Anda mau modifikasi airbrush helm kesayangan dengan tema grafis sesuai selera? Segera hubungi bengkel modifikasi kenamaan, Tomi Airbrush. Di sini tak hanya modifikasi mobil dan motor saja, tapi juga sepeda, helm, serta beragam kendaraan custom lainnya.
Ini merupakan salah satu hasil karya dari Tomi Gunawan alias pemilik bengkel Tomi Airbrush. Yup, helm dengan modifikasi airbrush ini mengusung tema grafis racing. Sejatinya grafis airbrush racing ini dibuat untuk keperluan balap oleh sang pemilik helm.
“Pelanggan bebas menentukan batasan modifikasi yang diinginkannya untuk pengecatan airbrush, terutama konsep grafis dan temanya. Seperti helm ini merupakan konsep yang disodorkan dari pelanggan, mulai dari desain hingga komposisi warna,” beber Tomi.
“Komposisi warna pilihan pelanggan memang menarik, warna cerah jadi paduan yang memperjelas konsep racing yang diusungnya,” lanjut Tomi.
Proses pembuatannya memerlukan waktu sekira satu bulan. Menurut keterangan dari Tomi, ia menggunakan tiga lapisan pernis glasurite. Tak heran jika tampilan dan warna helm ini sangat berkilau. [nus/TA.com]
Tomi Airbrush melakukan pelebaran sayap untuk bidang modifikasi kendaraan, khususnya lampu. Tak tanggung-tanggung, bengkel yang berdiri sudah lebih dari 20 tahun ini beberapa waktu lalu, tepatnya Februari lalu juga menjalin kerjasama dengan bengkel spesialis modifikasi lampu Yoong Motor, sebagai cabang wilayah Jakarta.
Banyak proyek modifikasi lampu yang sudah berhasil dikerjakan. “Kami menerima modifikasi lampu mobil Anda, umumnya tampilan dan daya pancar lampu menjadi hal yang paling sering diminta oleh pelanggan selama ini,” ungkap Tomi Gunawan, pemilik bengkel Tomi Airbrush.
Guys, Tomi Airbrush juga baru saja menyelesaikan proyek modifikasi lampu projector Honda CR-V. Modifikasi lampu tersebut menggunakan dua buah projectorblue lens dari Hypervision dan DRL Running Sign model terbaru. Komposisi tersebut membuat lampu Honda CR-V jadi makin sedap dipandang.
Tak perlu waktu lama untuk pengerjaan modifikasi lampu tersebut. Dijelaskan oleh Tomi Airbrush, hanya perlu satu hingga dua hari untuk proses modifikasinya. “Poin lain yang ditawarkan dari modifikasi ini, selain tampang mobil jadi lebih maksimal, juga daya pancar yang makin terang pada malam hari”, bebernya.
Tomi juga menawarkan diri bagi Anda yang ingin berkonsultasi gratis melalui nomor 0815 86 700 800. [nus/TA.com]
Masuk kehidupan dengan adaptasi kegiatan baru atau new normal, sudah banyak orang yang berkegiatan positif, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan oleh enam orang konsumen pengguna Yamaha WR 155R di Bali ini. Pada Minggu (12/7) lalu mereka melakukan kegiatan berkendara atau bertualang menggunakan Yamaha WR 155R, yang diinisiasi oleh Budi Utama, Founder Adfriendture.
Kegiatan trabas tersebut mewajibkan para peserta untuk mengikuti protokol kesehatan new normal guna melindungi diri dari penyebaran Covid-19, seperti menggunakan masker dan physical distancing selama aktivitas berlangung.
Para peserta berkumpul di titik temu di Ubung, Denpasar, lalu melanjutkan perjalanan menuju kabupaten Negara, uniknya dalam perjalanan ini semua peserta wajib mengendarai motornya maksimal 60km/jam. Karena menurut Budi, Adfriendture bukan ajang untuk kebut-kebutan, melainkan untuk menikmati keindahan alam di sepanjang perjalanan saat melewati jalur off road.
Dalam perjalanan, sangat banyak medan yang dilewati seperti jalanan curam, jalur pantai, bebatuan dan berlumpur. Peserta diajak untuk berhenti sejenak di setiap spot foto. Total peserta dalam kegiatan trabas tersebut terbatas hanya untuk 25 orang dalam satu kali trip sebagai bentuk implementasi physical distancing.
Dengan suspensi yang besar dengan ukuran diameter 41mm dan panjang 899.1mm serta performa mesin andal yang dimiliki Yamaha WR 155R yang mampu menghasilkan daya maksimal 16,7 hp / 10.000 rpm dan torsi 14,3 Nm / 6.500 rpm., para peserta touring tidak ada yang mengalami kesulitan saat melintas di segala medan, bahkan pada saat melewati tanjakan curam dan bebatuan.
Dalam setiap perjalanannya, selain menghadirkan sebuah perjalanan yang menyenangkan dan seru, pihak Adfriendture juga membawa sebuah misi sosial. “Kami memberi edukasi berupa pemakaian masker dan selain menghimbau kami juga membagikan masker,” jelas Budi.
Dalam kesempatan tersebut, Budi turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pengendara yang gemar berpetualang karena selama pandemi Covid-19 ini sudah menahan keinginannya serta ‘beristirahat’ dalam melakukan touring secara beramai-ramai.
“Tetap gunakan masker dan ikuti protokol kesehatan dari Pemerintah dan juga mari bergabung bersama kami apabila merasa tertarik. Ikuti perjalanan kami dan juga dukunglah misi sosial kami,” tambahnya. [nus/TA.com]
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia gandeng National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) selenggarakan kompetisi modifikasi kendaraan spesial berpenggerak listrik. Kegiatan ini akan diikuti oleh tiga modifikator terbaik Tanah Air. Ini merupakan wujud nyata dari Kemenperin dalam rangka mendukung tumbuhnya industri modifikasi Indonesia agar bertaji di negeri sendiri. Hal tersebut juga sejalan dengan visi NMAA dalam usahanya untuk memajukan industri modifikasi dan aftermarket Tanah Air.
“Gelis Tuner Competition” adalah salah satu kegiatan yang didorong Kemenperin bersama PT. Solar Panel Indonesia (SPI) – produsen kendaraan roda tiga listrik bermerek Gelis dan NMAA, yang dilaksanakan untuk memicu produktivitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan tetap mengikuti perkembangan zaman menggunakan kendaraan penunjang usaha yang ramah lingkungan, fungsional, dan terjangkau.
“Gelis Tuner Competition” sendiri merupakan kompetisi adu gagasan dalam soal modifikasi kendaraan roda tiga listrik Gelis. Dalam kegiatan ini dipilih 3 modifikator terbaik yang masing-masing memiliki keahlian di bidangnya. Mereka ditantang untuk membuat konsep modifikasi kendaraan roda tiga listrik Gelis dengan mengedepankan unsur entrepreneurship atau fungsi yang sejalan dengan jenis usahanya, tanpa mengesampingkan tampilan kendaraan yang menarik.
Ketiga modifikator (tuner) tersebut adalah; Marco Chendra – workshop cat merek Raptor dan builder kendaraan offroad, Yomin Sugianto – workshop spesialis lampu dan estetika eksterior Yoong Motor, dan Aldhy Rais – workshop spesialis velg dan lifestyle HSR.
“GELIS atau kependekan dari Gerobak Listrik kami ciptakan sebagai kendaraan niaga yang berbasis pada energi listrik yang terbarukan. Kendaraan ini ramah lingkungan, mudah digunakan, serta tidak membutuhkan perhatian khusus dalam hal perawatan. Begitu juga Mengenai layanan purnajual Gelis yang selalu tersedia, sebagai tanggung jawab Gelis untuk memberikan kepuasan kepada para pelanggan . Penciptaan GELIS didorong dari keinginan dan harapan kami untuk bisa membantu para pedagang UMKM meningkatkan taraf ekonominya dengan mobilitas yang lebih luas jangkauannya, karena mereka tidak perlu lagi mendorong gerobak dengan tenaga sendiri. Kami sangat berterima kasih kepada Kemenperin dan NMAA yang telah mendukung keberadaan dan pengembangan Gelis sebagai produk nasional,” jelas Ary Tjahyono selaku Chief Marketing Officer PT. SPI.
Ketiga modifikator telah menerima kendaraan roda tiga listrik Gelis berjenis DC motor 800W beberapa waktu lalu termasuk uang tunai Rp. 15 juta yang menjadi nilai modifikasi yang akan dikerjakan. Nantinya, ketiga karya modifikasi kendaraan roda tiga listrik Gelis tersebut akan diluncurkan pada Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 – Hybrid Event, 10 Oktober mendatang, mereka akan memperebutkan kategori bergengsi yaitu Piala Menteri Perindustrian RI.
“Tentu saja kita akan disuguhkan satu lagi tontonan menarik dengan hadirnya ketiga Gelis modifikasi tersebut pada IMX 2020 yang diselenggarakan secara online. Kami di NMAA sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Kemenperin dan PT. SPI melalui ‘Gelis Tuner Competition’ ini. Mengingat lewat kompetisi tersebut secara tersirat memunculkan karakter industri modifikasi Tanah Air yang selalu berkolaborasi, sebagaimana yang kami selalu gaungkan di setiap penyelenggaraan IMX,” ulas Andre Mulyadi, NMAA Founder sekaligus IMX Project Director.
Saat kemunculannya di IMX 2020 nanti, kendaraan roda tiga listrik Gelis karya masing-masing modifikator akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari beberapa unsur. Masing-masing Kemenperin, perwakilan SPI, Kemenhub, serta NMAA. Kendaraan tersebut nantinya dinilai berdasarkan unsur-unsur yang mendukung kewirausahaan, keselamatan dan keamanan untuk di jalan raya, juga tentu saja penampilan. [nus/TA.com]
Di era new normal saat ini akan ada kejutan alias karya terbaru yang bakal dirilis dari bengkel Tomi Airbrush. Pantauan tim Redaksional ke bengkel yang bermarkas di kawasan jalan Kebon Raya 103, Duri Kepa, Jakarta Barat ini, akan ada tiga mobil modifikasi keren yang akan segera rilis dalam waktu dekat.
Jika Anda berkunjung ke bengkel dari area depan, tepatnya bagian pembuatan berbahan dasar fiber, akan nampak sebuah mobil Toyota Avanza yang tengah di mal bagian bagian bodi eksteriornya. Usut punya usut, sang mobil sejuta umat tersebut akan disematkan bodikit asli kepunyaan Toyota Voxy.
“Ini Toyota Avanza rasa Toyota Voxy, pasalnya, seluruh bodi eksteriornya akan dipasangkan bodikit punya Toyota Voxy. Banyak tantangan yang akan ditemukan pastinya,” cerita singkat Tomi.
Proses awal modifikasi Toyota Avanza.
Toyota Avanza rasa Toyota Voxy ini juga akan di finishing dengan pengecatan airbrush. Dijamin pasti makin bikin “ngiler” penggila otomotif Indonesia.
Berjalan geser sedikit di area pembuatan bodikit, kita dapat lihat mobil sport Nissan GT-R. Nah, mau diapain ya kira-kira? Dapat bisikan dari salah seorang crew Tomi Airbrush, sang GT-R bakalan berganti bodikit alias sedang dalam proses penambahan bodikit. Kalau ini sudah ketebak, pasti jadi makin sporty ya. Tapi seperti apa nanti tampang akhirnya?
Kami pun melanjutkan perjalanan ke bagian pengecatan dan di dalam ruang oven, nampan hatchback yang sedang dibungkus keseluruhan bodinya. Sudah pasti dalam tahap pengecatan. Tapi cat dan konsepnya seperti apa ya?
Modifikasi Nissan GT-R.
Bocoran dari Tomi, “perubahan pada Toyota Yaris ini cukup signifikan. Ada bagian bodi yang akan dihilangkan yang akan mengubah tampilannya jadi sangat berbeda, ada juga penambahan pada bodikit, airbrush, audio dan kaki-kaki.” Cukup ekstrim sepertinya modifikasi Toyota Yaris ini.
Nah guys, kita akan tampilan semua hasil akhir mobil-mobil tersebut pada saatnya nanti. Tunggu ya! [nus/TA.com]
Buat para penghobi sepeda, berikut ini ada referensi modifikasi dari bengkel Tomi Airbrush. Sepeda lipat bermerek Brompton ini baru saja melewati proses modifikasi pengecatan yang didasari ide dari sang pemiliknya. Mengusung konsep two tone color, ada biru berpadu putih.
Modifikasi ini diawali dari keinginan sang pemilik untuk membuat tampilan sepeda Brompton miliknya jadi makin “ciamik”. Setelah melewati proses tukar pikiran, Tomi Gunawan, sang builder, mengolah kreativitasnya dengan membuatkan desain, yang pada akhirnya disetujui oleh sang pemilik.
Pengerjaan modifikasi sepeda ini bukanlah kali pertama bagi bengkel modifikasi yang lebih dulu dikenal dikalangan penggila otomotif baik roda dua maupun roda empat, dan lainnya. “Sudah banyak kreativitas yang kami salurkan dalam hal modifikasi sepeda, terutama sepeda Brompton,” beber Tomi. Lebih jauh Tomi menegaskan, ia tak hanya pernah memodifikasi sepeda lipat yang banyak digandrungi para pencita “gowes” ini. Tapi dalam beberapa catatan Redaksi, ada juga reparasi rangka sepeda dan juga velg sepeda Brompton.
Two tone color.
Dalam konsep desain yang dituangkan terlihat jelas warna biru mendominasi bagian depan. Kemudian ada tulisan “Angker” di sisi depan rangkanya, sesuai permintaan pemilik. Pedal dihadirkan dengan dua konsep warna, yakni biru dan putih. Sementara bagian belakang berwarna putih, hingga ke spakbornya. Pada bagian rangka belakang juga nampak tulisan Charge Fast, Live More.
Nah guys, Anda tertarik repaint sepeda kesayangan? Datang saja ke bengkel Tomi Airbrush atau bisa hubungi nomor 0815 86 700 800, untuk konsultasi gratis. [nus/TA.com]
Beberapa waktu lalu sempat heboh seorang pria bernama Lilik Gunawan beserta anak laki-lakinya Balda, menunggang Yamaha NMax berhasil melakukan perjalanan dari Jambi menuju Mekah. Lilik berhasil menempuh perjalanan sejauh 20.000 Km. Menurut ceritanya, selama dalam perjalanan, Yamaha NMax yang ia tunggangi tidak mengalami kendala yang berarti. Penggantian part hanya meliputi kampas rem dan oli saja. Selain dari pada itu, Lilik mengaku tidak ada part lain yang diganti.
Kisah perjalanan pria “nekat” ini sebenarnya akan diabadikan menjadi sebuah buku dan film. Namun sangat disayangkan, rencana tersebut harus diurungkan imbas pandemi Covid-19. Di masa pandemi ini Lilik mengaku banyak menghabiskan waktu di rumah saja. “Selama pandemi Covid-19 ini memang banyak menghabiskan waktu di kediaman saya di Itam Ulu Merangin, Jambi. Beberapa agenda yang sebenarnya sudah dipersiapkan ditunda dulu seperti pembuatan film dan juga peluncurun buku tapi Insya Allah tahun ini semua rampung dan sudah bisa rilis.,” ujarnya.
Kisah tertundanya peluncuran film dan buku tersebut tidak lantas membuat Lilik larut dalam kesedihan. Pasalnya, sepulangnya dari Mekah, beberapa waktu lalu, ia juga diganjar apresiasi dari Sabang Raya Motor Grup yang merupakan salah satu dealer resmi Yamaha Jambi yang memberikannya sebuah hadiah satu unit Yamaha All New NMax 155 Connected/ ABS yang di berikan pada saat launching Yamaha All New NMAX di Jambi beberapa waktu yang lalu.
“Kami sangat bangga dengan Lilik yang berhasil membuktikan Yamaha NMAX kuat dan tangguh melalui perjalanan dari Jambi ke Mekah, kami dari Sabang Raya Motor memberikan satu unit Motor Yamaha All New NMax 155 Connected/ ABS sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada beliau. Untuk itu kami berharap apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu kegiatannya,” ungkap Sukirman Djohan, selaku owner Sabang Raya Motor Grup. [nus/TA.com]
Velg sepeda merupakan bagian dari lingkar roda, di mana fungsinya sama dengan kendaraan lain, yakni tempat menempelnya ban. Ada beberapa bahan atau material yang umumnya digunakan untuk bahan velg sepeda. Diantaranya ada yang terbuat dari aluminium. Velg berbahan aluminium memiliki kelebihan baik untuk mendukung fungsi pengereman.
Nah, bicara soal kelas, bahan carbon juga lazim digunakan untuk bahan dasar velg sepeda. Walaupun pada dasarnya velg berbahan carbon berbanding terbalik dengan velg aluminium dalam hal pengereman. Velg dengan bahan carbon ada beberapa kelemahan diantaranya pada saat kondisi basah pengereman jadi kurang maksimal, velg ini juga memiliki sifat lebih cepat panas.
Pada beberapa merek sepeda berkelas, velg berbahan carbon biasanya juga dilapisi dengan material lain, seperti sticker, tujuannya untuk membantu meningkatkan performa pengereman jadi lebih maksimal.
Sisi lainnya, velg sepeda carbon banyak digemari orang, karena bobotnya yang ringan. Meskipun sebenarnya bobot ringan velg tak hanya ditentukan oleh bahannya, tapi juga dinding velg, ada yang single ataupun double. Single bukan berarti juga menjadi lebih ringan, tergantung ketebalan lapisannya. Adakalanya dinding velg double memiliki kekuatan lebih baik dan tentu Anda harus menebusnya dengan harga yang lebih mahal. Pada dasarnya velg sepeda jenis ini berfungsi lebih aerodinamis, terutama pada velg dengan jumlah lubang spoke yang jarang.
Nah, bila kalian memiliki masalah dengan velg sepeda carbon yang rusak, retak, ataupun penyok akibat pemakaian, rasanya sayang sekali jika harus diganti begitu saja, mengingat harganya yang juga cukup mahal. Bawa saja ke bengkel Tomi Airbrush, di bengkel ini selain reparasi sepeda, reparasi rangka carbon, juga bisa reparasi velg sepeda termasuk velg carbon.
Menurut Tomi Gunawan, builder dan pemilik bengkel, “dalam proses reparasi velg carbon sepeda diperlukan ketelitian. Agar hasilnya kembali seperti semula, sehingga performanya bisa seperti sedia kala.”
Kalau Anda penasaran dan ingin tanya-tanya, silahkan telepon ke nomor ini 0815 86 700 800. [nus/TA.com]
Punya masalah dengan lampu mobil yang buram? Menyebalkan bukan jika ini sebenarnya terjadi pada mobil Anda? Terutama mobil dengan tahun muda yang seharusnya memiliki daya pancar lampu yang terang.
Tentu ini bukan karena faktor usia, tapi bisa jadi juga karena kesalahan dalam perawatan mika atau headlamp. Masalah ini sering muncul umumnya bila mobil sering terkena paparan sinar matahari secara langsung, parkir tak beratap, tetesan embun yang tak segera dibilas menjadi salah satu pemicu menguningnya / buramnya mika atau headlamp mobil Anda.
Cara paling gampang adalah Anda menggantinya dengan satu set mika atau headlamp yang baru. Tentunya cara ini berlaku bagi Anda yang punya banyak waktu untuk datang secara langsung ke toko atau bengkel lampu terdekat, atau membelinya secara online dan menggantinya sendiri.
Ada resiko yang akan ditanggung bila Anda mengganti sendiri, pertama soal waktu, dan yang kedua adalah soal ketelitian dan kerapian dalam pemasangannya kembali.
Tapi bagi Anda yang memiliki pola pikir praktis, cepat, dan efisien, tentu Anda tak akan melakukan cara-cara di atas. Anda pasti akan memilih poles dalam bahasa sehari-hari atau nano burn coating. Di bengkel Tomi Airbrush sudah tersedia layanan nano burn coating.
Soal harga, jauh lebih murah ketimbang Anda menebus sepasang atau satu set headlamp yang baru. Praktis, Anda tak perlu repot-repot menegerjakannya sendiri. Murah dan efisien, harga nano burn coating mulai dari Rp. 400 ribuan, bergantung pada besarnya ukuran headlamp, dan tingkat keburamannya, jauh lebih murah dari pada menebus satu unit headlamp baru. Selain itu proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sekira dua jam. Anda tak buang waktu banyak.
Nah, bila ingin konsultasi gratis bisa hubungi nomor 0815 86 700 800. [nus/TA.com]
Mau modifikasi helm kesayangan Anda? Jangan ragu untuk bawa ke bengkel Tomi Airbrush. Berikut ini adalah salah satu contoh karya modifikasi helmairbrush yang baru saja diselesaikan oleh Tomi Gunawan dan crew bengkelnya.
“Sejatinya helm ini mengusung konsep untuk balap mobil. Corak grafisnya pun diambil dari corak balap F1,” ungkap Tomi mengawali cerita singkatnya.
Helm tersebut dilengkapi dengan grafis bercorak Formula 1. Komposisi warnanya pun juga disesuaikan dengan tema balap F1, yakni merah, hitam, silver dan putih. Makin ciamik dengan paduan merah candy. Sebagai identitas dari pada pemilik, tertera sebuah nama pada sisi samping dan logo Mercedes-Benz di bagian depan.
Diakui Tomi, sang builder, proses modifikasi helm airbrush F1 ini membutuhkan waktu sekira tiga minggu, hingga tahap akhir berupa finishing.
Nah, jika Anda penasaran datang saja ke bengkel yang bermarkas di jalan Kebon Raya 103, Duri Kepa, Jakarta Barat atau bisa konsultasi gratis terlebih dahulu melalui nomor 0815 86 700 800. [nus/TA.com]