Yamaha All New Aerox 155 Connected Edisi MotoGP

Yamaha All New Aerox 155 Connected Edisi MotoGP

Yamaha bikin kejutan bagi para pelanggannya yang juga pecinta MotoGP. Jelang akhir 2020 ini selain matic Yamaha Fino yang bertampang baru, PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg. (PT YIMM) juga meluncurkan edisi khusus MotoGP untuk Yamaha All New Aerox 155 Connected, sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggannya yang juga menyukai MotoGP.

Yamaha All New Aerox 155 Connected ini dihadirkan spesial dengan livery “Monster Energy Yamaha MotoGP (MEYM) Team” pada Selasa (15/12) kemarin. Tampilannya menyerupai motor dua pebalap dunia Yamaha yakni Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Diyakini Yamaha Indonesia, tampang baru ini akan memperkuat aura sporty dan agresif pada Yamaha All New Aerox 155 Connected tersebut.

“Yamaha All New Aerox 155 Connected MotoGP edition dihadirkan untuk menjawab harapan para pecinta MotoGP Indonesia yang tidak hanya menginginkan motor dengan desain bodi yang sporty namun juga livery racing khas MotoGP. Edisi spesial ini juga turut merefleksikan semangat juara para pebalap MotoGP Yamaha dalam berkompetisi di kasta tertinggi kejuaraan balap motor dunia,” ungkap Antonius Widiantoro selaku Manager of Public Relation PT. YIMM.

Munculnya livery ‘Monster Energy Yamaha MotoGP (MEYM) Team’ merupakan hasil atas terjalinnya kerja sama sponsorship antara pihak Yamaha dengan Monster Energy pada musim balap 2019. Spesial livery ini diyakini akan mendapat sambutan yang luar biasa di tengah masyarakat, mengingat tingginya animo masyarakat Indonesia terhadap ajang balap MotoGP.

Selain Yamaha All New Aerox 155 Connected/ ABS, varian MotoGP series juga hadir pada motor-motor Yamaha lainnya seperti Yamaha YZF-R25, Yamaha YZF-R15, Yamaha All New Vixion serta Yamaha MX King 150. Sementara itu soal banderol harga, Yamaha All New Aerox 155 Connected/ ABS MotoGP edition dipasarkan seharga Rp 29,5 juta OTR Jakarta. [nus/TA.com]

Team Suzuki Ecstar Berjaya di MotoGP Eropa 2020

Team Suzuki Ecstar Berjaya di MotoGP Eropa 2020

MotoGP Eropa yang berlangsung di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, kemarin (8/9) torehkan hasil yang membanggakan bagi Team Suzuki Ecstar MotoGP. Boleh jadi ini menjadi balapan yang sempurna bagi Joan Mir dan Alex Rins.

Sejak awal pertandingan kedua pebalap Team Suzuki Ecstar MotoGP tersebut, tampil dengan kemampuan terbaiknya hingga berhasil finish di urutan pertama dan kedua. Dan hasil akhir balapan MotoGP Eropa kemarin, mencatat Joan Mir sebagai Juara Dunia MotoGP 2020.

Menjelang balapan dengan keunggulan 14 poin di kejuaraan, Mir berhasil menekan dengan baik. Dari posisi grid tempat kelima dia memasukkan ke posisi keempat dari garis sebelum dengan cepat pindah ke posisi ketiga, dan hanya empat lap ke balapan dia telah melakukan umpan yang sangat baik untuk merebut tempat kedua. Pria kelahiran Mallorca ini menampilkan kecepatan balapan yang fenomenal di saat sirkuit tersebut menelan beberapa korban yang terjatuh, dan pada Lap 17 Mir melewati Rins di tikungan 11 untuk memimpin.

Sejak saat itu ia tidak lagi melihat ke belakang, dengan luar biasa dia menetapkan lap tercepat pada balapan di Lap 20. Mengendarai dalam batas kemampuannya dan terlihat mulus serta percaya diri, lima lap dari akhir dia memiliki keunggulan satu detik dan dia melanjutkan untuk mengambil kemenangan debut yang luar biasa dan memperpanjang keunggulan gelarnya menjadi selisih 37 poin.

Rins mendapatkan start roket dari posisi kedua di grid, gayanya yang tepat dan percaya diri membuatnya menjadi pemimpin balapan dan mengatur kecepatan yang bagus dari lap kedua dan seterusnya. Rins mempertahankan posisinya di depan lapangan hingga Lap 17 saat ia dilewati oleh rekan satu timnya. Dia melakukan pekerjaan yang bagus untuk menahan posisi ketiga Pol Espargaro, yang tetap dekat dengan pasangan Suzuki sepanjang balapan. Pada akhir 27 lap, Rins menempati posisi kedua yang solid – podium ketiganya dalam banyak balapan. Dia kini terpaut 37 poin dari rekan setimnya di Tim Suzuki Ecstar, dengan poin yang sama dengan tempat kedua di klasemen, Fabio Quartararo.

Tim Suzuki Ecstar kini meraih tiga podium ganda berturut-turut, tetapi hari ini menandai pertama kalinya Suzuki meraih hasil 1-2 sejak GP Jerman pada 1982 – ketika Randy Mamola, Virginio Ferrari dan Loris Reggiani memblokir lawannya. Tim Suzuki Ecstar juga memimpin Kejuaraan Tim dan Kejuaraan Konstruktor. [nus/TA.com]

Joan Mir Naik Podium di Misano

Joan Mir Naik Podium di Misano

Joan Mir naik podium di balapan MotoGP, Minggu (20/9) kemarin. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Team Suzuki Ecstar MotoGP, balapan kedua dalam tajuk ganda di Misano World Circuit, San Marino memberikan gairah, kepecahan, dan lebih banyak lika-liku dalam pertarungan Kejuaraan Dunia MotoGP. Tim Suzuki Ecstar meninggalkan Italia dengan tambahan podium baru lagi berkat raihan posisi kedua yang bagus dari Joan Mir.

Joan Mir meraih posisi podium kedua dengan tunggangannya, Suzuki GSX-RR, ia berhasil naik ke posisi delapan pada lap kedua balapan, dan pada lap keenam dia sudah masuk ke 5 besar. Pada lap kedelapan balapan, Joan Mir seolah mulai menarik pebalap di depannya. Jarak sekitar dua detik terus ia pertahankan saat dia memainkan permainan panjang. Mampu berkendara dengan mulus dan menghemat bannya, dengan lima lap tersisa dia tampil sangat baik dan berhasil naik podium. Melakukan pengambilalihan posisi luar biasa pada Quartararo untuk tempat ketiga pada tiga lap sebelum akhir, sebelum dengan cepat mengambil alih Espargaro untuk posisi kedua, hingga menutup garis finish dengan kemenangan.

Kemenangan tersebut sekaligus menandai penempatan posisi poin kelasemen keseluruhan 4 pebalap teratas untuk Joan Mir, dan menempatkan dirinya hanya selisih empat poin dari puncak pemimpin gelar Juara Dunia MotoGP.

“Rasanya sangat menyenangkan berada di sini di podium lagi! Saya tahu saya perlu meningkatkan hasil kualifikasi saya, dan itu adalah sesuatu yang telah kami coba perbaiki, tetapi saya sangat senang bisa berjuang untuk naik podium meskipun memulai dari urutan ke-11. Saya terus mencoba untuk menutup celah dan tetap fokus, dan hasilnya terbayar. Saya sangat senang dan saya sangat berharap, saya dapat menikmati hasil bagus lainnya akhir pekan depan di Barcelona,” demikian seru Joan Mir dalam terjemahan. Dengan naiknya podium Joan Mir pada balap MotoGP di Misano tersebut berhasil membuat namanya patut diperhitungkan oleh para pebalap lain di MotoGP. [nus/TA.com]

Sisi Bahagia di Tengah Dramatis MotoGP Austria

Sisi Bahagia di Tengah Dramatis MotoGP Austria

Berkibarnya ‘red flag‘ di Austrian Grand Prix menandai sisi dramatis seri balap MotoGP musim ini. Dengan insiden dan aksi berintensitas tinggi yang mendominasi jalannya balapan, namun memberikan akhir bahagia bagi Joan Mir yang berhasil menguasai posisi kedua dengan luar biasa. Kemenangan tersebut menjadi podium pertamanya di MotoGP, sekaligus yang pertama bagi Tim Suzuki Ecstar MotoGP di musim ini.

Sejak awal, kedua pebalap dan seluruh tim kru Suzuki Ecstar MotoGP siap memasuki balapan 28 putaran di Austria GP (15-16 Agustus 2020) dengan penuh percaya diri. Joan Mir semakin matang saat memasuki sesi pemanasan, dan Alex Rins memantapkan posisi yang baik sepanjang sesi meski ia lebih banyak beristirahat akibat cidera bahu yang masih dirasakannya.

Kedua pebalap membuat awal yang baik selepas garis start, yaitu mengamankan posisi kelima dan keenam ketika memasuki tikungan pertama. Joan Mir dengan cepat maju menempati posisi keempat, sebelum sempat ke posisi ketiga. Dia memegang kendali dan mengamankan posisi dengan baik ketika terjadi kecelakaan mengerikan yang menyebabkan bendera merah dikibarkan, tanda balapan dihentikan sementara.

Beruntung tidak ada pebalap yang terluka fatal, balapan kembali dimulai dengan jumlah 20 putaran. Sekali lagi, kedua pebalap Team Suzuki Ecstar MotoGP membuat aksi start yang bagus dan mantab memimpin jalannya balapan. Alex Rins berhasil menempati posisi ketiga secara meyakinkan dan berjuang untuk menciptakan catatan waktu terbaiknya, dengan rekan satu tim yang berada tepat dibelakangnya. Pada putaran ke-11, Alex Rins mengambil alih posisi kedua dan sempat memimpin, namun kecelakaan yang tidak menguntungkan menyebabkan dirinya tidak dapat melanjutkan lomba. Nasib baik masih pada Alex Rins, karena dia masih baik-baik saja dan tidak ada kerusakan pada bahunya.

Langkah Joan Mir yang berusaha mengamankan posisi terbaiknya di podium MotoGP, berujung dengan aksi spektakuler yang dilakukannya saat melakukan aksi menyalip di tikungan terakhir menjelang garis finish, sehingga ia berhasil menyelesaikan balapan dan mengamankan poin di posisi kedua.

Dalam kepuasan dan kebahagiaannya memperoleh debut podium di kelas MotoGP, Joan Mir berkomentar, “ini adalah hari yang luar biasa. Saya tahu ketika beberapa balapan yang lalu saya memiliki kecepatan yang baik untuk bisa naik podium, tetapi berbagai hal terjadi sebagai penghalang. Saya mendapatkan kemenangan karir pertama saya di sirkuit ini saat masih berkarir di Moto3, dan bagi saya hasil hari ini juga seperti kemenangan! Saya sangat senang berada di urutan kedua. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua anggota tim yang ada di sini dan bekerja keras untuk memberikan saya motor terbaik, dan juga untuk kru yang ada di rumah dan membantu saya. Kami telah melalui saat-saat buruk bersama dan hasil luar biasa ini untuk mereka semua.”

Perolehan podium di posisi kedua sekaligus memberikan tambahan poin kepada Joan Mir, sehingga kini ia memiliki 31 poin untuk musim MotoGP 2020. Sedangkan Alex Rins, dalam kondisi yang belum benar-benar pulih masih memiliki 19 poin. [nus/TA.com]

Modifikasi Airbrush Yamaha NMax

Modifikasi Airbrush Yamaha NMax

Buat kalian yang masih bingung mau ganti warna roda dua kamu jelang tahun baru satu bulan mendatang. Nih, Tomi Airbrush kasih masukan ide buat kalian. Didasari dari request sang customer, Tomi Airbrush baru saja menyelesaikan modifikasi satu unit Yamaha NMax bertema salah satu livery Movistar Yamaha MotoGP, tahun 2011.

Diakui Tomi livery tersebut sebagai acuan dasar grafis modifikasi airbrush matic “gambot” yang cukup laris dari pabrikan Yamaha ini. Garis livery disesuaikan dengan lekuk bodi Yamaha NMax. Warna biru menjadi dasar dari airbrush tersebut.

Proses modifikasi airbrush ini memerlukan waktu sekira tiga minggu, terhitung mulai dari pembongkaran bodi-bodi motornya, proses airbrush hingga finishing.

Gimana guys? Tertarik dengan modifikasi airbrush untuk menyongosong tampilan baru kendaraanmu jelang akhir tahun? Yuk, konsultai gratis di nomor ini 0815 86 700 800. [nus/TA.com]