Penggemar Berat Royal Enfield Berkumpul di Saturday Night Market

Para pengguna dan penggemar berat Royal Enfield melakukan ‘kopi darat’ di dealer resmi Royal Enfield, Pejaten, Jakarta Selatan, akhir pekan alu (16/9). Acara bertajuk Saturday Night Market ini digelar oleh PT. Distributor Motor Indonesia (DMI), selaku dealer resmi motor Royal Enfield di Indonesia. Mengangkat tema garden party, acara ini sukses mengumpulkan penggemar Royal Enfield, customer, custom builders, serta komunitas-komunitas motor lainnya di Jakarta.

“Berkendara dengan motor Royal Enfield selalu menggambarkan sebuah persahabatan, kebersamaan dan menciptakan momen yang tidak terlupakan bagi para riders. Melalui Saturday Night Market yang pertama ini, kami ingin menyediakan wadah bagi penggemar Royal Enfield dan rekan-rekan komunitas motor lainnya untuk berkumpul berbagi spirit of motorcycling di akhir pekan. Kami ingin kegiatan ini diadakan secara rutin setiap bulannya dengan tema yang berbeda dengan harapan agar komunitas-komunitas ini dapat semakin berkembang dan kuat dengan kedekatan yang terjalin,” kata Ade Sulistioputra, Managing Director PT. DMI.

Saturday Night Market, ajang berkumpulnya penggemar Royal Enfield dan komunitas motor lainnya di Jakarta.

Kegiatan Saturday Night Market yang menargetkan lebih dari 500 pengunjung ini diisi dengan berbagai acara menarik seperti musik, games, pengumuman dimulainya kompetisi modifikasi motor “Rebuild Bike Challenge” yang diselenggarakan oleh Royal Enfield, serta dimeriahkan oleh beragam tenant dari segmen aksesoris motor hingga kuliner.

Sejalan dengan misinya untuk memimpin dan memperluas segmen sepeda motor berukuran menengah di dunia, Royal Enfield telah memulai operasional resminya di Indonesia sejak awal 2016, dengan exclusive store pertama di Pejaten, dan dilanjutkan dengan pembukaan exclusive gear store yang menampilkan beragam koleksi gear, apparel serta aksesorisnya, di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Exclusive store ketiga di Indonesia berlokasi di pulau dewata, Bali, tepatnya di Sunset Road, Kuta-Badung baru saja dibuka dan ditujukan secara khusus sebagai destinasi menarik bagi para penggemar motor di wilayah Bali dan sekitarnya. Royal Enfield kerap mempopulerkan budaya ‘pure motorcycling’ melalui pengalaman unik, kegiatan riding, dan gathering yang dilakukannya bagi para penggemar Royal Enfield di Indonesia. [nus/TA.com]

TACI Rayakan Ulang Tahun ke-4

Toyota Avanza Club Indonesia (TACI) genap berusia empat tahun pada 1 September lalu. Sehari setelah tanggal lahir TACI, para member TACI di seluruh Indonesia menggelar syukuran, Sabtu (2/9) dengan mengusung tema “Stronger 4 Years TACI”, di wilayah masing-masing.

“Tema tersebut diambil dalam usia TACI yang masih balita, banyak halangan dan tantangan yang dihadapi tetapi TACI tetap Stronger, dengan rasa kekeluargaan dan rasa solid yang ditanamkan kepada para member TACI serta banyak kegiatan yang diadakan baik di chapter-chapter maupun diadakan oleh pusat dalam rangka memeriahkan dunia otomotif di Indonesia,” ungkap Riyan Rahadiansyah selaku Sekjend TACI.

Acara puncak syukuran ulang tahun TACI ke-4 rencananya digelar Sabtu (23/9) mendatang di Mal MGK Kemayoran, Jakarta. Dalam acara komunitas yang kini memiliki 2400 anggota ini rencananya ada beragam acara seperti, Fun Rally, Safety Driving Campaign Driving With Manners, acara tiup lilin kue ulang tahun, potong tumpeng, pemutaran video perayaan ulang tahun dari tiap chapter sebelumnya, Charity, Bazaar Otomotif dan non otomotif, car display contest, games, doorprize dan sebagainya.

Ryan juga mengatakan, “tujuan dibuat acara ini untuk mempererat kekeluargaan Keluarga Besar TACI dengan mengevaluasi perjalanan TACI dan meningkatkan kualitas TACI ke depannya bukan hanya kuantitas dengan memperbanyak kegiatan yang semakin berguna untuk masyarakat pada umumnya dan khususnya untuk member TACI, salah satunya adalah safety driving campaign “Driving With Manners.” [nus/TA.com]

Yamaha Vixion Club Bandung Rayakan Ultah Satu Dekade

Lahir dan besarnya sebuah komunitas dilandasi dengan rasa kekeluargaan antar anggotanya. Demikian halnya yang terjadi dengan anggota Yamaha Vixion Club Bandung (YVCB). Rasa kebersamaan itu tak lekang oleh waktu sampai bertahun-tahun bahkan meskipun sesama anggota yang lain telah tutup usia. Banyak pelajaran hidup yang ikut membentuk kepribadian mereka dan juga jiwa sosial yang tinggi ikut terbangun karena solidnya komunitas.

Berdiri sejak 10 tahun lalu tepatnya, 7 Juli 2007 di dealer Yamaha Berlian Merdeka Bandung. Hingga sekarang, dealer tersebut menjadi tempat rutin ‘kopi darat‘ alias kopdar sekaligus basecamp YVCB. Saat peresmian 10 tahun silam, jumlah anggota YVCB hanya 15 orang, namun kini telah mencapai 600 orang. Semangat persaudaraan dirayakan oleh seluruh anggota dalam One Decade YVCB dengan tema “Tribute to The Unsung Heroes” (Tribute untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa) di Sabilulungan Soreang, Bandung, Sabtu (26/8) lalu.

City rolling Yamaha Vixion Club Bandung.

Acara satu dekade YVCB diisi dengan beragam kegiatan, seperti city rolling, modification show, memorabilia, one decade Vixion Gallery, merchandise booth, test ride, sales booth, sparepart, free check dan peluncuran Yamaha All New Vixion R di area Bandung. Ribuan orang pecinta Vixion dan komunitas lainnya tidak hanya berasal dari Bandung tapi juga Medan, Lombok dan Bali datang memadati venue acara yang berlangsung meriah. Mereka juga terkesan dengan memorabilia yang menampilkan foto dan benda-benda yang menunjukkan perjalanan YVCB dari tahun 2007 sampai 2017 dan Vixion Gallery yang memperlihatkan sederet motor naked sport Yamaha itu sejak tahun 2007 sampai yang teranyar Yamaha All New Vixion dan Yamaha All New Vixion R.

Yamaha All New Vixion & Yamaha All New Vixion R di sales booth acara satu dekade Yamaha Vixion Club Bandung.

“YVCB lahir di tahun yang sama dengan diluncurkannya Vixion perdana di tahun 2007. Ini selalu menjadi kenangan tak terlupakan dalam perjalanan berkembangnya YVCB. Di usianya yang kini sudah satu dekade, kami ingin memaknainya dengan tidak akan melupakan sejarah. Kami ingin bermanfaat untuk orang lain, selalu menjalin silaturahmi, tambah keluarga, juga menyalurkan hobi. Banyak orang yang sudah memberi untuk YVCB dan kami pun tidak lupa untuk memberi untuk orang lain. Jadi di perayaan satu dekade ini temanya “Tribute to The Unsung Heroes”, yang diwujudkan dengan memberikan apresiasi bagi dua orang yang memiliki jiwa sosial tinggi dan menjadi pahlawan bagi orang lain yang membutuhkan yaitu Undang Suryaman seorang juru parkir yang membuat sekolah gratis untuk anak-anak tidak mampu dan Anwar Permadi yang memberdayakan para penyandang difabel untuk berkreasi membuat tangan atau kaki palsu dan juga suka memberikan kaki palsu buat para penyandang difabel,” beber Bambang Nugroho, Ketua Umum YVCB, yang akrab disapa Abenk.

Nilai kemanusiaan seperti itu dan berbagai aktivitas rutin yang mereka jalani macam kopdar, pengenalan sejarah dan komunitas YVCB, safety riding dan lainnya diakui Abenk ikut membentuk karakternya, hal sama yang dirasakan anggota yang lain. ”Dengan ikut YVCB kami mendapatkan banyak pelajaran hidup, bahkan lebih dari yang dibayangkan atau diharapkan. Vixion bagi kami adalah pemersatu, motor ini ibaratnya pendamping hidup, bisa dapat banyak teman dan saudara, lebih mengenal Indonesia lewat touring dengan Vixion ke berbagai daerah, dapat banyak pengalaman,” cerita Abenk. [nus/TA.com]

Yamaha Cup Race Kebumen Dimeriahkan Komunitas YRFI

Gelaran Yamaha Cup Race (YCR) seri pertama yang berlangsung di sirkuit Alun-alun, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (6/8) kemarin dimeriahkan dengan kehadiran ratusan anggota komunitas Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI). Gathering dan city touring di event YCR jadi tradisi rutin yang ditunggu-tunggu.

Bisa turut menyemarakkan gelaran YCR seri pertama menjadi kebanggan tersendiri bagi YRFI, seperti diungkapkan oleh Ketua YRFI wilayah Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Teguh Widianto. “Ini sesuatu yang baru dan cukup mengejutkan buat kami karena Yamaha Cup Race (YCR) diadakan di Kebumen. Kami sangat antusias kumpul bareng dari berbagai wilayah, selain tuan rumah Kebumen ada dari Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Yogyakarta. Kami juga bisa lihat produk-produk baru Yamaha seperti Yamaha XMAX yang lagi naik daun dan beli aksesoris Yamaha dengan harga diskon di booth exhibition,” ungkapnya.

Berpose bersama.

Selain gelaran YCR itu sendiri, city touring dari anggotan YRFI juga menarik perhatian crowd yang hadir, pasalnya dalam konvoi tersebut hadir pula Yamaha All New R15 yang melintasi kota Kebumen. Selain itu juga ada klub Cilacap R15, Mio M3 Purbalingga Purwokerto, Byonic Nusakambangan, Xabre Owners Banyumas yang meramaikan city touring tersebut.

Tak hanya sekitaran Kebumen saja, YRFI dari Yogyakarta pun ikut merapat di Alun-alun Kebumen. Dan tentunya dengan acara seperti ini menjadi wadah antar anggota YRFI untuk saling bersilahturahmi. “Dengan dilaksanakannya di Kebumen ini jadi lebih bervariasi bergantian kota penyelenggara khususnya di provinsi Jawa Tengah. Klub-klub juga jadi lebih saling mengenal dan saling mendukung di acara besar Yamaha seperti YCR ini. Komunitas juga bisa menikmati atraksi lainnya seperti freestyle Wawan Tembong, bisa ketemu rider juara Asia, Wahyu Aji dan rider wanita Sabrina Sameh, ini menyenangkan,” beber Yoga Restu Adi, Wakil Ketua YRFI Yogyakarta. [nus/TA.com]

Freddy Soemitro Solo Riding Hingga Timor Leste

Freddy Soemitro, salah seorang biker senior Indonesia, menorehkan catatan panjangnya sebagai solo rider hebat negeri ini. Rider berusia lebih dari 60 tahun ini berhasil menguji kekuatan fisiknya dengan melakukan solo riding menggunakan Royal Enfield Classic 500 dari Cikampek menuju Timor Leste.

Catatan riding adventure tersebut berlangsung pada akhir tahun lalu, dan ramai dibicarakan hingga kini. Memakan waktu sekira setengah bulan, Freddy menjelajah dengan start dari Cikampek menuju Solo. Setelah bermalam di Solo, rute berlanjut ke Jawa Timur, melalui medan-medan tanjakkan dari wilayah Madiun, Kertosono, Pare, sampai ke Batu.

Berpose sebelum menyeberang pulau.

Melepas malam di Jawa Timur, rider senior yang sejak muda menggemari dunia otomotif, dan bergabung di Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) sejak 1989 ini melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali hingga Mataram dan Lombok. Di sini ia sempat “kongkow” dengan Komunitas Royal Enfield “The Green Team” untuk menghabiskan malam bersama, mengobrol santai seputar kegiatan komunitas motor di sekitar Bali dan Lombok.

“Kongkow” bersama teman-teman komunitas motor.

Usai Lombok Freddy melanjutkan perjalanan ke Maumere, banyak tantangan yang ditemui saat riding ke Maumere. Mulai dari hujan lebat, jalan yang tertutup longsor, hingga kondisi fisik yang menurun. Pengalaman membuktikan, sebagai seorang biker senior, Freddy memiliki kiat jitu menghadapi situasi ini. Freddy melakukan modifikasi pada motor tunggangannya, Royal Enfield Classic 500. “Mengantisipasi kondisi seperti ini, saya sempat melakukan sedikit modifikasi terhadap motor Royal Enfield dengan meninggikan handle bar serta mengatur posisi duduk senyaman mungkin sebelum berangkat. Karakter motor yang luwes dan fleksibel memudahkan saya untuk memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan,” tambah Freddy.

Rute perjalanan menantang.

Perjalanan terus berlanjut bahkan sempat tersesat, Freddy melewati daerah terlarang. Hingga pada akhirnya tujuan akhir menuju Timor Leste tercapai. Seiring kepuasan yang diperoleh Freddy menjelajah Dili, maka bertambah pula catatan solo riding di Tanah Air. Pada intinya Freddy mengakui keunggulan Royal Enfield Classic 500.

Freddy Soemitro, biker senior Indonesia (kiri).

“Motor Royal Enfield Classic 500 yang dikendarai juga menjadi salah satu faktor keberhasilan perjalanan saya kali ini. Dengan performa mesin dan ketahanannya yang baik, motor ini sangat handal. Saya dapat memacu kecepatan hingga top speed 120 kilometer per jam dengan manuver yang masih terasa ringan dan nyaman. Perjalanan dengan total jarak 5.800 kilometer ini merupakan salah satu pengalaman riding yang tidak terlupakan bagi saya.” tutup Freddy. [nus/TA.com]