Nama Tomi Airbrush kembali mencuri perhatian di dunia modifikasi otomotif.
Kali ini, di 2026, karya airbrush dari bengkel yang bermarkas di Duri Kepa, Jakarta Barat ini turut meramaikan modifikasi BMW Passato. Mobil full custom ini tampil di ajang pameran otomotif dan aftermarket kelas dunia, SEMA Show 2026, tanggal 3 hingga 6 November, di Las Vegas, Amerika Serikat.
Keterlibatan Tomi Airbrush menjadi salah satu bukti bahwa kemampuan sang builder Indonesia tersebut mampu menembus panggung Internasional. Tidak hanya mengandalkan ubahan teknis dan tampilan kendaraan, BMW Passato juga membawa unsur seni dan budaya Nusantara melalui desain eksteriornya.

BMW Passato, Perpaduan Modifikasi dan Seni Airbrush
Sejatinya BMW Passato mengambil basic dari sedan BMW 320 yang merupakan generasi E93 coupe. Sedan Eropa ini dikembangkan melalui kolaborasi dari sejumlah builder dan pelaku industri aftermarket Indonesia. Modifikasinya merupakan perpaduan antara engineering, craftsmanship serta elemen budaya lokal ada di dalamnya.

Dalam proyek modifikasi ini, Tomy mendapat peran penting, ia mengerjakan proses modifikasi airbrush yang disematkan pada seluruh bodi BMW Passato. Jelas, karya ini menjadi konsep visual yang memang dirancang untuk memperkuat karakter modifikasi sang sedan BMW Passato tersebut.
Salah satu elemen menariknya adalah penggunaan motif batik Sumatera yang dipadukan dengan warna-warna berkarakter era 1990-an. Perpaduan tersebut membuat tampilan mobil terlihat berani sekaligus memiliki identitas khas Indonesia.

Dari Indonesia ke SEMA Show Amerika
Pada 2026, BMW Passato menjadi salah satu kendaraan yang membawa karya modifikator Indonesia ke ajang SEMA Show.
Keikutsertaan mobil ini merupakan bagian dari proyek NMAA-IMI SEMA Project 2026 yang mengusung semangat tema “From the Spirit of ’45 to the Global Stage”, yang juga menjadi tagline dari proyek modifikasi ini. Kolaborasi yang “klop”, membuat sedan lansiran 2010 ini memiliki misi yang cukup jelas yakni membawa karya seni pada bodi mobil ke panggung modifikasi internasional.
Selain Tomi Airbrush, proyek BMW Passato juga melibatkan sejumlah nama di industri modifikasi Indonesia, seperti Andre Mulyadi, Raindy Igas dari Rain Works, Musartwork, Lamban Garage, Garasi Drift, dan beberapa pelaku aftermarket lainnya.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa sebuah karya modifikasi kelas dunia lahir dari kerja sama berbagai keahlian, mulai dari desain, engineering, pengecatan, hingga pengerjaan detail.
Sementara itu, bagi Tomi sendiri, meski bukan yang pertama, momen ini sekaligus memperkokoh eksistensi Tomi Airbrush, sebagai bengkel modifikasi yang sudah berjalan lebih dari tiga dekade, yang tak hanya mampu menghasilkan kendaraan dengan tampilan menarik, tetapi juga karya yang memiliki cerita, identitas, dan daya saing global.
Penampilan BMW Passato di SEMA Show 2026 pun menjadi momentum penting bagi perkembangan industri modifikasi Tanah Air sekaligus kebanggaan bagi para pelaku kreatif otomotif Indonesia. [nus/TA.com]


