Jelang dua bulan gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 daring (online streaming), 10 Oktober mendatang, LiveModz kembali digelar. Kali ini, LiveModz menantang tiga Youtuber otomotif Indonesia, yakni Fitra Eri, MotoMobi, dan Ridwan Hanif. LiveModz merupakan kegiatan tantangan modifikasi mobil yang ditentukan jenis mobilnya, dibatasi proses pengerjaannya, serta ditentukan biaya ubahannya. Tahun ini tantangan sedikit berbeda, para pegiat otomotif Indonesia tersebut ditantang untuk memodifikasi mobil bekas taksi.

“Sebagai acara khas IMX, setiap tahun kami harus memberikan tantangan-tantangan yang seru untuk para kontestan. Selain itu, harapannya modifikasi yang dihasilkan pada setiap LiveModz tak hanya bisa memberi tontonan menarik, tetapi juga bisa menginspirasi orang yang mau mengubah tampilan mobilnya sesuai dengan keterbatasan yang kami tentukan pada kompetisi ini,” sebut Andre Mulyadi selaku IMX Project Director.

LiveModz 2020 menggunakan mobil berjenis sedan berwujud Toyota Vios generasi ketiga (XP150) dengan kondisi seadanya. Cat masih berwarna biru taksi, beberapa bagian bodi lecet dengan dempul, terdapat komponen-komponen yang rusak, serta odometer yang tinggi. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk ketiga partisipan dalam proses pengerjaannya.

“Untuk modifikasi atau restorasi yang akan dilakukan, para kontestan membentuk timnya sendiri-sendiri yang terdiri dari para modifikator Tanah Air yang berpengalaman dan merupakan anggota National Modificator & Aftermarket Association (NMAA). Namun, semua pengerjaan perubahan dibatasi oleh budget sebesar Rp. 75 juta saja. Terdiri dari Rp. 50 juta untuk produk endorse dan Rp. 25 juta berupa uang tunai yang diberi panitia IMX,” jelas Andre.

Ketiga mobil modifikasi LiveModz 2020 yang sudah selesai, nantinya akan di-unveiling secara langsung khusus di Indonesia Modification Expo, 10 Oktober 2020 mendatang. Selama proses pengerjaan, setiap kontestan akan memberi update berupa teaser pada sosial medianya masing-masing.

Tahun ini LiveModz melibatkan 5 juri untuk menilai lebih detail soal modifikasi yang dilakukan para kontestan. Yang menarik, 2 orang diantaranya adalah “mystery judges” yang memiliki pengaruh besar dalam industri otomotif Tanah Air. [nus/TA.com]