33.9 C
Jakarta
Home Blog Page 89

Aksi Peduli Sosial Komunitas GOMAX Riders di Masa Pandemi

0

Dampak pandemi Covid-19 masih banyak dirasakan masyarakat Indonesia, seperti juga dialami oleh para penarik ojek online. Meskipun terdampak, sebuah komunitas penarik ojek online GOMAX Riders, yang notabene keseluruhannya menggunakan Yamaha NMax turut berbagi rasa, dengan aksi sosial yang mereka gelar. Selama masa pandemi Covid-19, sejak Maret hingga Mei ini sudah ada 11 kali kegiatan sosial yang dilakukan.

Sebagai prinsipal dari kendaraan yang diandalkan para GOMAX Riders, PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengapresiasi kegiatan tersebut. “Hal ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Yamaha kepada para pejuang ojek online yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Yamaha agar tetap semangat menghadapi masa pandemi ini.” Imbuh Frengky Rusli, selaku Chief DDS Jakarta PT. YIMM.

Kegiatan sosial yang dikhususkan untuk sesama pejuang ojek online dan kaum dhuafa ini bertujuan untuk mempererat solidaritas. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk bermacam-macam seperti, sembako, masker, hand sanitizer, sabun pencuci tangan, nasi kotak, dan lainnya.

“Alhamdulillah kami sudah berjalan kegiatan sosial sebanyak 11 kali sejak Maret. Dalam kegiatan selama ini, kami selalu di support oleh para donator perorangan dan perusahaan yaitu Yamaha Motor, Top 1 Oil, Helm JPX, TDR, Ketoprak Bang Rudi dan Rumah Kutub Sosial, ” tutur Anang selaku Ketua Umum Gomax Riders.

Menurut GOMAX Riders, kegiatan sosial seperti ini sangat positif dan berharap dapat dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian yang dapat membangkitkan semangat bagi sesama walaupun nantinya kondisi pandemi ini sudah berakhir. [nus/TA.com]

Hyundai Soroti Kebersamaan dan Solidaritas Hadapi Pandemi Covid-19

0

Sebuah gerakan tengah digalakkan Hyundai Motors Indonesia (HMID), dengan merilis video mengangkat tema dengan tanda pagar (#GerakkanHarapan). Ini sebagai tanggapan bagi kemajuan untuk kemanusiaan (Progress for Humanity) yang semakin kuat di masa penuh tantangan akibat pandemi Covid-19 ini. Video ini menyoroti kebersamaan dan solidaritas dengan menunjukkan bagaimana pandemi pada awalnya membawa rasa takut, khawatir, dan ketidakpastian, hingga di sepanjang masa-masa sulit, setiap orang di berbagai lapisan masyarakat akhirnya menemukan keberanian untuk berjuang dan turut berperan dalam membantu sesama.

Sisi lain yang ingin disampaikan Hyundai melalui kampanye ini untuk mengajak semua orang agar mendukung para pejuang di garda terdepan dengan cara terus menerapkan #JagaJarak demi lebih menekan penyebaran virus corona. Video #GerakkanHarapan tersebut dirilis secara resmi di laman Youtube dan kanal media sosial resmi lainnya milik Hyundai Motors Indonesia.

SungJong Ha, President Director of PT. Hyundai Motors Indonesia (HMID), mengatakan, “Hyundai selalu berusaha meningkatkan kualitas hidup semua orang. Keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan karyawan, pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat sekitar di mana kami melakukan bisnis, adalah yang paling penting bagi kami, termasuk di masa pandemi saat ini. Kami juga memahami bagaimana kondisi ini telah berdampak pada kehidupan setiap individu di masyarakat, oleh karena itu, sebagai perusahaan otomotif global yang memiliki tujuan membangun Masa Depan Mobilitas / Future of Mobility, kami merasa terdorong untuk berkontribusi dan bergabung dalam memerangi pandemi di dunia, termasuk di Indonesia, yang kemudian menginspirasi kami untuk memberikan serangkaian dukungan yang relevan dengan cara terbaik yang bisa kami lakukan.”

“Momen bersejarah ini adalah saat yang paling tepat bagi kita semua untuk bersatu. Kami telah menyaksikan setiap individu di masyarakat ikut berpartisipasi demi menekan penyebaran virus, baik memberikan dukungan materi atau setidaknya berbentuk dukungan moral dengan terus mempraktikkan #JagaJarak di lingkungan sosialnya. Di sisi lain, kemanusiaan telah menjadi sebuah pemikiran yang global dan selaras dengan visi kami, dan disertai keinginan kami untuk memelihara semangat tersebut, menjadikan Hyundai akan tetap teguh menjaga komitmennya, yang juga terwujud dalam kampanye #GerakkanHarapan ini, ”tambah SungJong Ha. [nus/TA.com]

Logo Jadi Ide Dasar Modifikasi Cutting Sticker Ford Mustang GT

0

Dalam waktu dekat ada dua pekerjaan modifikasi straight cutting sticker Ford Mustang GT yang diselesaikan oleh Tomi Gunawan dan crew-nya di bengkel Tomi Airbrush. Setelah modifikasi straight cutting sticker berwarna oranye dan hitam, ini ada satu lagi dengan modifikasi yang sama namun berbeda warna dan dasar idenya.

Ford Mustang GT yang satu ini memiliki warna dasar biru, ide pembuatan cutting sticker-nya pun berawal dari logo ikonik sedan sport tersebut. Ada 3 warna yang terdapat pada komposisi logo Ford Mustang, yakni merah, putih dan biru. Inilah yang disepakati oleh Tomi Gunawan dan pemiliknya.

Sedan sport dengan warna dasar biru tersebut dilapis cutting sticker dengan desain straight menyentuh atas engine hood, kap bagian atas hingga ke belakang. “Modifikasi straight cutting sticker ini cukup populer, pasalnya ini diambil dari logo Ford Mustang terbaru, dan banyak orang suka,” ungkap Tomi.

Proses pengerjaannya pun tak memakan waktu lama, kurang dari satu hari. Terhitung mulai dari pembuatan desain hingga proses eksekusi. Mantap ya guys, tak butuh waktu lama, tampilan mobil sudah berubah, jadi makin “kece”. [nus/TA.com]

Modifikasi Cutting Sticker Ford Mustang GT

0

Banyak proyek modifikasi yang dihasilkan bengkel modifikasi Tomi Airbrush, mulai dari modifikasi sepeda, motor bahkan mobil-mobil berkelas hingga mobil sport sekalipun. Baru-baru ini, bengkel Tomi Airbrush baru saja menyelesaikan modifikasi cutting sticker untuk Ford Mustang GT. Ada dua unit mobil yang digarap sekaligus.

Ford Mustang GT yang pertama yakni berdasar oranye dan hitam. Hitam juga mendominasi warna sedan sport tersebut. Maka tak sulit bagi Tomi Gunawan, pemilik sekaligus builder bengkel Tomi Airbrush untuk mengubah tampilannya melalui cutting sticker. “Konsep yang utama adalah menambah dominasi warna hitam pada bagian bodi sedan sport tersebut. Maka kombinasi straight hitam menjadi penguat konsep modifikasi cutting sticker-nya,” ungkap Tomi.

Proses diskusi konsep tak berlangsung alot, pasalnya, sang pemilik memang sudah menyukai tampilan ikonik Ford Mustang dengan straight hitam di atas dasar oranye. Diperlukan waktu tak lebih dari satu hari untuk mengaplikasikan modifikasi cutting sticker tersebut. [nus/TA.com]

Halalbihalal Virtual Komunitas dan Klub Mobil Nasional

0

Forum Community Indonesia sukses menggaet sekira 100 komunitas dan klub mobil dalam gelaran “Halal Bi Halal Komunitas Nasional”. Acara tersebut berlangsung secara digital pada, Sabtu (6/6) kemarin. Ini diambil dalam rangka menyiasati momentum Lebaran 2020 yang jatuh di masa pandemi Covid-19, di mana setiap orang harus mematuhi protokol kesehatan untuk tetap #dirumahaja.

Kegiatan ini digagas oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan juga pengurus Indonesia Community yang saat ini sudah menaungi ratusan komunitas dan klub mobil secara Nasional. Selain menjadi ajang silaturahmi digital komunitas dan klub mobil paling besar yang dihadiri ratusan orang, acara “Halal bi Halal Komunitas Nasional” sekaligus menjadi salah satu ajang Road to Event Tokopedia Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 yang akan dihelat 10-11 Oktober mendatang.

Screenshoot para peserta Halalbihalal daring.

“Silaturahmi offline antar komunitas dan klub mobil yang biasanya kami lakukan, saat ini harus dijalankan secara daring karena situasi yang belum pulih sepenuhnya. Cara ini kami ambil karena pandemi yang sedang berlangsung tidak akan membatasi kita semua untuk bersua dalam keindahan Halalbihalal sehingga kekompakan tetap terjaga,” kata Garry Immanuel selaku founder Indonesia Community.

Meski diadakan secara daring, namun tak mengurangi keseruan silaturahmi. Tak hanya sekadar tatap muka, kegiatan ini juga diisi dengan banyak informasi soal tips and trik berkendara, modifikasi, sampai kesehatan yang dibawakan beberapa orang speakers yang kompeten di bidangnya. Diantaranya Andre Mulyadi selaku penggagas NMAA dan Project Director IMX, Aldhy Rais yang menjabat Community Manager HSR Wheels, Yunus Suprihanto dari Marketing Pioneer Indonesia, Marco Chendra distributor cat Raptor di Indonesia, Devi owner produk chemical Automaster, serta dr. Dinto Purwandanu dari Omni Hospital.

“Kami melibatkan beberapa merek aftermarket dalam kegiatan silaturahmi komunitas terbesar di Indonesia ini dan memberikan fasilitas digital ini kepada para komunitas di Indonesia, karena memang adanya kebutuhan komunitas dan klub untuk saling bersua dan mengisi waktu luang dengan produktif. Tidak hanya membagikan tips and trik seputar modifikasi, kami juga memberikan edukasi protokol kesehatan di masa new normal ini,” sambut Andre Mulyadi.

Selain banyak informasi yang berguna, ajang Halalbihalal online ini juga membagikan banyak doorprize yang didukung oleh merek-merek aftermarket yang ambil bagian di dalamnya dan juga dari merek snack Soyjoy. Sehingga diharapkan selain silaturahmi antar anggota komunitas terjaga dan mendapat ilmu-ilmu baru, peserta yang beruntung juga berhak mendapat hadiah yang bisa digunakan untuk mobil kesayangannya. [nus/TA.com]

Repair Velg Sepeda Carbon di Tomi Airbrush

0

Penasaran dengan hasil akhir dari reparasi velg sepeda yang dikerjakan bengkel modifikasi Tomi Airbrush. Nah ini dia jawabannya. Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB, kegiatan bengkel Tomi Airbrush tetap berjalan, dengan mempertimbangkan protokol kesehatan dan instruksi Pemerintah. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Tomi yakni membuka layanan pengiriman barang lewat kurir online. Sehingga pelanggan tak perlu datang, untuk itu diperlukan konsultasi dan janji terlebih dahulu di nomor 0815 86 700 800.

Dan reparasi velg sepeda ini menjadi salah satu bukti dari pernyataan di atas. Belum lama ini, Tomi Airbrush baru saja menyelesaikan pekerjaan reparasi velg sepeda carbon. Cerita Tomi, “velg sepeda milik pelanggan tersebut awalnya menghantam lubang, sehingga terjadi kerusakan, retak di salah satu sisinya.” Lebih jauh dijelaskan, untuk mereparasinya diperlukan sedikit perlakuan berbeda ketimbang memperbaiki frame atau rangka sepeda

Velg carbon umumnya memiliki dua lapisan, untuk mereparasi perlu dibongkar lapisan bagian dalamnya. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan carbon kevlar di bagian dalam terlebih dahulu, kemudian dilanjut pada bagian luarnya. “Proses ini harus teliti terutama saat pemasangan carbon kevlar di bagian dalam, karena ini menjadi tumpuan kekuatannya.” Tentunya lanjut Tomi, pelapisan carbon kevlar bagian terluar menjadi poin kekuatan lainnya.

Proses berikutnya ada finishing dan proses pengecatan. Proses reparasi velg carbon sepeda ini memerlukan waktu sekira 8 hingga 10 hari. [nus/TA.com]

Heri Jagonya Reparasi Helm Bermerek

0

Reparasi helm di kota besar, terutama Jakarta memang banyak, namun yang benar-benar terpercaya sulit ditemukan. Jika Anda sedang mencarinya, baca artikel ini tentu merupakan jawaban tepat.

Heri Gunawan, seorang ahli reparasi helm bermerek sekelas Arai, Nolan, AGV, INK, Shoei, dan lainnya di Jakarta, ia masih memiliki hubungan family dengan Tomi Gunawan, sang builder dan pemilik bengkel modifikasi kenamaan. Nah, langsung saja ya guys, reparasi apa saja yang biasanya dikerjakan Heri.

Karet Kaca
Usia atau faktor pemakaian menjadi penentu dari rusaknya karet kaca serta karet list bagian bawah helm. Imbas utama yang terlihat jika karet tersebut lepas dari posisinya, jelas membuat helm menjadi tak sedap dipandang. Bawa ke Heri, dijamin beres!

Kaca Helm
Kaca helm juga bisa rusak, akibat pemakaian atau usia. Nah, akibatnya pandangan bisa jadi terganggu, apalagi kalau malam hari. Heri dapat memperbaiki kerusakan tersebut, tanpa harus menggantinya. Hal ini ditentukan dari tingkat kerusakannya. Jelas lebih murah ketimbang Anda harus menebus kaca helm yang baru.

Klip Helm
Klip juga menjadi faktor penentu dari fungsi utama helm sebagai perangkat keselamatan. Jika klip helm Anda bermasalah, segera perbaiki atau jika perlu gantilah yang baru. Tapi bawa dulu ke Heri, siapa tahu ia bisa memberikan solusi yang tepat sebelum benar-benar memang harus diganti. Kalaupun harus diganti, Heri pun menjamin penggantian klip tidak akan mengubah fungsi pengancing helm itu sendiri sebagai salah satu poin keselamatan.

Modifikasi Helm
Ukuran yang tak sesuai dengan kepala juga jadi masalah, selain tak nyaman, fungsi utama helm sebagai perangkat keselamatan juga jadi tidak maksimal. Serahkan pada Heri, ia mampu mengatasinya. Biasanya ukuran tak sesuai ini banyak dialami oleh pebalap. Diperlukan modifikasi agar helm benar-benar menempel sempurna dan aman digunakan saat beraksi di lintasan balap.

Laundry Helm
Selain mereparasi dan modifikasi, Heri juga menerima jasa perawatan helm-helm branded berupa laundry. Helm tersebut dicuci dengan melepaskan seluruh busanya dan dikeringkan kembali. Alhasil, setelah proses laundry, busa helm menjadi bersih dan kulit kepala Anda pun tetap sehat.

Masih penasaran atau Anda mau tahu lebih lanjut soal kepiawaian Heri? Silahkan kontak di nomor 081 814 8813. [nus/TA.com]

Pasar Otomotif Lesu, Penjualan Suzuki APV Justru Meningkat

0

Di tengah lesunya pasar otomotif akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) justru menuai hasil yang tak terduga. Angka penjualan salah satu produknya, Suzuki APV justru meningkat. Selama kuartal I 2020, penjualan salah satu kendaraan Suzuki yang diproduksi di Indonesia ini mencapai 1.399 unit dengan mayoritas penggunaan sebagai ambulan yang sangat dibutuhkan di saat seperti ini.

“Di tengah pandemi ini, Suzuki APV mendapat respons positif, baik dari Pemerintah maupun masyarakat. Ini terlihat dari terus meningkatnya angka penjualan sebanyak 262 unit pada Januari menjadi 358 unit di April, sehingga secara kumulatif total penjualan APV selama kuartal I sebanyak 1.399 unit. Angka penjualan tersebut didominasi oleh kebutuhan pelanggan yang menjadikan Suzuki APV sebagai ambulan terutama oleh Pemerintah,” terang Donny Saputra, 4W Marketing Director PT. SIS.

Dari total penjualan Suzuki APV di kuartal I sebanyak 1.399 unit, 74% di antaranya disumbang oleh penjualan Suzuki APV ambulan atau sebanyak 1.038 unit. Permintaan Suzuki APV ambulan tersebut didominasi sektor pemerintahan yaitu sebesar 88% (April 2020). Sektor pemerintahan seperti Dinas Kesehatan, Dana Desa, Pemerintah Daerah, Rumah Sakit Daerah mayoritas membeli Suzuki APV untuk dijadikan ambulan. Sementara di sektor lainnya, Suzuki APV digunakan sebagai ambulan untuk kegiatan CSR (Customer Social Responsibility Program) pada beberapa perusahaan, kendaraan ekspedisi, sewa mobil, dan ambulan untuk rumah sakit swasta. Tentunya Suzuki APV ambulan ini juga sejalan dengan Komitmen Higenis Suzuki yang diterapkan perusahaan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Peningkatan penjualan Suzuki APV sebagai ambulan di saat pandemi ini tentu bukan tanpa alasan. Kepercayaan pelanggan untuk menggunakan Suzuki APV sebagai ambulan didukung oleh fitur-fitur yang terdapat pada mobil tersebut, seperti: Covid Stretcher, LED Strobo, Vynil Floor, Doctor Seat, Medical Cabinet, Regulator Oxygen dan beberapa spesifikasi perlengkapan medis lainnya yang menjadikan Suzuki APV sebagai kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dalam menangani kondisi di bidang kesehatan saat ini.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada Suzuki APV. Tentunya, kami sangat bangga bahwa Suzuki APV dapat memenuhi kebutuhan serta mendampingi salah satu garda terdepan, yaitu tenaga medis, dalam melawan Covid-19. Hal ini semakin memotivasi kami untuk terus memenuhi kebutuhan pelanggan akan produk dan pelayanan yang berkualitas,” tutup Dony. [nus/TA.com]

Penuhi Kebutuhan Ekspor, Pabrik Suzuki Mulai Beroperasi

0

Pabrik Suzuki bertahap mulai kembali beroperasi. Setelah sempat terhenti sejak 13 April hingga 22 Mei, mengikuti himbauan Pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal ini didasari untuk memenuhi kebutuhan ekspor karena permintaan pasar Internasional, yang berangsur pulih dari dampak pandemi Covid-19.

“Pabrik Suzuki mulai beroperasi kembali secara bertahap untuk memenuhi permintaan ekspor, mengingat pasar Internasional sudah mulai pulih pasca pandemi Covid-19. Namun, pada tahap awal ini kami akan mengurangi volume produksi, dan secara bertahap akan kami lakukan evaluasi agar volumenya bisa ditingkatkan. Kami juga memastikan tetap menjalankan Suzuki Hygiene Commitment dan standar protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah untuk seluruh karyawan dalam pengoperasian pabrik. Ini adalah langkah kami untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru atau New Normal sambil terus mendukung perekonomian Indonesia,” ungkap Seiji Itayama, President Director PT. Suzuki Indomobil Motor/PT. Suzuki Indomobil Sales.

Seperti disampaikan Seiji Itayama, pabrik Suzuki beroperasi kembali secara bertahap. Dari ketiga lokasi pabrik yang ada di Cakung, Cikarang, dan Tambun yang terbagi menjadi Tambun 1 dan tambun 2, pabrik Tambun 2 merupakan area yang belum akan beroperasi. Hal ini dikarenakan pabrik Tambun 2 merupakan lokasi produksi model-model yang lebih banyak ditujukan untuk pasar domestik, seperti Suzuki New Carry Pick Up, Suzuki APV, dan Suzuki Karimun Wagon R.

Di pabrik lainnya, Suzuki memastikan seluruh kegiatan operasional dipantau dengan ketat dan memenuhi regulasi pemerintah mengenai physical distancing. Karyawan akan dipastikan untuk mengenakan masker, selalu mencuci tangan, hingga menjaga jarak aman dengan karyawan lainnya. Untuk itu, Suzuki membagi jadwal makan siang di pabrik menjadi 2 shift sehingga tidak terjadi penumpukan orang serta membuat sekat di atas meja makan. Selain itu, di beberapa lokasi kerja yang tidak memungkinkan untuk dilakukan physical distancing, seperti di line production, dipasangi sekat di antara karyawan untuk meminimalkan risiko penularan virus.

Di samping memprioritaskan kualitas ekspor dan pelayanan ke pelanggan, Suzuki juga tetap fokus pada keamanan dan keselamatan karyawan. “Kami berupaya dengan optimal mendukung perekonomian Indonesia dan memprioritaskan kualitas layanan untuk pelanggan. Namun, keselamatan dan kesehatan karyawan juga tetap menjadi fokus kami. Kami harap keputusan ini adalah yang terbaik untuk semua pihak pada saat pandemi Covid-19 ini,” tutup Itayama. [nus/TA.com]

Modifikasi Sepeda, Percayakan Pada Tomi Airbrush

0

Ada banyak hal positif yang bisa dilakukan dalam masa Work From Home (WFH) di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Seusai menyelesaikan tanggung jawab dalam hal pekerjaan, Anda juga bisa melakukan kegiatan kemanusiaan. Nah, Anda juga perlu menjaga kebugaran fisik dengan berolah raga, agar tubuh dan imun tetap terjaga dan sehat.

Bagi Anda yang memiliki hobi bersepeda, ingin tampilan sepeda Anda jadi makin “ciamik”, Tomi Airbrush siap mewujudkannya. Dengan pengalaman dan kepiawaiannya di dunia modifikasi, bengkel yang bermarkas di jalan Duri Kepa nomor 103, Jakarta Barat ini terbuka menerima ide dan keinginan Anda untuk memodifikasi sepeda.

Modifikasi pengecatan atau airbrush frame sepeda.

Bagaimana caranya di tengah masa harus berdiam di rumah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB ini untuk mewujudkan keinginan Anda? Cukup hubungi nomor 0815 86 700 800 untuk konsultasi dan tukar pikiran soal ide. Selanjutnya, Anda cukup mengirimkan sepeda Anda lewat kurir, yang akan diterima oleh admin bengkel setelah melewati proses janji.

Tomi Gunawan menegaskan, “di masa seperti (PSBB_Red) seperti ini, kami tetap mengutamakan pelayanan kepada pelanggan. Ada banyak cara yang kami tawarkan, salah satunya proses konsultasi gratis, yang telah lama diterapkan, hingga pelayanan admin untuk menunggu kedatangan parts ataupun kendaraan Anda di bengkel, termasuk sepeda.”

Modifikasi sepeda bermerek.

So, Anda tetap bisa berdiam diri di rumah, dan keinginan memodifikasi sepeda bisa terealisasi. Stay at home, putus rantai penyebaran Covid-19. [nus/TA.com]