digital dengan dukungan SDM dan produk yang sesuai akan membuat industri ini akan pulih dengan cepat. Kami di NMAA dan IMX juga akan terus mendukung pelaku modifikasi dan aftermarket agar industri ini kembali bergairah meski di tengah keterbatasan,” tutup Andre Mulyadi. [nus/TA.com]