31.2 C
Jakarta
Home Blog Page 106

Presiden Jokowi Saksikan Seremonial Ekspor 1,5 Juta Motor Yamaha

0

Yamaha mendapat kehormatan, saat “Pelepasan 1,5 Juta Ekspor Motor Yamaha”, yang digelar PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Senin (3/11) lalu di Kantor Pusat YIMM, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pasalnya saat seremonial tersebut Yamaha kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran Kementeriannya.

Dalam momen tersebut terlihat sejumlah pejabat negara diantaranya ada Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, serta Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhakiri dan Menteri Sekretaris Negara RI, Pratikno serta Sekretaris Kabinet, Pramono Anung dan hadir pula Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo makan siang bersama management dan karyawan PT YIMM.

Kehadiran Presiden Jokowi memang khusus untuk menyaksikan ajang seremonial dan launching Pelepasan 1,5 Juta Eskpor Motor Yamaha. Setelah makan siang, Presiden Jokowi dan para rombongan pejabat negara juga menyapa dan berbincang dengan President Director & CEO, Minoru Morimoto, Excutive Vice President & COO PT. YIMM, Dyonisius Beti, beserta karyawan PT YIMM, dan para undangan.

“Saya sangat senang hadir di sini, di PT. Yamaha karena di 2014 produksi untuk ekspor saat itu 23 ribu motor, sekarang 338 ribu motor. Saya senang karena selain ekspor sudah 338 ribu dan nanti akan kita launching ekspor yang ke 1 juta 500 ribu (1,5 juta), ini jumlah yang sangat besar sekali. Pertama ekspornya tinggi, yang kedua investasinya juga besar, yang ketiga karena lokal kontennya mencapai 94 persen, ini jumlah yang sangat besar. Kandungan lokalnya sangat tinggi. Investasi seperti ini yang terus kita cari. Sekali lagi saya sangat menghargai upaya-upaya yang dilakukan PT. Yamaha,” ungkap Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menaiki Yamaha Xmax usai dirakit.

Selanjutnya Presiden melakukan aktivitas mengunjungi pabrik global YIMM. Di area tersebut management PT. YIMM memberikan penjelasan mengenai proses produksi kepada Presiden Jokowi. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyempatkan menyaksikan sepeda motor Yamaha Xmax selesai dirakit. Bahkan setelah itu Presiden Jokowi naik motor Yamaha Xmax. Untuk diketahui, skutik MAXI Yamaha itu adalah salah satu produk global yang diekspor Yamaha Indonesia.

Sementara itu, Excutive Vice President & COO PT. YIMM, Dyonisius Beti, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi. “Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden yang berkenan datang melepas ekspor motor ke 1, 5 juta dan Complete Knock Down (CKD) sejumlah 5,3 juta set. Acara ini sangat berarti dan memotivasi bagi 250 ribu  karyawan terkait dengan bisnis Yamaha dan 2 juta karyawan di industri terkait sepeda motor. Kami dipercaya untuk memproduksi beberapa global model seperti motor sport R Series dan motor automatic Yamaha MAXI seperti Yamaha Xmax dan Yamaha Nmax untuk dipasarkan ke seluruh dunia. Jadi apabila melihat motor tersebut di benua Amerika, Eropa, Australia, Asia dan bahkan di Jepang sendiri, pastilah motor tersebut karya anak bangsa, Made in Indonesia, yang membanggakan Indonesia sebagai sepeda motor “best seller” yang telah dikenal di seluruh dunia,” papar Dyonisius Beti. [nus/TA.com]

Solusi Murah Reparasi Lampu Utama Mobil yang Buram Atau Menguning

0

Menjelang akhir tahun umumnya permintaan penjualan mobil bekas sedikit meningkat. Bagi Anda yang berencana membeli mobil bekas untuk sarana keperluan merayakan akhir tahun, ada beberapa hal yang harus diperhitungkan. Membeli mobil bekas bukan saja harus teliti, tetapi juga umumnya Anda harus menyediakan “kocek” berlebih untuk keperluan servis ataupun memperbaiki beberapa komponen hingga sesuai dengan ekspetasi Anda.

Biasanya salah satu hal kekurangan ada pada daya pancar lampu utama (headlamp) mobil. Bisa jadi karena ukuran watt lampu dan suplai arus listrik yang tidak maksimal atau hal tersebut bisa juga disebabkan karena pengaruh dari kaca atau mika lampu mobil yang sudah buram atau menguning. Penulisan kali ini, kami membatasi pada solusi murah dan praktis mengatasi kaca atau mika lampu utama yang buram atau menguning.

Jangan lantas Anda berpikir harus merogoh kocek mengganti satu set lampu utama. Tapi di bengkel modifikasi Tomi Airbrush, hal tersebut dapat diatasi dengan Nano Burn Coating. Dan cukup dengan biaya yang jauh lebih murah dari pada membeli satu set lampu utama.

Nano burn coating, cara cepat membersihkan kaca atau mika lampu utama mobil.

“Nano Burn Coating menjadi solusi untuk mengatasi lampu utama mobil yang buram atau menguning. Harganya pun terjangkau, ada di kisaran 400 hingga 600 ribu, tergantung dari pada tingkat kerusakan mika atau kaca lampunya,” beber Tomi Gunawan, pemilik sekaligus builder bengkel modifikasi Tomi Airbrush.

Lebih lanjut Tomi menjelaskan, umumnya tingkat keburaman atau menguningnya lampu utama mobil itu berbeda-beda. Artinya behubungan dengan kinerja maksimal Nano Burn Coating itu sendiri yang diperlukan. Makanya kita kenakan biaya variasi mulai dari Rp. 400 hingga Rp. 600, semuanya bisa dilihat dari tingkat kesulitannya. Lebih murah dari pada membeli satu set lampu yang kisaran harganya mulai dari Rp. 1 jutaan.

Hasil kembali seperti baru.

Keunggulan lain yang ditawarkan Nano Burn Coating, tak perlu menunggu lama untuk menikmati hasilnya. Bahkan Anda dapat menunggu proses reparasi lampunya hanya dalam waktu sekira 2 jam. Praktis dan efisien. Jadi bagi Anda yang menemui kasus seperti ini, tak perlu khawatir, apalagi jika mobil bekas yang akan Anda bayar merupakan idaman sejak lama. Hubungi segera bengkel Tomi Airbrush di nomor +62815 86700 800. [nus/TA.com]

Cara Mengatasi Lampu Mobil yang Buram

0

Lampu utama atau headlamp memiliki peran penting bagi pengendara, yakni memberikan penerangan pada malam hari atau pada saat tertentu ketika dibutuhkan, misalnya dalam kondisi jalan yang gelap. Dengan penerangan yang dihadirkan oleh lampu utama atau headlamp, pandangan atau visibilitas pengendara akan tetap terjaga dalam kondisi yang aman.

Melihat dari fungsi vitalnya tersebut, tentu sangat menyebalkan bukan, bila penerangan yang dihadirkan lampu utama berkurang hanya karena kaca atau mika lampu mobil buram atau menguning. Keadaan tersebut bisa jadi karena usianya atau bahkan karena proses pemakaian yang tidak mengutamakan perawatan. Beli lampu utama mobil cukup mahal, apalagi untuk mobil sekelas sedan. Pantauan beberapa harga di pasaran, untuk satu set lampu utama Toyota Avanza saja rata-rata dibanderol seharga Rp. 1,3 jutaan. Apalagi sekelas sedan atau SUV.

Lampu utama mobil buram akibat jamur atau usia.

Nah, mengatasi masalah tersebut, Tomi Airbrush memiliki solusi yang tepat. Tak perlu merogoh kocek banyak, cukup dengan biaya kurang dari separuh estimasi harga lampu Toyota Avanza tersebut, sekira Rp. 400 hingga 600 ribu, lampu utama mobil Anda dapat kembali cemerlang dan berfungsi baik. Nano Burn Coating jawabannya, dengan cara praktis tersebut Tomi Gunawan, pemilik bengkel Tomi Airbrush, berani menjamin lampu utama mobil Anda kembali seperti baru.

Nano Burn Coating, cara cepat membersihkan kaca atau mika lampu utama mobil.

“Kami sudah lama memiliki alat canggih ini, Nano Burn Coating, prosesnya simpel tak memakan waktu banyak dan pengerjaan dapat ditunggu. Namun soal hasil, jangan diragukan, kami yakni lampu utama mobil Anda tampak seperti baru,” ungkap Tomi. Ya, Nano Burn Coating mampu mengikis kerak atau jamur pada permukan lampu utama mobil, dengan cepat. Harga relatif terjangkau, dibandingkan Anda harus mengeluarkan biaya untuk mengganti satu set lampu utama. [nus/TA.com]

Touring Suzuki GSX150 Bandit Sambangi Pulau Dewata

0

Kegiatan program PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk memperkenalkan kehadiran Suzuki GSX150 Bandit kini sambangi Bali. Setelah sebelumnya di Sumatera, kini para rider sebanyak 10 orang terdiri dari 8 orang dari Media & Blogger menyapa keramahan dan keindahan alam Pulau Dewata.

Hadir sebagai daya tarik sekaligus brand ambassador Suzuki GSX150 Bandit, Hamish Daud turut berpartisipasi dalam kegiatan touring bertema GSX150 Bandit Touring Teman Satu Tujuan ini. Kegiatan touring yang diadakan menyajikan pemandangan alami pulau Bali seperti pantai, perbukitan, sawah, hingga kepadatan kawasan wisata moderen yang selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Hamish Daud, brand ambassador Suzuki GSX150 Bandit, ikut touring.

Rider Suzuki GSX150 Bandit yang suka berpetualang juga digambarkan melalui aktifitas mengunjungi tempat-tempat menarik di Bali, berburu kuliner khas Bali dan di malam harinya berkunjung di acara klub atau komunitas sepeda motor Suzuki yang juga sedang diadakan di Bali.

Lintas segala medan.

Desain jok yang tebal dan empuk membuat para rider betah berkendara meski menempuh jarak yang cukup jauh. Performa yang dimiliki Suzuki GSX150 Bandit juga mampu menjawab tantangan jalan perbukitan dan berkelok yang menuntut konsentrasi tinggi dan tenaga yang mumpuni.

Touring Suzuki GSX150 Bandit sambangi Bali.

Turut serta dalam pejalanan touring ini, Aceng Ulumudin, Section Head of 2W Area Sales Jawa Timur, Bali, Sulawesi & Indonesia Timur PT. SIS yang memberikan kesan-kesannya, “dengan kegiatan touring seperti ini, saya rasa semua orang harus mencoba atau merasakan pengalaman yang sama, terlebih jika menggunakan Suzuki GSX150 Bandit. Kami telah hadirkan sepeda motor yang menyenangkan untuk digunakan harian maupun touring seperti ini”.

Metode memperkenalkan Suzuki GSX150 Bandit melalui aktivitas touring ini dinilai sangat cocok dengan karakter produk, selain itu sangat efektif karena ajang pembuktian kualitas produk dapat langsung dilihat oleh publik secara nyata. [nus/TA.com]

Ini Dia Para Juara CustoMAXI Yogyakarta

0

Perjalanan roadshow CustoMAXI sambangi Kota Yogyakarta. Tepatnya diakhir pekan kemarin, Sabtu (24/11). Setelah sebelumnya menelurkan para pemenang babak semifinal di Bekasi, kini CustoMAXI juga berhasil menghasilkan para juara yang siap bertanding ke babak selanjutnya.

Jajaran peserta CustoMAXI 2018.

CustoMAXI 2018 melombakan tiga kategori yaitu Daily Use, Master Class dan Rising Star. Kategori Daily Use dan Master Class dibuka untuk Yamaha NMax, Yamaha Aerox 155, Yamaha XMax. Yang paling baru adalah kategori Rising Star dengan motor Yamaha Lexi.

Berikut ini adalah deretan jawara CustoMAXI Yogyakarta, untuk pemenang Kategori Master Class XMax, diraih oleh Agus Hadi Purawanto. Yamaha XMax tersebut mengusung konsep modifikasi baby matrix. Seluruh dasaran bodinya dibalut dengan grafis airbrush tekstur. “Konsep modifikasi untuk Yamaha XMax ini temanya baby matrix. Saya mengembangkan lagi konsep baby matrix pada CustoMAXI kali ini. Warna dasarnya merah dan corak grafisnya airbrush tekstur,” tegas Agus.

Agus Hadi Purawanto, Pemenang Kategori Master Class Xmax.

Sementara di Kategori Master Class Aerox 155 disabet oleh Rofi Purningrum. Yamaha Aerox 155 tersebut dibalut dengan konsep fashion racing. Airbrush full bodi jadi andalan disamping itu ada pula pemakaian parts racing untuk menegaskan konsep modifikasi Yamaha Aerox 155 tersebut. “Konsepnya aurora perpaduan warna biru dengan tampilan fashion racing. Cukup simpel dengan tetap mempertahankan kesan motor Yamaha Aerox dan mencerminkan bentuknya. Tidak banyak perubahan pada bodi dan rangka. Ada tambahan beberapa part racing,” tukas Rofi.

Rofi Purningrum, Pemenang Kategori Master Class Aerox 155.

Nah, untuk Kategori jawara lainnya ada Rising Star Lexi, kateori baru ini dalam CustoMAXI diraih oleh Ian Ramadhan. Yamaha Lexi yang baru dibeli dua minggu tersebut dimodifikasi dengan tema sporty look. Perpaduan warna favoritnya dipakai untuk membalut bodi Yamaha Lexi ini. “Modifikasinya sporty look. Karena saya suka warna merah jadinya warna utama. Agar terlihat gahar dibuat decal shark. Pengerjaan keseluruhan Yamaha Lexi ini dilakukan selama dua minggu,” demikian dijelaskan oleh Ian.

Ian Ramadhan, Pemenang Kategori Rising Star Lexi.

Selanjutnya para jawara Yamaha CustoMAXI Kategori Master Class dan Rising Stardar dari Kota Istimewa Yogyakarta ini akan bertarung di Final yang digelar pada 2 Maret 2019 mendatang, di Bandung. [nus/TA.com]

Sasar Konsumen Sumatera, Suzuki GSX150 Bandit Touring Pekanbaru-Padang

0

PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyasar konsumen wilayah Sumatera. Touring menjadi andalan Suzuki untuk memperkenalkan Suzuki GSX150 Bandit kepada masayarakat dari Pekanbaru hingga Padang. Hal ini dinilai cocok dengan karakter produk, selain itu sangat efektif karena ajang pembuktian kualitas produk dapat langsung dilihat oleh publik secara nyata.

Sebanyak 21 rider mendukung kegiatan yang dimulai sejak 14 November lalu ini. Mereka akan mengeksplor potensi Suzuki GSX150 Bandit sekaligus memperkenalkan rute touring yang menyenangkan, menantang sekaligus dapat diikuti oleh penggemar touring lainnya di wilayah Sumatera.

Perjalanan menempuh jarak 312 kilometer tersebut diikuti oleh 12 Jurnalis media dan Blogger dari Sumatera, 5 anggota klub Suzuki serta 4 perwakilan dari SIS. Rute dimulai dari dealer Suzuki Nangka yang berlokasi di kota Pekanbaru, Riau dan mengambil rute menarik seperti Bangkinang – Kelok 9 – Payakumbuh – Padang Panjang dan akan berakhir dengan penyambutan di dealer Suzuki Pondok kota Padang, Sumatera Barat.

Peserta touring Suzuki GSX150 Bandit.

Keindahan alam dan nikmatnya perjalanan memberikan kepuasan bagi seluruh peserta, karena tidak hanya sekedar refreshing namun riders dapat membuktikan kenyamanan dan daya tahan Suzuki GSX150 Bandit di lintasan menantang. Desain jok yang tebal dan empuk membuat para rider betah berkendara meski menempuh jarak yang cukup jauh. Performa yang dimiliki Suzuki GSX150 Bandit juga mampu menjawab tantangan jalan perbukitan dan berkelok yang menuntut konsentrasi tinggi dan tenaga sepeda motor yang mumpuni.

Turut serta dalam pejalanan touring ini, Mimuro Shunichi, Asst. to Department Head of Sales & Marketing 2W PT. SIS memberikan kesan-kesannya, “touring ini merupakan kali kedua saya lakukan bersama rekan-rekan Media. Saya rasa touring dari Pekanbaru menuju Padang sama menariknya, apalagi dengan mengendarai Suzuki GSX150 Bandit. Saya rasa semua orang harus mencoba atau merasakan pengalaman yang sama. Kami telah hadirkan sepeda motor yang menyenangkan untuk digunakan sehari-hari, maupun kegiatan touring seperti ini.” [nus/TA.com]

Modifikasi AMMDes Berkonsep Batik di IMX 2018

0

Tomi Gunawan tidak hanya membuat satu konsep modifikasi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) berkonsep kokoh dan tangguh saja. Tapi dalam IMX 2018 kemarin, Tomi juga dipercaya Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto untuk membuat satu konsep lainnya.

Edisi spesial Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMdes), hasil modifikasi Tomi Airbrush.

Berbeda jauh dengan konsep AMMDes orange candy. Konsep yang satu ini lebih menekankan pada imej atau karakter Indonesia. “Dasar pemikirannya yakni AMMDes merupakan kendaraan angkut pedesaan multiguna produksi dalam negeri. Sehingga konsep yang ditekankan adalah tentang Indonesia,” jelas Tomi.

Kaki-kaki dimodifikasi mengarah Alto style.

Batik menjadi ide dasar modifikasi AMMDes ini. Dengan landasan konsep modifikasi tersebut, Tomi membalut sekujur bodi eksteriornya dengan tema Batik. Modifikasi airbrush dengan grafis vector batik dipiih untuk membalut bagian kepala hingga bak AMMDes tersebut.

“Batik merupakan salah satu ciri khas kebudayaan Indonesia, dan AMMDes ini merupakan karya Anak Bangsa. Maka itulah, kami buat dua konsep modifikasi, pertama bicara soal ketangguhan dan ini bicara soal identitas kendaraan angkut pedesaan hasil buatan dalam negeri,” kata Tomi.

Grafis batik menempel juga di sisi samping bak AMMDes ini.

Proses pembuatannya pun melewati tiga tahap. Proses molding menjadi langkah awal yang dikerjakan oleh Tomi dan crew-nya, kemudian proses semprot airbrush. Pada saat proses semprot Tomi menambahkan gradasi. Dan tahap akhir ditutup dengan tiga kali lapisan pernis, supaya hasilnya maksimal.

Bak berbahan plat bordes, kokoh dan kuat.

Tak sia-sia, hasil modifikasi AMMDes ini menuai pujian dari Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia. Pasalnya, semua modifikasi dilakukan dengan perhitungan matang mulai dari konsep, proses penggarapan dan finishing hingga hasilnya maksimal. Tak heran pula jika Rekor Otomotif Indonesia (ROI) menganugerahkannya penghargaan. Bravo Tomi Airbrush! [nus/TA.com]

AMMDes di IMX 2018 Lebih Macho Berkat Modifikasi Karya Tomi Airbrush

0

Selama pameran Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 berlangsung Sabtu (17/11) hingga Minggu (18/11) kemarin di salah satu area pamer jajaran mobil-mobil modifikasi dan berbagai produk serta merek pendukung, nampak salah satu booth berisi kendaraan unik dengan tampang yang sangat maskulin. Yup, booth itu merupakan milik brand Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes), sebuah kendaraan dalam negeri yang diproduksi oleh PT. Kiat Mahesa Wintor Indonesia (PT KMWI), dan PT. Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) sebagai distributornya.

Bumper depan senada dengan rollbar di Pilar A.

Tampilan AMMDes di ajang IMX 2018 sudah melewati proses modifikasi oleh builder kenamaan Tomi Gunawan, pemilik rumah modifikasi Tomi Airbrush. “Ada dua konsep yang diaplikasi pada dua kendaraan angkut tersebut, yakni berkarakter tangguh dan fungsional sedangkan yang satunya lagi lebih modifikasi mengarah pada penekanan imej sebagai kendaraan angkut produksi dalam negeri,” beber Tomi saat ditemui di booth Rekor Otomotif Indonesia (ROI) kemarin.

Modifikasi bagian depan menjadikan tampang AMMDes terlihat kokoh dan berkarakter.

Konsep pertama, sang AMMDes dibuat lebih berkarakter, warna bodi eksteriornya dibuat eye catchy dengan warna orange candy. Di kendaraan ini Tomi lebih menekankan pada fungsi dan karakter tangguh dalam konsepnya. Perubahan paling signifikan nampak pada sekujur bagian kepala yang dikelilingi rollbar. Fungsinya sebagai kendaraan angkut di area perkebunan atau pertanian, rollbar mampu melindungi kendaraan dari ancaman benturan pada sekitar bodinya. Selain itu semua komponen bagian eksterior seperti bumper depan, grill, hingga lampu depan dan over fender mengarah pada konsep kendaraan tangguh.

Interior AMMDes.

Sisi depan rollbar pelindung Pilar A jga dipenuhi dengan empat buah lampu tembak alias foglamp. “Fungsi lampu tembak pada bagian depan ini, melengkapi kendaraan tersebut saat berjalan di area perkebunan atau pertanian yang gelap. Diharapkan mampu membantu pengendara saat senja atau menjelang malam,” ujar Tomi. Sementara untuk lampu utama diganti dengan model LED, agar lebih terang.

Bak diubah berbahan plat bordes, lebih kuat menampung beban.

Bak AMMDes diganti dengan plat bordes. Bukan saja mengejar penampilan kokohnya saja, tapi juga memenuhi unsur kekuatan alias berkenaan juga dengan kemampuan daya angkutnya. Maka itulah, dalam penyajian display-nya, bak AMMDes berkelir oranye ini diisi dengan motor gede (moge).

Penghargaan ROI untuk AMMDes diterima langsung oleh Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia.

Tak sia-sia, hasil modifikasi AMMDes ini menuai pujian dari Airlangga. Pasalnya, semua modifikasi dilakukan dengan perhitungan matang mulai dari konsep, proses penggarapan dan finishing hingga hasilnya maksimal. Pantaslah jika Rekor Otomotif Indonesia (ROI) menggajarnya dengan penghargaan tertingginya. Mantaap brooo! [nus/TA.com]

Helm Indonesia untuk Airlangga Hartarto

0

Ada pemandangan unik pasca penganugerahan Rekor Otomotif Indonesia (ROI) untuk kendaraan angkutan pedesaan, Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diterima langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto di ajang Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, Minggu (18/11) kemarin.

Helm modifikasi airbrush untuk Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dari Tomi Gunawan, Founder ROI.

Dalam kesempatan tersebut Tomi Gunawan, Founder ROI, memberikan helm modifikasi airbrush sebagai tanda terima kasih atas kehadiran dan dukungan Airlangga terhadap karya modifikasi Tanah Air, terutama atas modifikasi AMMDes hasil garapannya.

Burung Garuda tersemat di bagian depan helm.

Tomi mengambil tema Indonesia untuk modifikasi airbrush helm tersebut. Dalam penggarapannya ada campuran grafis bertema batik vector serta dipadu dengan motif-motif bericirikan Indonesia. Melengkapi konsep Indonesia, yang beraneka ragam budaya dan terdiri atas pulau dan kepulauan, Tomi juga memasukan unsur tersebut di dalamnya.

Ada grafis tema batik vector.

Burung Garuda disematkan dalam grafis airbrush helm tersebut sebagai lambang dan simbol negara, yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian Tomi juga mewujudkan keragaman dan kekayaan alam Indonesia dengan menyematkan gambar-gambar grafis airbrush berupa peta Indonesia.

Komposisi warna krem, coklat dan emas menambah kesan “ciamik” helm modifikasi yang sengaja dipersiapkan khusus untuk Airlangga Hartarto, dalam waktu yang singkat. Tomi mengerjakan helm tersebut dalam waktu 24 jam, dan baru kepikiran saat gelaran IMX 2018 berlangsung di hari pertama. Mantap brooo! [nus/TA.com]

Dua Hari Digelar, IMX 2018 Sukses Abiis!

0

Gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, selama dua hari digelar meraup sukses. Segala dukungan dan pujian datang dari berbagai pihak, diantaranya ada dari Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa Pemerintah sangat mengapresiasi terselenggaranya IMX 2018 ini. Ia yakin IMX akan menjadi pintu gerbang industri modifikasi dan aftermarket untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan luar negeri.

“Ini kreativitas industri otomotif yang luar biasa, pertama kali diselenggarakan di Indonesia, Pemerintah mendukung. Kami berharap Indonesia Modification Expo bisa menjadi acara tahunan,” katanya saat mengunjungi hari kedua IMX 2018, Minggu (18/11).

Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto.

Keberhasilan lain yang patut diacungi jempol, kehadiran IMX 2018 untuk kali pertama ini berhasil menyatukan dan merangkul semua potensi modifikasi dan aftermarket untuk memiliki expo sendiri. Membuka babak baru dunia tuning Tanah Air menuju industri besar.

Project Director IMX 2018 Andre Mulyadi mengatakan, “Amerika Serikat, dan Jepang juga yang negara besar lainnya punya expo modifikasi sendiri. Dan kini Indonesia pun pertama kalinya memiliki, IMX 2018 yang telah sukses diselenggarakan. Terima kasih banyak atas dukungan dari semua pihak karena turut menyukseskan terselenggaranya IMX 2018.”

Project Director IMX 2018, Andre Mulyadi menemani Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto saat berkunjung ke IMX 2018, Minggu (18/11).

Kesuksesan secara finansial pun mengiringi langkah perdana IMX 2018. Fantastis, selama dua hari digelar, berdasarkan data dari masing-masing booth peserta yang ikut berpartisipasi, total transaksi di IMX 2018 mencapai Rp. 3 milyar.

Body kit set buatan lokal, KARMA by Kiki Anugraha yang melakukan world premiere di IMX 2018 meraup penjualan via pemesanan online sebanyak 7 set yang datang dari beberapa negara. Harga satu set body kit yang terdiri dari bumper depan-belakang, splitter, fender depan, over fender, side skirt, diffuser, dan ducktail dibanderol 3.000 dolar Amerika. Belum termasuk exhaust system yang dijual terpisah seharga 856 dolar Amerika.

Toyota 86 “KARMA” dengan bodikit lokal kolaborasi desainer dari Amerika Serikat.

Selain itu dari jajaran mobil modifikasi NMAA TOP 50 ada beberapa yang ditawar kolektor. Misalnya seperti Toyota Sprinter Trueno AE86 yang ditawar kolektor Rp 1,7 miliar, atau nilai penawaran terhadap sebuah mobil klasik yang mencapai 400 ribu dolar Amerika.

IMX 2018 juga menobatkan mobil Mazda RX-7 FD2S 2002 dengan modifikasi berbalut tuner RE Amemiya asal Jepang sebagai The Ultimate NMAA TOP 50. Mobil ini dipilih juri yang terdiri dari Big Bike dan Ryan “Rywire” Basseri modifikator dari Amerika Serikat, Yoshioka Shinta dari Osaka Automesse, serta perwakilan komite NMAA karena dinilai memiliki kualitas modifikasi paripurna dan langka.

“Kami senang dengan raihan positif dari penyelenggaraan perdana IMX. Pengunjungnya ramai, transaksi yang terjadi juga diluar perkiraan, dan paling penting banyak juga dukungan positif dari para pelaku modifikasi Indonesia yang berminat akan ikut berpartisipasi pada IMX selanjutnya. Kami yakin dengan platform yang dibawa IMX ini, modifikasi Tanah Air bakal menjelma menjadi industri yang besar,” kata Andre.

Crowd IMX 2018.

Maka Indonesia Modification Expo 2019 akan dibuat lebih menarik, besar, seru, serta dibawa dengan gaung yang lebih luas lagi. Dukungan semua pihak, baik Pemerintah, pelaku industri aftermarket, bengkel, komunitas, dan pecinta modifikasi tentu sangat diharapkan untuk menyukseskan IMX berikutnya. See you at IMX 2019! [nus/TA.com]