28 C
Jakarta
Home Blog Page 126

Datsun GO PI Limited Edition

0

Masih ingat dengan karya modifikasi spektakuler Datsun GO PI dari Tomi Gunawan, pemilik bengkel Tomi Airbrush? Kalau Anda lupa bisa klik link ini. Nah, mobil hatchback berbasis Datsun GO Panca tersebut ternyata menarik perhatian Datsun Indonesia dengan merilis edisi spesial di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Datsun Indonesia mengeluarkan Datsun GO PI Limited Edition, hanya sebanyak lima unit saja. Mengusung tema yang sama, Persatuan Indonesia, Datsun Indonesia juga menyelipkan sejumlah paket modifikasi asli dari pabrikan. Seperti pada bodikit, velg racing dari pabrikan, spion berdesain trendi, jok kulit, hingga bodi berbalut airbrush.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Tomi, “harga Datsun GO PI Limited Edition ini dibanderol selisih Rp. 30 juta dari harga On The Road Datsun GO Panca standar.”

Tomi juga berkomentar bahwa dirinya tak menyangka pihak Datsun Indonesia tertarik dengan karya modifikasinya yang berhasil menyabet gelar Ultimate Champion Datsun Xplore Your Style 2016, akhir tahun lalu. Hingga membuat edisi spesial dan diluncurkan pula di GIIAS 2017.

Tomi Gunawan, saat konferensi pers di booth Datsun Indonesia, GIIAS 2017.

“Kami berterima kasih kepada Datsun Indonesia, karena kami dipercaya oleh Agen Pemegang Merk (APM) Datsun Indonesia dalam suatu kerjasama pembuatan Datsun GO PI Limited Edition ini, dan dipamerkan pula di GIIAS 2017. Dimana kita tahu, ini merupakan ajang otomotif berskala internasional di Indonesia”, ungkap Tomi dengan penuh rasa haru.

Menjelaskan konsep modifikasi Datsun GO Persatuan Indonesia.

Mendapat kepercayaan seperti ini, merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pacuan bagi Tomi untuk menghasilkan karya modifikasi yang lebih baik lagi ke depannya. “Kami perlu dukungan untuk dapat menghasilkan karya-karya modifikasi kreatif dan hasil maksimal. Tentunya kami memiliki tujuan yang sama dengan semua insan otomotif Indonesia, untuk terus berupaya berpatisipasi dalam memajukan industri otomotif di Indonesia,” harap Tomi. Bravo Tomi Airbrush! [nus/TA.com]

Tomi Airbrush Sabet Penghargaan Autocar Indonesia Reader’s Choice

0

Ajang Autocar Indonesia Reader’s Choice Awards (ARCA) 2017 yang digelar pada pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Kamis (10/8) lalu menetapkan nama Tomi Airbrush sebagai salah satu peraih award dengan kategori Tomi Gunawan “Airbrush” Car Enthusiast.

Tomi Airbrush dianggap memiliki inovasi atau terobosan dalam menciptakan karya-karya nyata di dalam industri otomotif. Tak hanya itu saja, Tomi Airbrush dianggap layak menerima penghargaan ARCA 2017 karena juga mampu memberikan yang terbaik untuk kemajuan industri otomotif dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Tomi Gunawan, selaku pemilik bengkel Tomi Airbrush menyatakan rasa terima kasihnya. “Terima kasih untuk penghargaan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami.”

Menerima penghargaan Tomi Gunawan “Airbrush” Car Enthusiast.

Lebih lanjut Tomi juga menyatakan bahwa dengan adanya apresiasi dari Autocar ini membuat dirinya secara pribadi dan tim bengkel Tomi Aibrush, berupaya untuk memberikan yang terbaik lagi dengan totalitas kerja maksimal. Sehingga harapannya bisa terus memberikan “warna” di dunia otomotif Indonesia.

Piagam penghargaan Tomi Gunawan “Airbrush” Car Enthusiast.

“Tentu saja dengan adanya penghargaan Tomi Gunawan “Airbrush” Car Enthusiast ini merupakan motivasi bagi saya dan tim, dan kami mohon dukungan moril kepada semua insan otomotif dan masyarakat secara luas, supaya bisa berkarya lebih baik lagi, dan dunia otomotif Indonesia semakin maju,” ungkapnya dengan penuh harapan. [nus/TA.com]

Bukti Komitmen NMAA Kembangkan Industri Modifikasi dan Aftermarket

0

Komitmen National Modification & Aftermarket Association (NMAA) untuk memajukan industri modifikasi dan aftermarket di Indonesia semakin nyata. Bukti terkini yang digagas oleh NMAA adalah terealisasinya kerjasama antara Indonesia dengan Jepang dalam bidang aftermarket.

Kerjasama tersebut diumumkan sejalan dengan pembukaan gelaran otomotif internasional, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Kamis (10/8) kemarin. Dalam hal ini NMAA bekerjasama dengan Osaka Automesse, yang didukung asosiasi aftermarket di Jepang seperti NAPAC, JASMA, dan APARA, serta segenap pegiat industri aftermarket dalam negeri. Bukan hanya menggelar event bersama di GIIAS 2017 saja, tapi juga menjalin kerjasama dalam bidang aftermarket antara Indonesia dengan Jepang.

Booth NMAA, Hall 2, GIIAS 2017.

Seperti disampaikan Andre Mulyadi, CEO NMAA, “kami memiliki tujuan mengembangkan dunia otomotif khususnya modifikasi di Indonesia untuk maju terus ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Tentu kerjasama ini mempunyai dampak positif bagi kemajuan industri aftermarket di Indonesia dari segi bisnis. Lebih lanjut Andre mengatakan, dengan adanya kerjasama ini produk-produk Indonesia khususnya produk modifikasi dan aftermarket bisa di ekspor ke luar negeri, seperti Jepang.

Max Adam Kamil, Pioneer, memberikan sambutan mewakili pihak Indonesia.

“Kami mengajak para pelaku dan pegiat industri otomotif dan pegiat aftermarket di Indonesia untuk maju lagi ke level yang lebih tinggi. Dengan adanya kesempatan yang terbuka lebar untuk saat ini, kami mengajak seluruh potensi pasar yang ada saat ini untuk joint the next level, agar bisa membuat modifikasi naik secara kualitas dan penjualan,” tutup Andre.

Mr Yoshioka Shinta, perwakilan Osaka Automesse.

Acara pengumuman kerjasama ini disampaikan langsung oleh Andre, di booth NMAA, Hall 2, GIIAS 2017 dengan disaksikan sejumlah saksi dari pihak Osaka Automesse, perwakilan pihak Indonesia yang terlibat kerjasama ini, AP Force, QMAX, Pioneer, dan Accelera, serta Agen Pemegang Merk (APM) Datsun Indonesia.

Surya Dharma, Accelera, mewakili Indonesia menerima penghargaan ROI.

Kerjasama ini juga mendapat apresiasi dari Rekor Otomotif Indonesia (ROI). Tomi Gunawan, Founder ROI menganugerahkan penghargaan tertingginya atas kerjasama ini dengan kategori kerjasama Aftermarket Indonesia – Jepang Pertama di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Osaka Automesse dan juga segenap pegiat industri aftermarket dalam negeri. [nus/TA.com]

Penghargaan ROI untuk Kerjasama Aftermarket Indonesia-Jepang Pertama

0

Rekor Otomotif Indonesia (ROI) turut serta meramaikan pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Kamis (10/8) kemarin. ROI memberikan apresiasi atas kerjasama di bidang aftermarket antara Indonesia dengan Jepang yang digagas oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA).

Hal ini merupakan perwujudan peran ROI sebagai wadah insan otomotif dan tolak ukur penghargaan otomotif di Indonesia yang ingin mengukuhkan karyanya di bidang otomotif, ROI mengeluarkan piagam penghargaan tertingginya kepada sejumlah pelaku industri otomotif Indonesia.

Tomi Gunawan berikan sambutan sebelum penganugerahan penghargaan tertinggi ROI.

Berlangsung di booth NMAA, Hall 2, Tomi Gunawan, selaku Founder ROI mengeluarkan penghargaan tertingginya atas kerjasama yang terjalin di bidang aftermarket antara Indonesia dengan Jepang. Adapun kategorinya adalah Kerjasama Aftermarket Indonesia – Jepang Pertama di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Osaka Automesse yang didukung asosiasi aftermarket di Jepang seperti NAPAC, JASMA, APARA, dan juga segenap pegiat industri aftermarket dalam negeri.

Mr. Yoshioka Shinta, perwakilan Osaka Automesse menerima penghargaan ROI.

Tak hanya mengeluarkan untuk pihak Osaka Automesse saja, penghargaan tertinggi ROI dengan kategori yang sama ini juga diberikan kepada Agen Pemegang Merk (APM) Datsun, produsen produk aftermarket AP Force, QMAX, Pioneer, dan Accelera.

Sales Manager EPTI Surya Dharma, perwakilan penerima penghargaan tertinggi ROI dari pihak Indonesia.

Tomi Gunawan, Founder ROI menyatakan, rasa bangganya bisa ikut menjadi bagian dari proses naik level-nya industri aftermarket Indonesia ini ke kancah global. “Pada kesempatan kali ini, kami bangga bisa menyaksikan langsung dimulainya kerjasama antara Indonesia dengan Jepang di bidang aftermarket. Kami melihat ada dampak positif yang akan berkembang dan membuka peluang yang lebih baik bagia dunia otomotif Indonesia nantinya.” [nus/TA.com]

Rekor Otomotif Indonesia Siap Ramaikan GIIAS 2017

0

Rekor Otomotif Indonesia (ROI) bersiap untuk meramaikan pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 yang akan berlangsung mulai esok (10/8) hingga Minggu (20/8) mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Dalam ajang otomotif terbesar yang mengusung tema ‘Rise of The Future Mobility’, ROI dipastikan akan hadir dan ambil bagian untuk menyemarakkan GIIAS 2017 dengan sejumlah penghargaan tertinggi yang akan dianugerahkan pada beberapa produsen, pelaku industri maupun insan kreatif di bidang otomotif Indonesia.

Menurut keterangan dari Tomi Gunawan, Founder ROI, ia dan tim telah menyiapkan beberapa penghargaan tertinggi ROI untuk produsen-produsen produk otomotif ternama di Indonesia. Saat dikonfirmasi mengenai penghargaan bagi Agen Pemegan Merk (APM), Tomi enggan membeberkan lebih lanjut. Siapakah kira-kira yang berhasil menorehkan catatan baru ROI di ajang GIIAS 2017? Ikuti terus informasi terkininya. [nus/TA.com]

Yamaha Cup Race Kebumen Dimeriahkan Komunitas YRFI

0

Gelaran Yamaha Cup Race (YCR) seri pertama yang berlangsung di sirkuit Alun-alun, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (6/8) kemarin dimeriahkan dengan kehadiran ratusan anggota komunitas Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI). Gathering dan city touring di event YCR jadi tradisi rutin yang ditunggu-tunggu.

Bisa turut menyemarakkan gelaran YCR seri pertama menjadi kebanggan tersendiri bagi YRFI, seperti diungkapkan oleh Ketua YRFI wilayah Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Teguh Widianto. “Ini sesuatu yang baru dan cukup mengejutkan buat kami karena Yamaha Cup Race (YCR) diadakan di Kebumen. Kami sangat antusias kumpul bareng dari berbagai wilayah, selain tuan rumah Kebumen ada dari Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Yogyakarta. Kami juga bisa lihat produk-produk baru Yamaha seperti Yamaha XMAX yang lagi naik daun dan beli aksesoris Yamaha dengan harga diskon di booth exhibition,” ungkapnya.

Berpose bersama.

Selain gelaran YCR itu sendiri, city touring dari anggotan YRFI juga menarik perhatian crowd yang hadir, pasalnya dalam konvoi tersebut hadir pula Yamaha All New R15 yang melintasi kota Kebumen. Selain itu juga ada klub Cilacap R15, Mio M3 Purbalingga Purwokerto, Byonic Nusakambangan, Xabre Owners Banyumas yang meramaikan city touring tersebut.

Tak hanya sekitaran Kebumen saja, YRFI dari Yogyakarta pun ikut merapat di Alun-alun Kebumen. Dan tentunya dengan acara seperti ini menjadi wadah antar anggota YRFI untuk saling bersilahturahmi. “Dengan dilaksanakannya di Kebumen ini jadi lebih bervariasi bergantian kota penyelenggara khususnya di provinsi Jawa Tengah. Klub-klub juga jadi lebih saling mengenal dan saling mendukung di acara besar Yamaha seperti YCR ini. Komunitas juga bisa menikmati atraksi lainnya seperti freestyle Wawan Tembong, bisa ketemu rider juara Asia, Wahyu Aji dan rider wanita Sabrina Sameh, ini menyenangkan,” beber Yoga Restu Adi, Wakil Ketua YRFI Yogyakarta. [nus/TA.com]

Suzuki A100 Jadi Sorotan Mata Para Bikers Suzuki

0

Gelaran Indonesia Motorcycle History (IMH) 2017 di Synthesis Residence Kemang yang digagas oleh Mastomcustom berhasil mengumpulkan 12 klub / komunitas bikers Suzuki dari berbagai model. Ajang ini merupakan ekshibisi karya seni sepeda motor Suzuki dari model produksi massal perdana hingga model terkini.

Apresiasi besar atas kehadiran klub / komunitas bikers Suzuki diberikan kepada BIGS Inc (Big Bike Suzuki Inc), ION (Inazuma Owner Network), Burgmanian Indonesia, GCI (GSX Club Indonesia), GSX Community, SSFC (Suzuki Satria F150 Club), SCI (Satria Club Indonesia), FICI (FU150 Injeksi Club Indonesia), SFI (Satria F150 Independen), SRFC (Suzuki Riders F150 Club), TCI (Thunder Club Indonesia) dan KOSTER Indonesia. Kekompakan dan keakraban antar bikers Suzuki terasa cair dan menggembirakan di hari yang spesial bagi perayaan sejarah sepeda motor Suzuki di Indonesia.

Crowd pengunjung Indonesia Motorcycle History (IMH) 2017.

Rombongan bikers Suzuki turut melakukan city riding dan berbondong-bondong melanjutkan perjalanannya ke IMH 2017 untuk melihat menariknya sejarah sepeda motor Suzuki di Indonesia yang telah dibalut dalam bentuk karya seni otomotif yang bernilai. Kekompakan mereka menunjukan kepuasan dan kebanggaan menjadi bagian dalam keluarga besar Suzuki.

Tak hanya itu saja, pemandangan menarik dari gelaran ini nampak pada sosok Suzuki A100 yang telah direstorasi. Mastomcustom mempersembahkan sebuah Suzuki A100 yang telah direstorasi kepada pemilik pertamanya yang merupakan sosok legendaris di dunia seni musik Indonesia, yaitu Yok Koeswoyo dari grup band Koes Plus. Motor yang telah berpisah lama dari Yok Koeswoyo tersebut berhasil ditemukan kembali dan disambut bahagia oleh sang pemilik pertama. Rencananya Suzuki A100 tersebut akan diserahkan kepada Museum Koes Plus.

Suzuki A100 di Indonesia Motorcycle History (IMH) 2017.

Selain Suzuki A100 yang didedikasikan untuk Yok Koeswoyo, motor yang juga mendapat banyak sorotan adalah Suzuki Power Free yang merupakan sepeda motor produksi masal pertama dari Suzuki di Dunia. Tingkat kelangkaan dan orisinalitasnya membuat banyak orang penasaran sekaligus teredukasi dengan kekayaan sejarah dunia roda dua di Indonesia.

Seiji Itayama, 2W Managing Director PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), menyatakan rasa bangga dan terima kasih atas sukesnya gealran IMH 2017, “kami ucapkan selamat atas kesuksesan penyelenggaraan acara Indonesia Motorcycle History (IMH) 2017. Semoga acara ini bisa konsisten ada pada tahun–tahun mendatang. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya mengangkat produk–produk legendaris Suzuki sebagai bintang utama pada acara, sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat. [nus/TA.com]

Freddy Soemitro Solo Riding Hingga Timor Leste

0

Freddy Soemitro, salah seorang biker senior Indonesia, menorehkan catatan panjangnya sebagai solo rider hebat negeri ini. Rider berusia lebih dari 60 tahun ini berhasil menguji kekuatan fisiknya dengan melakukan solo riding menggunakan Royal Enfield Classic 500 dari Cikampek menuju Timor Leste.

Catatan riding adventure tersebut berlangsung pada akhir tahun lalu, dan ramai dibicarakan hingga kini. Memakan waktu sekira setengah bulan, Freddy menjelajah dengan start dari Cikampek menuju Solo. Setelah bermalam di Solo, rute berlanjut ke Jawa Timur, melalui medan-medan tanjakkan dari wilayah Madiun, Kertosono, Pare, sampai ke Batu.

Berpose sebelum menyeberang pulau.

Melepas malam di Jawa Timur, rider senior yang sejak muda menggemari dunia otomotif, dan bergabung di Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) sejak 1989 ini melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali hingga Mataram dan Lombok. Di sini ia sempat “kongkow” dengan Komunitas Royal Enfield “The Green Team” untuk menghabiskan malam bersama, mengobrol santai seputar kegiatan komunitas motor di sekitar Bali dan Lombok.

“Kongkow” bersama teman-teman komunitas motor.

Usai Lombok Freddy melanjutkan perjalanan ke Maumere, banyak tantangan yang ditemui saat riding ke Maumere. Mulai dari hujan lebat, jalan yang tertutup longsor, hingga kondisi fisik yang menurun. Pengalaman membuktikan, sebagai seorang biker senior, Freddy memiliki kiat jitu menghadapi situasi ini. Freddy melakukan modifikasi pada motor tunggangannya, Royal Enfield Classic 500. “Mengantisipasi kondisi seperti ini, saya sempat melakukan sedikit modifikasi terhadap motor Royal Enfield dengan meninggikan handle bar serta mengatur posisi duduk senyaman mungkin sebelum berangkat. Karakter motor yang luwes dan fleksibel memudahkan saya untuk memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan,” tambah Freddy.

Rute perjalanan menantang.

Perjalanan terus berlanjut bahkan sempat tersesat, Freddy melewati daerah terlarang. Hingga pada akhirnya tujuan akhir menuju Timor Leste tercapai. Seiring kepuasan yang diperoleh Freddy menjelajah Dili, maka bertambah pula catatan solo riding di Tanah Air. Pada intinya Freddy mengakui keunggulan Royal Enfield Classic 500.

Freddy Soemitro, biker senior Indonesia (kiri).

“Motor Royal Enfield Classic 500 yang dikendarai juga menjadi salah satu faktor keberhasilan perjalanan saya kali ini. Dengan performa mesin dan ketahanannya yang baik, motor ini sangat handal. Saya dapat memacu kecepatan hingga top speed 120 kilometer per jam dengan manuver yang masih terasa ringan dan nyaman. Perjalanan dengan total jarak 5.800 kilometer ini merupakan salah satu pengalaman riding yang tidak terlupakan bagi saya.” tutup Freddy. [nus/TA.com]

BMW Semarakkan Ajang Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017

0

BMW turut berpartisipasi memeriahkan gelaran Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017, yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (30/7) kemarin. Acara tersebut merupakan gelaran terbesar bertema sport tourism, yang diikuti 6.500 pelari terdiri dari peserta lokal dan mancanegara.

Memeriahkan acara tersebut BMW Indonesia menghadirkan BMW i8 sebagai lead car dan BMW X5 xDrive40e iPerformance sebagai clock car resmi acara Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017.

“BMW merasa bangga untuk dapat mengambil bagian dalam kesuksesan dari penyelenggaraan Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017 dengan menghadirkan kendaraan mobilitas elektrik melalui sub-brand BMW i,“ ujar Karen Lim, President Director BMW Group Indonesia.

BMW X5 xDrive40e iPerformance hadir di Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017 sebagai Clock Car.

Karen menambahkan, “BMW i8 dan BMW X5 xDrive40e iPerformance sebagai kendaraan ramah lingkungan mampu menghasilkan emisi karbon CO2 yang rendah, menjadikannya kendaraan resmi yang sempurna bagi Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017. Hadirnya kendaraan BMW i8 dan BMW iPerformance menjamin kualitas udara lebih baik, dan keselamatan selama acara berlangsung.”

Dibuka langsung oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, dan Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017 dilaksanakan dengan titik start dan finish di Gedung Sate. Selain Gedung Sate, rute-rute yang dilalui oleh para peserta juga merupakan lokasi ikonik termasuk Jembatan Layang Pasupati, Jalan Asia Afrika, Gedung Merdeka, Masjid Raya dan Jalan Braga. Terbagi dalam 5 kategori, yaitu Full Marathon, Half Marathon, 10K, 5K dan Kid Dash (200 meter), Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017 diharapkan dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pelari selama mengitari lokasi-lokasi bersejarah di kota Bandung.

BMW S1000XR, kendaraan yang mengawal jalannya Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017.

“Kehadiran BMW i8 dan BMW X5 xDrive40e iPerformance dalam acara ini juga merupakan langkah konkrit dan bentuk komitmen dari BMW dalam tingkatkan kesadaran akan penggunaan energi ramah lingkungan di industri otomotif masa depan. Sebagai perusahaan pelopor terutama dalam hal inovasi, BMW secara konsisten perkenalkan teknologi dan kendaraan terbaru untuk membawa industri otomotif Indonesia ke arah yang lebih baik,” tutup Karen. [nus/TA.com]

Honda New Jazz RS Lebih Menggoda

0

Mempertahankan posisi market leader di segmen hatchback, PT. Honda Prospect Motor (HPM) baru saja merilis Honda New Jazz, kemarin (26/7). Hatchback favorit Honda ini dirilis dalam dua varian yakni Honda New Jazz RS dan Honda New Jazz, sama seperti versi sebelumya.

Dikatakan oleh pihak HPM, varian baru tersebut memiliki beberapa ubahan baru pada bagian eksterior, interior dan adopsi beberapa fitur-fitur baru. Honda New Jazz RS paling menggoda, selain tampilan eksterior baru, bagian dalam kabin pun tak luput dari adopsi desain dan fitur baru pula.

Saat peluncuran Honda New Jazz.

Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Service Director PT. HPM mengatakan, “sejak pertama kali dipasarkan pada 2004, Honda Jazz telah mengumpulkan penjualan total sebesar 287.240 unit yang menjadikannya hatchback dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Hingga kini, Honda Jazz juga terus memimpin sebagai market leader di segmen hatchback, sekaligus mobil yang sangat populer di kalangan anak muda, ajang balap, dan komunitas modifikasi. Kami percaya model ini dapat meneruskan popularitas Honda Jazz di Indonesia dan dapat memenuhi ekspektasi dari konsumennya.”

Beberapa tampilan baru yang menjadi senjata jual Honda New Jazz RS diantaranya ada desain baru pada grille depan dan bumper belakangnya. Bumper belakang Honda New Jazz RS juga telah dipersenjatai dengan diffuser, sementara sisi sampingnya nampak terpasang side skirt. Kemudian dilengkapi juga dengan LED Headlamp serta Daytime Running Light (DRL).

Eksterior sentuhan baru Honda New Jazz RS.

Melengkapi imej hatchback yang sporty dari Honda, maka spion Honda New Jazz RS dilapis dengan warna berbeda dari bodi, yakni hitam. Spion tersebut sudah retractable. Pelengkap gaya sporty lainnya dari Honda New Jazz RS juga terlihat pada penggunaan velg berbahan ringan R16 berdesain ciamik.

Selain berbagai perubahan pada eksterior, diperkenalkan juga pilihan warna Phoenix Orange Black Top, yaitu kombinasi warna oranye dengan atap hitam yang semakin menambah kesan sporty.

Menjamah bagian interior, PT. HPM juga membekali Honda New Jazz RS dengan aksen jahitan oranye pada bagian jok, lingkar kemudi, serta console box dan shift knob. Kabin New Honda Jazz RS juga semakin nyaman dengan head unit baru yang dilengkapi layar sentuh 8 inci dengan fitur panggilan telepone, audio bluetooth serta audio mirroring. Tampilan dashboard Honda New Jazz RS semakin canggih dengan fitur Smart Touch Auto AC juga dengan panel digital.

Paduan warna oranye dan head unit layar sentuh baru 8 inci.

Seluruh varian Honda New Jazz tersedia dalam 6 pilihan warna, yaitu Crystal Black Pearl, Modern Steel Metallic, Lunar Silver Metallic, White Orchid Pearl, Rallye Red, Attract Yellow Pearl, serta Phoenix Orange Pearl Two Tone khusus untuk varian RS.

Soal harga, Honda New Jazz dibanderol dalam beberapa pilihan On The Road untuk Jabodetabek. Honda New Jazz transmisi manual seharga RP. 232,5 juta, sedangkan yang bertransmisi matic dibanderol Rp. 242,5 juta. Bagi Anda penggemar Honda New Jazz RS, pihak HPM melabel harga Honda New Jazz RS manual Rp. 262,5 juta, dan yang matic diangka Rp. 272,5 juta. [nus/TA.com]